Wanita Nakal

Wanita Nakal
Wanita Nakal Musim3_ Kemarahan Mereka 5


__ADS_3

" Kalian menemukan mereka?, di mana istri dan anak ku?" James yang tadi dari lantai atas melihat mobil istrinya di bawah pulang oleh orang orang nya kini segera menghampirinya.


" Maaf Tuan kami belum menemukan mereka, kami menemukan mobil Nyonya di pinggir jalan dengan ponsel milik sang pengasuh Nona..." Jawab salah satu dari mereka.


Bugh!! pukulan pada perut pengawal itu terasa sakit. Tapi itulah resiko yang harus mereka terima ketika perintah dari bos nya tak dapat di laksanakan dengan benar.


" Jadi mereka sudah merencanakan ini semua..." Ujarnya dengan sinis. " Periksa panggilan keluar dari ponsel pengasuh sialan itu."


" Maafkan kami Tuan kami tak menemukan apapun di dalam ponsel. Mungkin Nyonya memang sengaja meninggalkan nya karena Nyonya tau kita akan melacaknya."


James kini mengangguk mengerti dia tak mengira bahwa istrinya terlalu pandai untuk mengatur semuanya.


" Kau licik juga Sayang, kau lihat saja nanti setelah kita bertemu, ku pastikan kau memohon ampun yang manis di bawah kungkungan ku..." Senyum licik itu kini membuat semua orang yang di sana merinding seketika.


James kini ingat satu hal tentang istrinya, dia melangkah meninggalkan orang orang nya di depan rumah. James masuk dengan langkah besarnya dia kini harus segera menemukan istri dan anaknya.


Sedangkan di kamar lain Violet dan Albert kini saling merebahkan diri dengan saling mendekap erat tak ada percakapan di antara mereka hanya mereka mencari kehangatan satu sama lain.


" Sayang maafkan aku jika tadi aku tak membuat tanda itu mungkin kau tak akan di pukul oleh suami..." Albert kini mengatakan bukan karena dirinya menyesal tapi jika dia lebih baik baik maka wanitanya tak akan menderita seperti ini.


" Al semuanya sudah terjadi jadi tak perlu di bahas lagi..." Violet dengan cepat menjelaskannya.


" Apa tadi kalian ingin melakukan hubungan?" Albert bertanya dengan pelan agar wanitanya tak tersinggung dengan apa yang di tanyakan olehnya.

__ADS_1


Violet membuang nafasnya dengan kasar dia tak tau harus cerita dari mana apa yang terjadi kepada kehidupan rumah tangga nya.


" Maaf jika aku menyinggung mu Vio, harusnya aku tak bertanya hal itu. Kau dan dia adalah sepasang suami istri wajar jika kalian ingin melakukan hubungan dengan dia..." Seperti ada ribuan pisau yang menusuk jantungnya ketika Albert harus sadar dengan posisinya yang saat ini.


" Aku dan dia bukan seperti pasangan lainnya Al, aku dan dia tidak memiliki rumah tangga yang bahagia yang seperti kau bayangkan sebelumnya..." Violet membuang nafasnya lagi dengan menatap langit langit kamarnya.


" Apa maksudnya?, apa ada masalah dalam rumah tangga kalian?" Albert kini bertanya dengan mengerutkan keningnya dia tak tau jika wanita itu memiliki masalah besar yang pasti disimpan selama ini.


Violet menganggu dengan cepat dia harus menceritakan semuanya bahkan hal buruk pun tak ingin ditutupi lagi. Tak ada seorang yang bisa mendengarkan ceritanya selama ini, bahkan semua orang yang di sana pun juga tak ada yang mau mendengarnya dengan alasan mereka takut dengan laki laki mengerikan tersebut.


" Aku dan James menikah karena paksaan dari mendiang kedua orang tua ku Al..." Albert kini sedikit terkejut ketika mendengar bahwa kedua orang tua yang sempat dia datangi beberapa tahun lali kini sudah tak ada lagi di dunia ini.


" Jika kau belum siap bercerita maka jangan katakan Sayang tak apa..." Albert tau bahwa wanita itu begitu berat mengatakan tentang dirinya.


Flashback On


" Ibu apa yang terjadi kepada kak Vivi..." Violet yang baru saja melarikan diri dari kekasihnya yang saat itu dia tinggalkan gara gara salah paham yang menyakitkan baginya.


" Kakak mu mau melahirkan Violet, tapi kondisinya kritis hiks hiks..." Ibu tua itu kini menangis di dalam pelukan putri lain nya.


" Kak Vivi pasti bisa melewatinya Bu..." Violet waktu itu hanya bisa memberikan semangat dan harapan kepada keluarga.


Sedangkan di pojokan sudut rumah sakit itu nampak suami dari kakaknya yang duduk di lantai dengan pandangan kosong. Matanya seakan kosong tak ada apapun di matanya, waktu itu tak ada yang bisa di pikirkan oleh mereka mungkin hanya ada rasa iba kepada suami nya.

__ADS_1


Ruang operasi itu nampaknya tak menunjukan tanda selesai mereka menyelamatkan Vivi serta anak dalam kandungannya. Hampir dua jam operasi itu berjalan tapi nampaknya belum ada tanda tanda selesai dari sana. Semua orang yang di sana kini cemas, mereka saling berdoa untuk keselamatan wanita yang sedang berjuang untuk bertahan hidup.


Pikiran Violet waktu itu terbagi dengan dirinya yang baru saja berpisah dengan kekasihnya dan saat hatinya masih di landa sedih dia juga harus menguatkan keluarganya sendiri.


" Dokter bagaimana keadaan kakak saya?" Violet yang lebih dekat kini langsung menanyakan keadaan dari kakak nya.


Dokter menghela nafasnya dengan berat sebelum membicarakan kondisi kakak dari keluarga mereka. Semua orang kini menantikan jawaban dari dokter.


" Dokter bagaimana kondisi istri dan anak saya?" James kini penasaran dengan kondisi istrinya.


" Selamat anak anda putri, dia cantik seperti ibunya dan sehat..." Semua orang yang di sana kini langsung tertawa senang karena mendengar kabar bahagia tersebut. " Tapi maafkan saya Tuan saya tidak bisa menyelamatkan istri anda."


Deg!! semua orang langsung terdiam mereka yang mendengarnya kini langsung terdiam dengan air mata yang langsung menetes.


" Apa maksud dokter?, tidak.. kakak ku tidak kenapa kenapa..." Violet kini yang langsung bertanya karena tak memiliki rasa percaya bahwa kakaknya pergi.


" Maafkan saya Nona saya harus menyampaikan kabar duka ini. Kakak anda memang sudah pulang dan nyawa nya tak bisa kami selamatkan. Tekanan darahnya terlalu tinggi hingga membuatnya Anfal. Kami sudah mencoba yang terbaik tapi nyatanya Tuhan berkata lain. Kami hanya bisa menyelamatkan nyawa keponakan anda..." Penjelasan dari sang dokter kini membuat semua orang yang di sana langsung histeris menangis tak ada yang menyangka bahwa hari itu hari terakhir mereka bersama Vivi.


" Tidak... istri ku tidak mungkin meninggalkan aku dan putri ku.. Tidak...." James waktu itu yang begitu terpukul juga menangis histeris dia dengan air matanya mundur dengan tubuh yang limbung. James langsung terjatuh ke lantai.


" Sekali lagi maafkan kami. Kami akan segera mengurus semuanya. Saya permisi..." Sang dokter kini meninggalkan mereka dengan air mata yang terus membanjiri pipi mereka semua.


Kabar duka itu kini membuat semua orang terpukul hebat terutama dengan suaminya yang begitu menantikan buah hatinya. Tapi takdir berkata lain disaat anak mereka lahir malah istrinya yang pergi.

__ADS_1


__ADS_2