Wanita Nakal

Wanita Nakal
Wanita Nakal Season2_ Kebahagian 1


__ADS_3

Hanya tuhan yang tahu rencana nya, dan hanya Tuhan yang tahu apa yang akan terjadi di depan nanti. Aku berharap semua yang kami pilih adalah hal yang benar, bukan hal yang menyulitkan banyak orang nanti.


Clarissa


Pov Clarissa


" Honey, kau sedang apa?" Aku malam ini melihat Alex yang bersandar di ranjang dengan memangku laptop nya.


" Tidak ada sayang, hanya melihat Sketsa yang akan terpilih menjadi pemenang dalam tender kemarin..." Aku duduk di sebelah nya dengan menyisipkan tangan ku pada lengan nya, meletakan kepala ku pada bahu nya, bersandar di pundak nya seperti ini membuat tubuh ku merasa nyaman, kehangatannya hati nya membuat aku semakin mencintai nya.


" Tidurlah ini sudah malam..." Dia sekilas mengecup kening ku, dan aku selalu merasa menjadi wanita yang berharga ketika dia selalu mengecup kening ku dengan tulus.


" Aku mau kamu juga tidur..." Entah sadar atau tidak tapi mulut ku bergumam seperti itu, astaga sejak aku hamil dan kami bersama kembali aku menjadi sangat manja kepada nya.


" Tidurlah sayang..." Aku dan dia kini berbaring dengan dia merengkuh tubuh ku, menjadikan lengan nya sebagai bantal yang paling empuk di dunia ini. Rengkuhan nya yang hangat dan buat aku nyaman, aku tak susah untuk memejamkan mata ku dan tertidur dengan tenang.


Pagi ini aku terbangun ketika merasakan tak ada orang di sebelahku, aku membuka mata ku dan laki laki yang semalam tidur di sebelah ku selalu terbangun dulu sebelum aku terbangun.


" Kamu sudah bangun sayang?" Dia yang baru muncul dengan pakaian yang sudah rapi dan serba putih.


" Apa ada acara?, hingga baju mu serba putih Honey?" Kesadaran ku belum penuh sepenuh nya, aku menatap nya dengan tatapan yang malas bangun hari ini.


" Ada pernikahan teman Honey..." Jawaban nya membuat ku memicingkan mata ku, apa dia tak tahu aturan pernikahan di negara ini.


" Bukan kah ini bukan hari weekend, ini masih hari selasa, kenapa ada pernikahan?" Kebanyakan orang pernikahan akan terjadi di hari weekend. " Dan baju warna putih bukan hanya akan di gunakan para pengantin saja?" Alinna masih bertanya tanya tentang hal aneh yang di katakan laki laki nya.


" Hari tak penting sayang, yang jelas mereka hanya ingin menyegerakan pernikahan mereka saja..." Alex hanya menjawabnya dengan santai.


" Lalu baju putih?" Alinna menyipitkan mata nya.


" Astaga Honey, aku tak tahu aku hanya membaca undangan dengan bertema putih putih..." Memang di negara Italia jika ada pernikahan hanya kedua pengantin saja yang boleh memakai baju putih, sedangkan para tamu tidak boleh mengunakan baju putih, meskipun sang pengantin tak memakai baju putih.


Sedangkan masalah hari, pernikahan di sana hari apa saja boleh, asal tidak hari jumat, karena hari jumat di anggap hari tak baik jika ada pernikahan di negara Italia.


Aku dengan segera menyelesaikan urusan kamar mandi ku, dan aku juga sama sama mengunakan pakaian yang juga serba putih, ini sedikit aneh karena harus nya dia tahu bahwa para tamu pernikahan tidak di perbolehkan memakai pakaian putih. Aku hanya positif thinking aja.


Aku segera menghampiri Alex yang terduduk di depan dengan ponsel di tangan nya, dan kami segera berangkat ke tempat yang sama sekali tak aku ketahui. Aku berfikir pernah melihat supir yang membawa kami, tapi semakin aku berfikir aku tak mengingat nya.

__ADS_1


" Honey, ini aneh, kenapa kita harus pakai serba putih seperti ini. Apa kamu tak tahu bahwa para tamu tak boleh memakai baju putih..." Aku melirik laki laki yang di duduk di sebelah ku, dengan tangan dia yang menggenggam tangan ku, yang satu nya merangkul pinggang ku.


" Karena tema nya putih sayang..." Jawaban dari tadi yang tak pernah berubah, tema putih.


Kami yang tiba di depan greja yang masih sepi, mungkin pernikahan kali ini harus privat karena terlihat tak ada satu pun yang menyambut kami di luar pintu. Alex yang mengulurkan tangan nya ketika aku ingin turun dari mobil, kami berjalan dengan dia yang mengandeng tangan ku dengan mesra, sebelum pintu gereja terbuka ada tulisan panjang yang terjatuh di depan ku yang tergantung di atas.


Well You Merry Me


Aku hanya terpaku membaca tulisan panjang itu, untuk pertama kalinya pikiran ku kosong, seakan semua nya berhenti di depan ku, Alex memutar badan ku agar kami berhadapan, saling berhadapan dia hanya tersenyum melihat keterkejutan ku.


" Honey aku tahu mungkin kamu sedikit terkejut tengang ini tapi inilah kita di sini sekarang. Aku memang bukan laki laki yang pandai merangkai kata kata, ataupun berlaku romantis kepada mu, tapi aku berusaha agar hidup kamu selalu berwarna di dekat ku..." Aku tak bisa berkata apa apa, hanya bisa mendengar apa yang dia katakan.


" Perpisahan kita kemarin membuat ku takut akan kehilangan kalian lagi, jangan pikirkan hal lain yang jelas, aku mencintaimu dan kamu mencintaiku, hanya itu yang perlu kaku tahu. Aku akan memperjuangkan kalian dan tak kan pernah meninggalkanmu apapun yang terjadi, kalian adalah segalanya.." Aku mendengarkan yang dia katakan dengan mata yang berkaca kaca.


" Aku adalah laki laki yang sangat beruntung karena memilikimu, mungkin ini terlalu cepat, tapi bagiku sudah sangat lama..." Aku hanya speechless mendengarkan semua perkataan mu.


" Amora Clarissa Keddrix menikahlah denganku, menjadi ibu dari anak anak ku membesarkan anak kita bersama penuh cinta, melihat cucu cucu kita tumbuh, menghabiskan waktu bersama hingga tua, terima laki laki yang tidak memiliki apapun kecuali cinta yang tulus untukmu dan hanya Tuhan yang mampu memisahkan kita..." Aku menangis dengan terharu di sana, aku tak percaya bahwa laki laki di depanku ini melamar ku di depan gereja, di depan tempat suci, di depan rumah Tuhan.


" Jangan menangis..." Wanita mana yang tak menangis jika secara tiba tiba di lamar seperti ini. Alex menghapus air mataku yang sudah membanjiri pipi ku. " Jawab iya sayang..." Aku dengan bodohnya masih saja menangis.


Pintu Gereja itu terbuka dengan lebar, membuat kami melepaskan pelukan, dengan kebahagiaan serta air mata, aku semakin di buat terharu ketika melihat sosok yang aku kenal, Ayah.


" Alex. "


" Ini. pernikahan kita honey, aku dan Ayahmu yang mengatur ini semua... " Aku tak menyangka bahwa Ayah ku juga terlibat dalam kejutan pernikahan ku.


" Kalian berdua, hiks..hiks... " Aku semakin menangis bahagia.


" He, jangan menangis nanti make up mu akan luntur... " Ayah menggoda ku dengan menghapus air mataku.


" Jangan menangis darling, hari ini adalah hari kebahagiaan kalian... " Ini air mata kebahagiaan yang dari tadi tak ingin berhenti menetes dari mataku.


" Ayah..." Isak ku dengan menangis.


" Ayo masuk Pendeta sedang menunggu kalian... " Aku menghapus air mataku dengan segera, masuk ke dalam dengan di gandeng Ayah, aku hanya melirik ke samping tak ada orang yang aku kenal, bahkan ibu dari calon suami ku tak ada duduk di sana, apa mereka menyembunyikan nya atau memang tak ingin menjadi saksi pernikahan kami, pertanyaan demi pertanyaan memenuhi otak ku, mungkin aku bisa tanyakan setelah acara selesai.


" Aku berikan puteri ku kepadamu..." Ayah berkata ketika tangan ku di berikan kepada calon suamiku, aku melirik ke arah ayah dia sedikit menghapus air mata dengan jemari nya. " Berbahagialah..." Sambungnya dengan tersenyum menatap ke arah kami.

__ADS_1



" *Aku mengambil Amora Clarissa Keddrix menjadi istriku,


" Aku mengambil Alexander menjadi suami ku, menemani nya,


" Dalam suka,


" Maupun duka, dalam sehat,


" Maupun sakit, menerima dalam keadaan apapun,


" Berbagi sedih dan tertawa,


" Saling melengkapi dan mengasihi,


" Hanya maut yang memisah kan kita,


" Hanya kematian yang memisahkan kita,


" Amin, Amin*. "


Janji itu kami lewati dengan penuh haru, aku yang dari tadi menahan air mata agar tak jatuh, akhirnya terjatuh juga kami saling berhadapan, saling bertukar cincin, kesedihan kebahagiaan menjadi satu saat ini.


Pernikahan yang sederhana, baju yang sederhana, serta tak banyak irang yang menjadi saksi di pernikahan kami. Bahagia, tentu kami bahagia, tapi di sisi lain kami sedih karena pernikahan ini harus di sembunyikan. Apakah kami salah langkah, apa keputusan kami benar, hanya Tuhan yang tahu, dan mulai saat ini babak baru hidup kami telah di mulai.



Kebahagiaan serta kesedihan akan melebur menjadi satu di cinta kami.


🌼🌼🌼


Terharu gak sih 😭😭 aku terharu 😭😭😭


Sebenar nya bab kemarin itu ada bagian wik wik nya mak 😁 tapi sayang nya di tolak terus 🀦 padahal sudah tiga kali di ganti πŸ˜‚ vulgar atau apa ya mak kok di tolak terus 😁


__ADS_1


__ADS_2