
" Kau dari mana?" Andre langsung bertanya ketika Steve duduk di sebelahnya.
" Ada yang harus aku kerjakan."
" Kau memiliki misi?" Steve hanya mengangguk pelan.
" Perlu aku bantu?" Abhi kini menatap laki laki itu.
" Tidak perlu, aku bisa melakukan nya sendiri..." Semua orang yang ada di sana kini mengangguk pelan karena mereka tahu bahwa Steve tak akan mau di bantu jika dirinya memiliki misi.
Dia hanya akan menyuruh tim yang sudah dia tunjuk tapi tidak akan melibatkan orang yang terlalu banyak pada misi misi nya itu.
Sedangkan dari kejauhan ada seseorang yang mencurigakan, para Sniper serta para tim hantu itu kini sudah mengawasi nya dari jarak jauh. Jika dia bergerak dapat di pastikan mereka juga bergerak dengan cepat.
" Kau laporkan pada Andre, bahwa ada yang sedang mengintai kita dari tadi..." Seseorang anggota itu kini berbisik pada rekannya.
" Aku akan melapor, kau segera bergerak..." Rekannya itu mengangguk. Orang itu pun dengan cepat melaporkan kepada pada yang lain bahwa ada yang mencurigakan.
Tap, tap, tap, tap orang itu kini berlari dengan pelan dengan di ikuti beberapa orang yang ada di sana. Orang yang mengintai itu pun sadar bahwa mereka berdua tengah di kepung oleh orang orang yang bersenjata.
" Sial.. lari..." Teriak salah satu dari mereka kini akhirnya juga ingin lari dari sana.
Aksi saling kejar mengejar pun terjadi di antara hutan itu, kedua orang itu pun segera berlari dengan cepat ketika melihat bawah dirinya tengah di kejar oleh beberapa orang yang ada di belakang nya itu.
" Sial..." Umpatnya dengan tetap berlari menuju mobil mereka yang sengaja mereka parkir jauh dari tempat mereka mengintai tadi.
__ADS_1
Mereka berdua terhenti ketika mereka berdua kini telah di hadang oleh beberapa orang, di belakang pun juga tengah di hadang oleh beberapa orang yang ada di sana. Kedua orang itu kini nyali nya ciut ketika melihat musuh nya mungkin ada dua puluh orang yang menghadang mereka.
" Sedang apa kau di sini?" Nada membentak dari orang itu membuat kedua orang itu hanya saling mundur.
" Kami hanya kebetulan lewat sini dan tanpa sengaja melihat rumah besar itu."
" Lihatlah kami sedang ingin memancing di danau sana tapi kalian malah mengejar kamu..." Timpal salah satu dari mereka yang memang dirinya tengah membawa peralatan pancing.
" Memancing?, kalian ingin memancing?" Kedua orang itu mengangguk dengan segera.
" Siapa yang menyuruh kalian?" Suara dari arah belakang yang dingin serta dua pistol sudah berada di belakang kepalanya membuat kedua orang itu tak berkutik. Mereka berdua hanya saling diam.
" Ku tanya satu kali lagi, siapa yang menyuruh kalian datang kemari?" Kedua laki laki itu hanya bisa merinding ketika orang yang ada di depan nya kini menekan kata kata nya dengan sinis dan dingin.
" Kami hanya orang biasa yang pergi memancing di danau sana, dan kebetulan melihat rumah mewah yang banyak pengawal."
" Kita bawa ke markas..." Kini kedua orang itu langsung di bawa ke markas sesuai dengan perintah dari bos nya.
Mereka tentu saja tak percaya begitu saja, mereka yang mengatakan bahwa dirinya tengah ingin memancing hanyalah tipuan semata. Mereka bukan orang yang bodoh untuk di bodohi ataupun di tipu seperti itu.
" Ikatan mereka..." Kedua orang kini tengah berdiri dengan kedua tangan di ikat dengan di angkat. Kini mereka semua menunggu kedua orang tersangka itu sadar dari pingsan nya itu.
" Hanya dengan satu pukulan mereka langsung pingsan, cih..." Salah satu dari anggota itu meremehkan kedua laki laki yang sedang mereka curigai itu. Hanya dengan satu pukulan keras mereka jatuh pingsan di sana.
Mereka tak terlalu senang karena tak ada perlawanan yang bisa membuat mereka berkeringat. Tak ada yang seru ketika mereka harus membopong mereka ke markas dengan tak ada cara memberontak sama sekali.
__ADS_1
Sedangkan Jennifer yang dari tadi masih kesal pada bos nya kini menghentikan mobil nya di salah satu supermarket dia ingin berbelanja untuk dirinya sendiri. Jennifer memilih beberapa kemasan yang dia perlukan. Tapi dari kejauhan dia melihat seseorang laki laki bertopi yang dari tadi mengikutinya.
Jennifer yang awal nya tak curiga kini akhirnya merasa sedikit takut karena laki laki itu mengikuti di mana dirinya melangkah. Jennifer dengan cepat membayar semua belanjaan dan segera keluar dari supermarket tersebut.
" Jangan bergerak atau peluru ini menusuk punggung mu..." Laki laki itu yang tahu bawa wanita yang sedang dia intai kini sadar bahwa dirinya tengah di ikuti langsung menodongkan pistol dengan tersembunyi ketika mereka saling berdiri di depan kasir.
Jennifer hanya menelan ludah nya dengan kasar ketika sadar bawa ada pistol yang memang ditodongkan di punggung nya. Jennifer dengan cepat membayar semuanya.
" Keluar pelan pelan dan jangan sampai ketahuan banyak orang, jika kau berani kabur akan ku tembak kepala mu..." Ancamnya dengan berbisik.
Jennifer bahkan tak berkata apapun, dia hanya mengikuti apa yang di katakan orang yang tak dia kenal. Akhir akhirnya nyawa nya menjadi taruhan padahal selama dirinya melakukan misi lain nya dia belum mendapatkan ancaman seperti ini.
Jennifer melangkah keluar dari supermarket tersebut dengan cepat, dia tak ingin orang lain menjadi korban dari peluru panas yang berada di punggung nya itu. Jennifer yang dari tadi diam kini berjalan pelan menuju mobilnya yang tak jauh dari sana.
Bug! Jennifer langsung memberikan siku nya dengan keras ke arah belakang yang mengenai wajah laki laki itu, Jennifer dengan cepat melayangkan kaki nya yang tepat mengenai kepala laki laki itu.
Laki laki itu langsung mundur seketika ketika mendapatkan serangan dadakan itu. Jennifer segera berlari menuju mobilnya dan segera masuk ke dalam mobilnya dia dengan cepat melajukan mobilnya yang terparkir muda di lajukan.
Jennifer dengan cepat menancap gas nya, sedangkan orang tadi kini juga mulai masuk ke dalam mobil nya dan mengejar Jennifer yang sudah dahulu melajukan mobil nya dengan kecepatan tinggi nya.
" Sialan... Kau mengirimkan pembunuh bayaran untuk ku..." Umpatnya Jennifer ketika sadar bawa dirinya tengah di kejar oleh mobil yang berada di belakangnya itu.
Aksi kejar kejaran itu tak bisa di hindari, suara klakson di sana begitu nyaring, Jennifer tentu saja melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi nya agar dirinya tak di tangkap oleh laki laki yang ingin membunuhnya itu.
Bruk!! suara hantaman dari mobil belakang nya membuat dirinya sedikit terkejut bukan main. Jennifer kini mengambil ponselnya dirinya ingin mencari bantuan untuk nyawa nya.
__ADS_1
" Tuan Steve tolong saya sedang dalam bahaya..." Ucapnya dengan cepat ketika panggilan itu di jawab oleh sang pemilik nomer.