
Pertemuan itu membawa keadaan yang tak menyenangkan bagi mereka semua, sedangkan Andre sendiri menjadi takut karena laki laki itu kini malah muncul di depan nya itu.
Pengkhianatan yang di lakukan oleh Marco waktu itu membuat luka mereka begitu mendalam. Ketakutan yang di alami Andre kini bertambah ketika laki laki itu mengatakan tentang wanita kecil adik nya, Monica.
"Kita bertemu di markas, nanti kita akan membahasnya..." Steve kini tahu rasa khawatir seperti apa yang di alami oleh temannya itu.
Setelah Marco pergi dari sana Andre hanya bisa terdiam dan menahan dirinya yang begitu kesal. Andre hanya menendang angin yang melewatinya.
" Kenapa tak kau ijinkan aku memukul nya tadi, aku sudah gatal ingin menghajarnya..." Andre meluapkan rasa emosinya yang dari tadi di tahan.
" Kita tak bisa melawan orang itu dengan emosi, kita harus menyusun rencana untuk menghancurkan nya..." Steve kini menyentuh pundak temannya itu.
" Kembali lah, nanti kita bertemu di markas. Kita akan bahas masalah ini..." Andre tak menjawabnya melainkan berjalan menuju sepeda motornya, menaikinya dengan kecepatan tinggi karena rasa amarahnya sudah begitu memuncak.
Steve kini memasuki mobil nya dengan pemikiran yang tak bisa di artikan oleh dirinya.
" Hentikan aku di tempat di mana Jennifer tadi berhenti..." Ucapnya pada sang supir.
Sang supir kini dengan cepat menghentikan di mana tempat yang tadi. Steve juga dengan cepat turun dari sana, sedikit berlari menuju gubuk tempat di mana wanita itu berada.
" Jika kau macam macam aku tak segan untuk mundur dari misi ini..." Ancam Jennifer kepada seseorang yang ada di ujung telfon sana.
" Kau tak akan bisa mundur dari misi ini, aku akan menghukum mu jika kau mundur..." Ancam balik orang yang ada di balik sana.
" Aku tak peduli, aku tak suka kau mengintai ku dan tahu semua apa yang aku kerjakan. Kau pikir nyawa ku lelucon untuk mu, kau ingin aku mati di sana..." Jennifer menyemburkan emosinya kepada Mr.X yang mengatakan bahwa harusnya dia ikut penyerangan tadi.
" Kau bodoh, harusnya kau tadi tak usah turun aku harus lihat siapa lawan mereka..." Ucapnya.
" Kau di sini saja, dan aku mundur dari misi mu. Aku tak ingin mati konyol di sini. Aku yang mencari apa yang kau mau, aku yang mempertaruhkan nyawa ku tapi kau yang hebat di mata semua orang..." Jennifer tersenyum kecut ketika dirinya yang harus menyelamatkan nyawa nya tapi malah bos nya yang di pandang hebat oleh semua nya.
" Aku tak mau tahu lain waktu kau harus ikut melawan, aku tak peduli. Kau harus segera mendapatkan informasi tentang mereka semua..." Panggilan itu langsung di putus oleh Mr.X begitu saja membuat Jennifer sungguh tak bisa berkutik lagi.
Sedangkan dari luar gubuk itu, Steve hanya tersenyum tipis ketika mendengar semua yang di katakan oleh wanita itu, Dia tahu bahwa wanita itu adalah penyusup tapi sayangnya dia belum mengetahui siapa bos nya yang di maki maki oleh wanita itu.
__ADS_1
Kita lihat kau atau aku yang menang di sini. Batin Steve dengan tersenyum penuh kelicikan.
Steve dengan cepat mengetuk gubuk itu dua kali membuat Jennifer panik bukan main.
" Aku Steve, bisa aku buka pintunya..." Jennifer langsung membuka nya dengan menatap Steve yang berada di depannya, dia berdiri dengan tak ada luka sama sekali.
" Kau tak apa?, tak ada luka bukan?, sejak kapan kau datang?" Jennifer kini malah takut bahwa laki laki itu mendengar semua yang dia katakan tadi.
" Baru saja, sebaiknya kita harus pergi..." Steve mengandeng tangan wanita itu, membawa nya sedikit berlari menuju mobil nya yang sedang menunggu di depan sana.
Kini mobil itu dengan cepat melaju, Jennifer malah menjadi takut bahwa Steve mendengar semua ucapannya tadi.
Dia mendengarnya atau tidak?, jika dia mendengarnya kenapa dia diam saja, bukankah tadi dia mengancam akan menghabisi ku jika aku seorang penyusup. Batin Jennifer yang tak karuan.
" Jika ada apa apa hubungi aku segera, aku takut ada yang menyerang mu..." Steve langsung berkata pelan ketika dirinya sudah berhenti di sebuah apartemen milik dari Jennifer.
Mobil itu kini berjalan cepat menuju markas di mana mungkin saat ini Andre sedang berbicara dengan Adiknya, Monica.
" Suhu bisa kita bicara?" Andre yang baru tiba langsung menghampiri Suhu itu yang sedang melatih orang orang nya.
" Hmm...kita istirahat dulu..." Semua orang yang ada di sana kini bubar untuk istirahat. Tinggal Suhu cantik dengan Andre seorang di sana.
" Monica katakan pada ku, bahwa kau mencintai Abhi?" Monica langsung mengerutkan keningnya mendengar apa yang di tanyakan oleh kakak nya itu.
" Tentu aku mencintai Abhi..." Jawabnya dengan menatap sang kakak.
" Maka segeralah menikah dengan nya..." Sebuah perkataan kakak nya membuat wanita itu langsung terdiam dia tak menyangka sang kakak malah mendesak untuk pernikahan dirinya.
" Aku memang mencintai Abhi kak tapi untuk menikah aku masih belum siap..." Tolaknya dengan cepat.
Andre menyentuh tangan Monica dengan menggenggam nya dengan erat serta tatapan ketulusan dan harapan untuk adiknya itu.
__ADS_1
" Kapan kau siap menikah dengan nya Monic?, ini sudah lama dan umur kalian sudah matang. Abhi sudah siap menikah dengan mu, tinggal kamu yang harus siap sekarang. Aku akan tenang jika kau sudah menikah dengan nya..." Andre berkata lembut menatap adik nya agar adik nya mengerti apa yang di katakan oleh dirinya.
" Lu kenapa si?, kita sudah membahasnya dan kau setuju bawa aku akan menikah jika aku siap. Dan saat ini aku belum siap, aku masih tak ingin terburu buru dalam pernikahan ini..." Monica melepaskan tangan kakak nya itu, dia berjalan menjauhi kakak nya yang dari tadi memaksa untuk dirinya segera menikah.
" Tapi sampai kapan kau akan seperti ini dengan Abhi, atau kau tak serius dengan Abhi?, kau hanya ingin main main dengan nya?"
" Tentu aku serius Andre, tapi aku sungguh tak ingin terburu buru. Biarkan semuanya mengalir, aku sama Abhi juga masih saling mengenal..." Monica tetap tak ingin segera menikah, pernikahan itu harus di pikir matang matang dia tak ingin menikah karena rasa terpaksa.
" Tapi aku sebagai kakak mu, aku berhak menyuruh mu untuk menikah..." Andre tentu saja tetap ingin memaksa adiknya menikah.
" Tapi-"
" Jika kau tak ingin menikah dengan nya maka putuskan Abhi..." Monica di buat tak percaya dengan apa yang di katakan kakaknya.
" Sebenarnya ada apa dengan mu?, kenapa kau seperti ini. Katakan ada apa?" Monica tentu saja memaksa kakak nya untuk mengatakan yang sebenarnya.
" Marco kembali, dia kembali ingin membawa mu dari sini..." Perkataan Andre membuat wanita itu mundur seketika, dia hampir limbung mendengar nama itu.
" Siapa Marco Suhu?" Semua orang menatap suara itu dengan terdiam.
Bersambung ya mak 🤭 Empat dulu ya besok lagi yang banyak 🤭 tangan mince lagi sakit 😁
Visual kagak muncul ya mak 😁 lihat di status wa mince aja 🤭
Selamat Hari Weekend 🤩🤩
Budayakan tinggalkan jempol dan ramaikan kolom komentar dulu dong mak 🤭 Kasih vote dan hadiah nya juga dong buat mince 😁 agar mince tetap semangat nulis 😍😍😍
Ini nomer mince ya mak 081324594302 kalian hubungi mince, kita ngehalu sama sama mak 😂 kalian jika mau hubungi mince pakai sandi ya mak, jawab pertanyaan mince.
Siapa nama abang mince yang masih ada darah sepupu dengan Jonathan Cristopher?, itu sandi nya para mak mak yang tahu.
Terima kasih buat kalian semua ya 😘😘😘
__ADS_1