Wanita Nakal

Wanita Nakal
Wanita Nakal Musim3_ Perang 12


__ADS_3

Tuhan selamatkan Gadis kecil yang tak memiliki dosa itu,


Bahwa dia ke tempat aman jika memang dia mencari perlindungan.


Sosok Ayah yang harusnya bisa melindunginya malah menjadikan dia kabur karena ketakutan dia kepada sosoknya.


Violet 😭


🥀🥀


.


.


.


Violet berjalan dengan mengandeng tangan James dia terlalu pintar bermain sandiwara di sana. Dia terlalu hebat memerankan sandiwara untuk mengambil hatinya.


" Akhirnya kedamaian akan ada di rumah tangga Tuan James!" Bisik salah satu orangnya yang melihat bosnya berjalan dengan istrinya.


" Kau benar! kita harap apapun yang terjadi mereka akan selalu bersama, karena Tuan sangat mencintai Nyonya besar."


" Hanya saja cintanya yang salah! mana ada cinta yang menyakitinya! tapi kita juga tak tau kenapa Tuan James mencintainya tapi sekaligus menyakitinya!"


" Sudahlah jangan pikirkan hal itu, yang jelas kita senang melihat kedua bos kita akur seperti itu."


Mereka semua orang orang itu hanya bisa saling tersenyum dengan bahagia, bagaimana pun mereka yang selama ini ada di samping James, mereka juga tau seperti apa cinta Tuan nya kepada Nyonya nya. Mereka juga tau seperti apa penyiksaan yang selalu di berikan kepada Nyonya. Secara tidak langsung mereka lah saksi semuanya.


Mereka menuruni anak tangga dengan perlahan lahan senyum dari James tak luntur sedikit pun. Hati Violet merasakan rasa sakit ketika melirik laki laki itu sedikit pun tak memudarkan senyumannya dari tadi.


Rasa bersalah memenuhi hatinya, pikirannya kacau dan bimbang. Dia tak mungkin kembali dengan membohongi hati dan pikirannya yang memang tak memiliki rasa sedikit pun.


" Tuan.. Nyonya..." Sapaan ketika mereka berdua menghampiri pintu yang tertutup.

__ADS_1


" Apa Angel tak bertingkah?"


" Tidak Tuan! Nona muda menjadi anak yang baik!" Jawabnya.


" Baiklah! sayang kamu masuk saja dulu! aku harus bicara kepada mereka!"


Violet mengangguk dengan senang, jika dia dan Angel di tinggal berduaan maka dia bisa menyusun rencana dengan baik. Violet melangkah dengan cepat.


" Vio ingat jangan macam macam, jika kau macam macam aku akan berbuat lebih gila."


Ancaman demi ancaman selalu terlontar dari mulut James bahkan tak ada hentinya laki laki itu selalu mengancamnya berulang kali.


" Aku tau jangan kau katakan lagi!"


Violet melangkah dengan cepat dia harus segera menyusun rencana untuk mereka kabur! dia tak mungkin kabur dengan meninggalkan putrinya! setidaknya satu langkah lagi dia harus menyusun rencana agar semua berhasil.


Ceklek!! senyumnya mengembang ketika bisa membuka pintu dengan segera, dia masuk dengan tersenyum senang. Matanya mengedarkan pandangannya menatap sekeliling yang tak ada siapapun di sana.


Violet mencarinya dengan membuka pintu satu lagi yang tertutup tapi tak ada sosok gadis kecil yang di cari. Violet mencari di bawah kolong kasur juga tak ada siapapun di sana, kolong itu kosong.


" Angel ayo keluar jangan takut ada Mama! kita selesaikan ini baik baik nak!" Bisiknya lagi tapi tetap tak ada satu orang pun di sana.


Angel bahkan tak ada di sana, nafasnya saja pun tak terdengar sedikit pun. Violet panik ketika menyadari putrinya tak ada di sana. Kamar itu kosong tak ada satu orang pun berada di sana.


*Apa yang kau ajarkan kepada Angel?"


Tak ada, aku hanya mengajarkan dia kabur dari orang orang yang menyekapnya. Semua tempat persembunyian pasti akan ada jalan untuk mereka keluar.


Jangan ajarkan yang tidak tidak Al.


Tidak Vio itu hanya untuk pegangan dia untuk melarikan diri dari orang orang yang berbahaya suatu hari nanti.


Benar Mama hanya untuk bekal latihan, karena kita tak tau apa yang terjadi di kedepannya nanti. Mama tak bakal tau jika nanti aku tiba tiba di culik orang*.

__ADS_1


Percakapan dia dengan Angel serta Albert kini berputar di otaknya, dia kini yakin beribu persen bahwa putrinya mempraktekan apa yang telah di ajarkan oleh Alber.


" Angel kamu kemana sayang?, kenapa kau tak menunggu Mama?, di luar semakin berbahaya!" Dia gusar dan panik ketika dia sangat sadar bahwa putrinya lolos begitu saja dari kamar itu.


Matanya menatap jendela yang terbuka dia tau bahwa gadis itu kabur dari sana. Violet yang ingin berlari keluar dari kamar itu terhenti ketika pintu terbuka dan sosok James masuk dengan wajahnya yang dingin dan kaku.



Jantung Violet seakan tak berhenti untuk berdetak cepat. Tatapan James telah berubah menjadi garang kembali, tak ada tatapan penuh cinta dan ketulusan darinya lagi. James mendekatinya dan Violet mundur seketika dengan dia yang ketakutan.


Dadanya naik turun dengan cepat, nafasnya memburu dengan cepat. Dia tak tau apa yang terjadi pada laki laki yang ada di depannya saat ini. Matanya memancarkan kemarahan yang begitu tajam. Tatapannya bahkan hampir menusuk jantungnya dan seakan melepaskan kulit kulit tubuhnya.


" James Angel tak ada! dia tak ada di kamar! sejak aku masuk tadi dia sudah tak ada di sini!" Ucapnya dengan gugup.


Bahkan James tak menjawabnya dia hanya diam dengan tatapannya yang begitu tajam menusuk ke jantungnya. Violet yang mundur tadi kini sudah tak bisa bergerak ketika punggungnya terbentur tembok yang ada di belakangnya.


Plak!! Plak!! dua tamparan kembali mengarah ke arahnya dengan cepat. James menamparnya dengan cepat dia bahkan tak mengatakan apapun. Hanya tangannya yang menjawab dari semua tatapan tajam itu.


" Apa lagi yang kau lakukan hah?, aku menerima mu bukan untuk kau siksa seperti ini James! kau tak pernah bisa berubah sampai kapan pun..." Violet mendorong tubuh James yang tetap tak bergerak.


Dia yang marah maka kekuatannya seperti bertambah kuat. Dia hanya menatapnya dengan tajam serta mata yang memancarkan kekecewaan yang begitu dalam.


" Auwhhh..." Teriakan dari Violet kini tak di hiraukan oleh James. Tangannya begitu kuat menjambak rambut panjang Violet hingga membuat wanita itu mengikuti gerakannya yang kebelakang.


" Kenapa lagi James?, apa salah ku kali ini?, aku mau menerima mu bukan untuk kau siksa seperti ini! kau selalu mengatakan cinta tapi cintamu menyiksa ku! tak ada kata kata cinta jika kau menyiksa orang yang kau cintai James!" Violet menahan rasa sakitnya. Kepalanya tertarik kebelakang dengan kuat ketika rambut itu tertarik kebelakang.


Bugh!! Pukulan yang kuat yang ingin dihantamkan kepada wajah Violet kini mengenai tembok yang ada di sebelahnya. Violet di buat terkejut jantung yang tak karuan.


" Kenapa kau menipu ku Vio?, kenapa kau menipu ku?, kau mengatakan ingin bersama ku, sikap manis mu hanya sandiwara mu dari tadi!" Dia menekan kata katanya.


" Kenapa kau menipu ku Vio?, kenapa ?" Teriaknya membuat wanita itu meringkuk ketakutan dengan memejamkan matanya.


Bersambung besok lagi ya 🤗🤗 makasih untuk semuanya 🙏

__ADS_1


Jangan lupa Hadiah dan Vote hari ini sudah masuk hari senin ya 🙏 kopi atau bunga nya boleh ya untuk Bumil yang cantiknya dan manja nya gak ketulungan ini 🤣🤭🤭🥰🥰


__ADS_2