
Cla dengan segera menghubungi ayah nya, dengan isak tangis dia menceritakan segala nya, mengatakan semua nya, sang ayah hanya terdiam dengan mengepalkan tangan, karena mendengar pembatalan pernikahan yang di impikan hanya karena video itu. Johan berusaha menguatkan hati putri nya, meskipun hati nya sendiri juga sama hancur. Tapi ayah tetap lah seorang ayah yang harus kuat di depan putri nya.
" Aku akan mengabari jam berapa mereka harus menjemput Cla."
" Baiklah sayang, mereka akan menjemput mu. Jangan bersedih lagi, ada ayah yang akan ada untuk mu."
" Jika tak ada yang menginginkan aku sebagai istri hanya karena video itu, ayah akan malu tentu nya."
" Suatu saat nanti pasti akan ada pangeran yang akan menjemput mu dan menikahi mu sayang, jika pun tak ada ayah akan berusaha mencarikan pangeran untuk mu."
" Aku tak ingin di jodohkan ayah.." Katanya dengan terisak.
" Ayah hanya mencarikan nya bukan menjodohkan.." Sang ayah membantah apa yang di katakan putri nya.
" Tapi jika ibu nya tak menyukai ku lagi akan sama saja ayah hiks, hiks."
" Suatu saat pasti ada ibu peri yang akan menerima mu dengan segala kekurangan mu dan masa lalu mu nak.." Cla tersenyum kecut, dirinya tahu bahwa ayah nya mencoba menghibur diri nya yang dari tadi menanggis.
" Ayah berjanji lah untuk tidak melakukan apapun kepada mereka, jika keluarga ini terluka maka aku akan terluka ayah. Ibu Aneth sudah memberikan aku kesempatan untuk merasakan sosok seorang ibu yang selama ini aku impikan."
" Ayah tak akan melakukan apapun sayang, kamu dan mereka adalah korban dari keegoisan laki laki bajin*gan itu. Jadi tak perlu kamu meminta pun ayah tak akan melakukan apapun kepada mereka."
" Ayah, hiks.. hiks.." Tangisan nya kembali pecah. " Kenapa aku bodoh bisa terjebak dengan laki laki itu selama dua tahun, kenapa aku tak pernah sadar dengan apa yang dia lakukan, jika waktu itu aku tahu, ini tak akan terjadi ayah.." Sambung nya dengan menanggis histeris.
" Semuanya sudah terjadi Cla tak perlu kamu sesali, semuanya sudah terlewatkan. Yang sudah biarkan menjadi pelajaran untuk mu, yang belum kamu harus hati hati lagi."
" Maafkan Cla yang membuat ayah malu, aku tahu ayah sangat malu karena pembatalan ini."
" Ayah tak perlu malu nak, apapun yang kamu lakukan kamu tetap putri ayah, tak akan ada yang bisa mematahkan hal itu. Kau tetap putri ku, jika dunia ini tak ada yang mau dengan mu pun, ayah akan tetap di samping mu. Tapi ayah akan mencari pangeran berkuda putih untuk mu."
" Ayah aku mencintai mu, hiks.. hiks."
__ADS_1
" Jangan menanggis lagi sayang, anggap dia bukan jodohmu. Jika kalian berjodoh, kalian akan di pertemukan lagi dengan cara tuhan yang lain.." Sang ayah hanya mampu menguatkan hati putrinya, meskipun hati nya sekarang ingin marah dan menghajar seseorang.
" Ayah aku ingin istirahat, aku sungguh lelah. Besok aku akan mengabari lagi."
" Baiklah sayang, sebaiknya kamu tidur. Ayah akan menunggu mu besok di rumah.." Panggilan itu pun berakhir dengan perasaan mereka yang sama sama terluka.
Cla perasaan nya kali ini benar benar hancur, air mata nya sungguh tak ingin berhenti karena sangat terluka. Johan juga sama sama hancur nya, kali ini dia tak bisa lagi menahan apa yang sedari kemarin dia tahan.
Byur!! Johan yang menyuruh anak buah nya menyiramkan air kepada wajah hans yang masih tertutupi kain hitam dan tangan di ikat ke atas.
Bug!! Bug!! Dua pukulan yang di kenakan di wajah Hans, dengan segera mengeluarkan darah segar di sana. Johan yang mengikat tangan nya dengan sebuah rantai besar. Bugh!! Pukulan di perut juga membuat nya terluka.
" Ada apa dengan si bos?, kenapa tiba tiba membabi buta seperti itu.." Bisik anak buah nya kepada asisten johan.
" Diam lah.." Bentak nya membuat orang itu terdiam.
Bless, Bless, Bless, tiga tusukan itu membuat Hans mengeluarkan darah segar dari mulut nya.
" Uhuk.. uhuk..uhuk.." Batuk kan itu dengan segera mengeluarkan darah segar dari mulut nya.
Hans yang sudah tak berdaya karena pukulan serta tusukan, membuat nya tak sadarkan diri. Orang orang yang di sana hanya terdiam tak berani mencegah.
" Buang dia ke tempat biasa.." Johan dengan segera keluar dari ruangan itu, ketika memastikan Hans tak bernyawa lagi.
Seseorang sudah siap membereskan semuanya, segera membersihkan tubuh nya, serta darah yang menetes di sana. Semuanya sudah terlatih dengan tugas mereka masing masing.
***
" Selamat pagi semuanya.." Alex pagi ini datang dengan wajah yang begitu gembira.
" Selamat pagi sayang, kamu sudah datang?" Sang ibu Aneth yang pura ceria ketika mendengar suara putra nya.
" Honey, kamu sudah datang, selamat pagi.." Cla juga menyapa nya dengan senyuman yang di paksa kan.
__ADS_1
Alex menatap kedua wanita itu secara bergantian, dengan meneliti mereka secara bergantian. " Kenapa dengan mata kalian, kenapa bengkak seperti habis menanggis?"
Sang ibu dan Cla yang gugup ketika mendengar pertanyakan dari Alex yang tak bisa mereka jawab secara langsung. " Apa terjadi sesuatu semalam hingga kalian berdua menanggis?" Tanyanya dengan penuh kecurigaan.
" Aku dan ibu menonton film drama yang menguras air mata honey.." Cla tentu saja berbohong, Cla menyisipkan tangan nya ke lengan kekasih nya yang dari tadi menatap dirinya penuh dengan kecurigaan.
" Memang nya apa yang tejadi, tak terjadi apapun.." Sang ibu nampaknya juga mengikuti Cla berbohong.
" Astaga, jadi kalian hanya menonton drama hingga mata kalian bengkak di pagi hari.." Cla dan sang ibu nampaknya lega karena Alex percaya dengan apa yang mereka katakan.
" Jangan membahas hal itu lagi, sebaiknya kita segera sarapan.." Sang ibu mengalihkan pembicaraan tersebut. Kini mereka bertiga tengah sarapan, Cla dan Aneth merasa canggung tak seperti biasa nya.
" Alex, ibu sudah siapkan tempat untuk kalian menghabis kan waktu berdua saja."
" Ada acara apa ibu menyiapkan tempat untuk kita?"
" Ibu melihat kau terlalu sibuk hingga kalian berdua tak memiliki waktu bersama, ibu juga tak pernah melihat kalian jalan jalan."
" Ibu aku dan Alex akan menghabiskan waktu kami sehari penuh, jadi ibu jangan ganggu kami berdua, kami akan pulang malam.." Cla tersenyum dengan terpaksa, sang ibu Aneth menepati janji untuk mengatur waktu mereka berdua saja.
" Baiklah sayang, ibu tak akan menganggu acara kalian."
" Honey kapan kita berangkat, aku tak sabar jalan jalan di sini bersama mu.." Cla yang harus pura pura tersenyum bahagia agar tak membuat Alex curiga.
" Setelah ini kita bisa berangkat Honey.." Alex juga tersenyum bahagia karena melihat wanita nya bahagia.
Aneth menghapus air mata nya yang hampir terjatuh, Aneth juga tahu wanita yang di depan nya ini dengan susah payah menutupi kesedihan nya serta ke hancuran hati nya. Cla sudah terlatih dengan segala sesuatu yang terjadi.
Di usia nya yang dulu dia harus merasakan di tinggal ayah nya yang masuk ke dalam penjara. Kesabaran dan kehancuran nya waktu itu harus terulang lagi sekarang, kali ini rasa sakit nya harus berlipat ganda.
__ADS_1
See you Hans 😭😭 kita tinggalkan Hans ya 😁
Like dan komen dulu yuk, Vote masuk hari Senin ya 🙏