Wanita Nakal

Wanita Nakal
Wanita Nakal Musim3_ Kemarahan Mereka 19


__ADS_3

" Bukan kah seorang harus bisa menempatkan dirinya di mana pun berada?, aku kini licik ketika aku ada di depan kakak ipar ku..." Maria kini hanya bersikap santai dengan apa yang di katakan oleh kekasihnya.


" Terkadang aku tak mengerti dengan cara pemikiran wanita. Di luar mereka menangis tapi sebenarnya hati dan pikiran nya sedang menyusun rencana yang tak akan bisa di tebak oleh para laki laki."


Itulah keistimewaan wanita, apa yang di katakan di bibir kadang tak sama dengan apa yang di katakan di hatinya. Hati dan pikirannya selalu sama tapi tidak mulutnya.


Sikap nya yang dingin dan acuh sebenarnya hanya untuk mengelabui orang lain, wanita memiliki pemikiran yang tak bisa di tebak dengan mudah oleh para laki laki. Terkadang dia menangis merasakan kesedihan tapi sedetik kemudian dia akan merasakan kebahagian dan dengan muda melupakan kesedihan itu.


Berbeda dengan laki laki!, laki laki selalu mengatakan apa yang ada di hati dan pikirannya, apa yang mereka pikirkan mereka pasti akan melakukan tanpa harus memikirkan semuanya. Laki laki selalu memiliki pemikiran yang praktis di banding pemikiran wanita yang selalu ribet dengan jalan pemikirannya sendiri.


" Lalu sekarang bagaimana dengan kakak mu?"


" Biarkan pihak rumah sakit yang mengurusnya, aku ingin datang ke penjara mengabarkan berita sedih ini kepada kakak ku tersayang aku mau lihat wajah kehancuran nya."


Maria kini meninggalkan rumah sakit dengan di ikuti oleh Andre yang akan mengantar kekasihnya menemui kakaknya. Maria dari tadi tak ada hentinya tersenyum misterius. Tapi Andre kini melihat ada kegetiran rasa sakit dan kecewa tapi Andre tak tau dia berikan kepada siapa semua itu.


Andre hanya bisa menemaninya tanpa bisa bertanya banyak kepadanya. Apapun keputusan wanita itu Andre yakin kekasihnya sudah memikirkan semuanya. Maria yang membuat Anna tenang tak merasakan sakit adalah tindakan yang tak muda tapi nyatanya wanita itu bisa melakukannya dan rasa sesal itu seakan tak pernah bersinar di wajah ayu nya.


" Aku tunggu di sini..." Maria mengangguk ketika seorang sipir mengantarkan dia keruangan yang di depannya di batasi oleh kaca dan ada sebuah telfon yang untuk menyambungkan dia dengan kakak nya.


Maria hanya sebentar menunggu di sana, tangannya sedikit gemetar, matanya sedikit berkaca kaca tapi dia berusaha kuat, dia tak boleh lemah di depan kakak nya, tapi sandiwara harus tetap di jalankan di sini.


" Maria..." Gumamnya dengan senang. Adriano senang karena adiknya mau menemuinya di sana. Jalannya penuh dengan hati hati tangan nya kini menyentuh perutnya yang masih basah karena bekas jahitan kemarin.


Maria dengan cepat mengambil gagang telfon tersebut sebaliknya dengan Adriano yang juga mengambilnya. Senyum Adriano tak luntur sedikit pun dia senang bukan main.

__ADS_1


" Apa kabar mu Maria?" Adriano tak sabar menanyakan kabar adiknya. Kali ini dia bari sadar bahwa keluarga sangatlah penting saat ini, kekayaan dan jabatan tak ada gunanya, di tambah lagi teman. Yang ada di saat kesusahan adalah sosok keluarga.


" Seperti yang kau lihat aku baik..." Ujar nya dengan ketus. Maria sebenarnya juga terluka mengatakan hal itu tapi kejahatan yang di lakukan oleh kakaknya juga tak bisa di maafkan begitu saja. " Kenapa dengan perut mu?"


" Tak apa hanya luka kecil, tak perlu khawatir."


" Aku tak mengkhawatirkan mu!, kau ada disini karena ulah mu sendiri yang mengusik kehidupan orang yang lebih berkuasa, sekarang kau tau bukan bahwa keluarga mertua mu tak sekaya yang kau pikirkan, tak sehebat yang kau banggakan kepada kami."


" Aku tau Maria dan aku sekarang sadar bahwa semuanya tak ada gunanya jika aku di sini, saat ini aku hanya butuh dukungan dari keluarga dan hanya kamu yang aku punya saat ini, keluarga ku yang aku punya saat ini hanya kamu..." Ujar nya dengan pelan dan penuh penyesalan.


Maria kini tertawa di ujung telfon tersebut membuat Andriano sang kakak mengerutkan keningnya, tawanya hanya untuk menutupi kesedihan hatinya yang sebarnya tak tega melihat kakaknya yang seperti itu.


" Keluarga?, baiklah aku emang keluarga mu sekarang. Di saat kau tak memiliki siapapun kau ingin menganggap aku keluarga mu, tapi di saat kau kemarin memiliki semuanya kau membuang ku!, keluarga macam apa seperti itu..." Maria tertawa getir ketika menyadari nasibnya yang tak sebaik yang dia bayangkan.


" Dan demi hidup mu yang salah kau membuang keluarga kandung mu..." Potong Maria dengan cepat. " Tapi jangan bahas itu aku ke sini hanya ingin membawa kabar, bahwa istri tercinta mu melakukan bunuh diri dengan lompat dari lantai kamar ku."


Adriano terkejut bukan main dia tak menyangka istrinya bunuh diri. " Bagaimana bisa, sekarang bagaimana keadaannya?"


Maria menceritakan semuanya dirinya yang ingin mencari Anna tapi sudah melihat Anna tergeletak di tanah dengan darah yang banyak.


" Tapi sepertinya Tuhan berkata lain, Anna mu kini sudah pulang, saat ini pihak rumah sakit yang akan mengurusnya, dan tenang saja aku yang akan mengurus penghormatan terakhirnya."


Adriano kini diam dia syok bukan main, dia tak menyangka bahwa istrinya begitu cepat meninggalkannya. " Kakak tenang saja, orang yang kalian buang ini yang akan mengurus semuanya dan yang akan membayar semuanya. Nanti dia akan aku makamkan di sebelah tanah ibu, agar mereka saling mengobrol jika bertemu di sana."


" Maria kau gila, kau yang membunuh kakak ipar mu sendiri, kau pembunuh Maria..." Tuduhnya dengan cepat.

__ADS_1


" Aku tak melakukan apapun tapi kau menuduh mu membunuh istri mu?"


" Tidak mungkin dia bunuh diri, kau yang mendorongnya Maria."


" Ssstttt jangan berteriak aku masih bisa mendengar apa yang kau katakan kakak ku sayang..." Maria malah bersikap tenang meladeni kakak nya yang menatap tajam ke arahnya. " Dia lompat sendiri dan aku baik hati aku juga yang membawa nya ke rumah sakit, aku juga yang menemaninya di sana. Bahkan aku juga yang meringankan bebannya, mengambil rasa sakit itu dengan satu suntikan!, dan sekarang kau mengatakan aku gila dan membunuhnya?"


Adriano kini benar benar tertegun dengan apa yang di dengar langsung dari mulut adiknya dia tak menyangka gadis kecil yang dulu dia peluk dia gendong kini bisa melakukan hal itu.


" Maria kau-"


" Kau tau aku menyimpan luka yang besar kepada kalian dan saat ini luka ini terbalaskan dengan setimpal, sekarang kau merasakan kehilangan orang yang kau sayangi dan sekarang aku tak akan bisa memiliki keluarga dan aku sendirian di sana tanpa ada keluarga yang mendampingi mu."


" Maria kau tak bisa seperti ini, kau begitu tega melakukan ini kepada kita..." Teriaknya dengan kencang.


" Berbuat baiklah dengan ku, jika tidak aku akan mengirim tubuh istrimu ke hutan agar di makan hewan di sana, tapi tunggu sepertinya itu ide tak terlalu buruk..." Maria kini tersenyum licik.


" Maria... Maria...jangan lakukan itu, Maria...." Adriano kini berteriak kencang tapi wanita itu kini meninggalkan kakaknya yang meneriaki nya dengan kencang.


Maria hanya melambaikan tangan nya dengan sikap acuhnya. Adriano kini merasakan kehancuran yang sempurna semuanya tak ada lagi, semuanya hancur karena ulahnya sendiri.


Istrinya meninggalkan dirinya untuk selamanya sedangkan adik satu satunya sengaja yang membuat ini semua.


Seorang monster yang bangkit dari orang yang diam akan membuat kehancuran yang tak akan bisa membuat kalian bangkit dari kehancuran tersebut.


Bersambung besok ya mak 🤗 bisa bantu subsc*ribe* di cha*nel you*tub*e Coretan tinta biru Forget Love 🤗🤗 makasih 😍😍😍

__ADS_1


__ADS_2