
Pagi yang tidak mendukung membuat semua orang merasakan hawa yang tidak bersahabat, cuaca yang bikin malas untuk keluar pun membuat orang tetap berada di dalam rumah tapi sayangnya semua aktifitas kini sudah menunggu di masing masing tempat.
" Sayang aku harus buru buru, aku ada pertemuan penting dengan klien dari luar negri, jadi aku tidak bisa mengantar mu untuk meninjau lokasi..." Alex yang pagi ini harus segera pergi untuk pertemuan pentingnya kini harus segera berangkat pagi sekali.
" Aku nanti akan pergi sendiri, kau tenang saja..." Allinna kini memakaikan dasi kepada suaminya.
" Jangan lupa bahwa pengawal mu, ingat kita harus hati hati jika ada apa apa segera hubungi aku atau gak hubungi Ayah Johan..." Sang Suami Alex memang tidak memiliki kekuatan seperti Ayahnya atau seperti teman nya yang menjadi ketua mafia. Tapi rasa sayang dan rasa perhatiannya selalu mampu membuat hari haru Allinna di penuhi dengan rasa bahagia dan berbunga bunga.
" Aku tahu Honey, berangkat lah nanti kau terlambat..." Alex segera mencium kening Allinna dengan mesra yang kemudian langsung pergi meninggalkan sang istri yang tersenyum menatap kepergian suaminya.
Allinna kini dengan segera bersiap siap untuk meninjau lokasi yang akan dia handle untuk sebuah pembangun sebuah Mall untuk perusahan Tuan Liem.
Sedangkan Zac beserta Jonathan juga pergi masing masing ke sebuah perusahan mereka. Mereka harus kembali menjalankan tugas nya yang menjadi seorang pimpinan dalam sebuah perusahan. Tak hanya satu staf yang bergantung kepada mereka tapi ribuan staf yang bergantung kepada pekerjaan yang mereka berikan.
" Allinna kau ingin kemana sudah rapi pagi ini?" Jovanka yang baru keluar dari kamarnya kini melihat temannya yang juga keluar dari kamarnya dengan penampilan yang begitu rapi.
" Ada pertemuan untuk meninjau lokasi yang aku handle..." Jawab Allinna dengan tersenyum.
" Kau sendiri datang ke sana?, Alex tak menemani mu?"
" Dia sudah berangkat pagi tadi Ara dia juga ada pertemuan penting jadi aku akan meninjau lokasi sendiri saja, nanti akan ada pengawal yang bersama ku."
" Baiklah kau hati hati..." Allinna mengangguk dan dia segera meninggalkan Jovanka/Ara yang menatapnya kepergian dirinya.
__ADS_1

" Wanita lembut seperti itu ternyata juga memiliki keluarga yang mengerikan..." Gumamnya dengan pelan. Jovanka terkadang tidak memiliki rasa tidak percaya bahwa temannya yang lembut seperti Allinna memiliki sosok keluarga Mafia yang juga sama di takuti oleh banyak orang.
Perbandingan dari Dragon Red dan Dio Della Morte adalah jika Dragon Red di ketahui siapa pimpinan nya dan Tuan Johan tidak akan segan terang terangan melukai orang yang sengaja mengajaknya berperang, mereka juga memiliki pengawal yang tak kalah kuat dari pengawal dari Dia Della Morte.
Bahkan Dragon Red yang mengajari pengawal dari Dio Della Morte ala Militer hingga mereka bisa memukul lawan nya dengan cepat terjatuh.
Sedangkan Dio Della Morte adalah Mafia yang memiliki bisnis terbesar di dunia gelap. Semua orang tidak ada yang tahu siapa pimpinan dari mereka semua, hanya orang orang tertentu yang mengenal siapa pimpinan dari mereka semua. Pimpinan yang dulu adalah Jonathan Cristopher yang selalu memimpin dengan rasa tegas serta dinginnya, sedangkan sekarang pimpinannya berahli kepada sepupunya yang sudah di anggap seperti adik kandung sendiri Zac Kozan yang memimpin dengan kejam dan tak mau mengenal kata kata kalah serta ampunan.
Nyawa di balas nyawa adalah simbol dari Jonathan berikan dulu tapi semenjak ada korban Hugo dulu simbol itu hilang dan sejak kabar kematian dari Abhi serta Monica simbol itu kini di terapkan kembali hingga saat ini.
Zac adalah pimpinan yang tepat untuk mengantikan posisi dari Jonathan yang tegas dan dingin. Zac adalah orang yang tidak suka dengan hal main main, apa yang membuatnya terluka maka lawannya juga harus sama terlukanya, seperti yang saat ini dia alami. Misi saat ini adalah mencari keadilan untuk seorang Paman nya yang sudah meninggal.

Sedangkan laki laki yang ada di dalam nya yang duduk di belakang kini tak sadar jika mobil yang membawa nya telah di ikuti oleh orang yang tak mereka kenal. Sang supir hanya melirik ke arah pengawal nya yang duduk di sebelahnya.
" Arah jam 7 mengintai..." Sang supir yang bicara pelan membuat sang pengawal langsung melihat kode yang di berikan oleh sang supir.
Sang pengawal hanya bisa tenang agar bos yang duduk di belakang tidak panik, mereka tahu bahwa bos nya kali ini tidak pernah mengalami kejar kejaran dalam mobil atau dalam bahaya.
" Apa mereka orang kita?"
__ADS_1
" Sepertinya tidak, mobil asing bagi kita..." Jawabnya dengan tenang dengan melihat ke arah jam 7 melalui kaca atasnya.
" Kalian sedang membicarakan apa?" Alex yang dari tadi hanya diam kini membuka suaranya ketika mendengar suara pelan dari orang orang di depannya.
" Tidak ada bo-"
Brugh!! suara benturan yang keras ketika mobil mereka di tabrak dengan kencang oleh orang yang mengikutinya dari tadi. Alex yang tidak tahu apapun langsung terguncang badannya dengan hebat. Kepalanya yang tak siap kini sedikit terbentur kursi yang ada di depannya itu.
" Bos anda tidak apa apa?" Pengawal itu langsung melihat bosnya yang tadi terbentur keras kepalanya.
" Tidak!! siapa yang menabrak kita?" Alex menyentuh kepalanya yang terasa berdenyut sakit karena ulah dari mobil yang di tabrak dari belakang.
Sang supir langsung melajukan mobilnya dengan kencang hingga membuat Alex bertambah bingung, dia masih sulit mencerna apa yang terjadi dengan dirinya.
" Kita di ikuti orang?" Alex yang baru paham tentang ini semua kini sedikit panik ketika mobil yang mereka naiki di ikuti orang.
" Bos tenang serahkan semuanya kepada kita. Anda pakai salt belt nya bos..." Alex dengan cepat memakai apa yang di katakan oleh pengawalnya.
Sang supir kini dengan cepat melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi dan mereka yang mengikutinya pun juga melajukan kecepatan tinggi.
" Kau tahu jalanan di ujung sana jarang di lewati orang, kita lewat sana agar kita bisa melawan mereka..." Alex yang mengatakan itu di angguki oleh kedua orang yang mengawalnya.
" Arah Jam 7 mengintai mobil kita..." Pengawal itu nampaknya menghubungi temannya untuk membantunya karena mereka tidak tahu seberapa banyak orang yang ada di dalam mobil yang menyerang mereka saat ini.
__ADS_1
" Mereka akan segera tiba..." Katanya dengan memberi tahu bos nya.