Wanita Nakal

Wanita Nakal
Wanita Nakal Musim3_ Heboh 1


__ADS_3

Pagi ini semua berita menayangkan kabar gugurnya pada prajurit ke police yang sedang bertugas semalam, semua dari berita online maupun semua media sedang menayangkan kabar nya hal itu. Abhi yang melihat nya membuat nya merasa bersalah serta sedih. Dia yang telah membunuh para anggota itu, membunuh teman teman nya yang sedang melawan nya semalam. Tapi dia harus lakukan itu untuk melawan musuh nya, melindungi keluarga kecil nya.


" Ayo ikut aku..." Andre yang dari tadi memperhatikan ekspresi wajah laki laki itu mengerti dengan benar kenapa laki laki itu terdiam dengan raut yang begitu sedih.


" Kemana?" Tanyanya.


" Sudahlah ikut saja..." Abhi akhirnya mau tak mau dia harus ikut kemana laki laki bertato itu mengajak nya pergi.


Andre yang melajukan mobil nya dengan kecepatan tinggi membuat Abhi harus menahan rasa takut nya jika tiba tiba mobil nya oleng dan menabrak penguna jalan.


" Pelan bro, lu mau kita mati..." Akhirnya Abhi tak bisa menahan rasa kesal nya karena dari tadi laki laki itu tak berhenti menginjak gas nya agar melajukan mobil itu dengan cepat.


Tapi Andre tentu saja tak menghiraukan nya, dia malah menikmati wajah Abhi yang gelisah karena mengemudi dengan kecepatan tinggi.


" Lu biasa nya akan angguk sekarang lu diam kayak anak ayam..." Ejek nya pada Abhi itu.


Abhi sebenarnya menahan amarahnya, dia tak mungkin meluapkan amarahnya pada laki laki yang di samping nya, dia tahu betul siapa laki laki itu, jika tak ada dia, tak mungkin kemarin dia bisa menemukan laki laki yang bernama Lucas itu.


Cittttt!!! suara gesekan mobil dengan jalanan membuat suara itu begitu terdengar keras, tekanan pada rem mobil yang mendadak membuat mobil yang melaju cepat itu seakan berputar putar di depan gerbang besar itu. Abhi di buat pusing oleh tingkah Andre itu, sedangkan Andre menyukai wajah gelisah dari police arogan itu.


" Kau ingin membunuh ku ha?" Bentaknya ketika mobil itu berhenti dan mereka keluar dari sana.


" Kau tak pernah merasakan nya?, membosankan sekali hidup ku. Aku pikir pimpinan tim kriminal akan menyukai hal hal gila seperti itu..." Jawabnya dengan santai dengan masuk ke dalam halaman itu dengan jalan kaki. Sedangkan mobil nya di masukan oleh para penjaga yang ada di sana.


" Aku memang tim kriminal tapi tak mungkin aku membahayakan tim ku seperti yang kau lakukan tadi..." Amarahnya tak bisa di tahan karena jantung nya tadi begitu terasa ingin lepas dari rongga tubuhnya.


" Kau pengecut.. hal seperti aja membuat mu marah.. itu belum apa apa. Di mana nada sombong mu dan sikap arogan mu waktu di kesatuan kemarin he..." Andre tentu saja dengan senang menggoda laki laki yang ada di belakang nya itu, mengikuti nya dari tadi.


Abhi tak menjawabnya dia diam saja meskipun hatinya ingin menjawab apa yang di lontarkan laki laki itu. Andai saja dia tak butuh bantuan laki laki bertato itu, dia tak mungkin mau diam saja.

__ADS_1


" Ini tempat apa?" Abhi mengedarkan pandangan nya, menatap sekelilingnya yang begitu banyak para orang orang latihan.


" Selamat datang di markas kami..." Andre menatap laki laki itu yang ada di belakang nya dengan tersenyum. " Ini markas ku, tempat orang orang ku berlatih..." Sambungnya.


" Kau menyediakan tempat latihan untuk orang orang mu?, perampok maksud mu?" Tanyanya lagi. " Ini sungguh keren, kau melatih mereka dengan semua senjata..." Katanya dengan takjub dia tak percaya bahwa kelompok perampok ini dilatih layak nya ala militer.


" Kau sekarang tahu kenapa mereka tak bisa kau lawan bukan?, tim mu bukan lawan nya..." Abhi mengangguk mengerti, dia tahu kenapa para mafia ini tak bisa di tembus oleh para police meskipun itu komandan ataupun jendral sekali pun.


" Selamat datang bos Andre..." Suara wanita yang membuat Abhi menatapnya tak percaya bahwa ada sosok wanita yang begitu cantik di sini.


" Terima kasih..." Jawabnya dengan santai. " Bagaimana latihan mereka selama aku tak ada?" Sambungnya lagi.


" Mereka tetap latihan dengan benar bos, hanya saja-" Dia tak melanjutkan ucapnya ketika menyadari bahwa ada mata lain yang memperhatikan nya dari tadi.


" Ah dia Abhi, orang kita. Singa yang membawa ke kita. Dia meminta bantuan kita untuk mengungkap musuh nya yang menewaskan kedua orang tua nya serta yang mencelakai adik nya..." Andre dengan cepat menjelaskan ketika wanita itu menatapnya dengan tanda tanya. Wanita itu mengangguk mengerti.


" Abhi dia Suhu di sini, dia bagian kung fu. Kau bisa memanggil nya Suhu..." Abhi menelan ludahnya tak percaya bahwa wanita yang sedang dia tatap itu adalah guru kung fu di sini.


" Kau bisa berlatih dengan nya..." Andre tersenyum mengejek kali ini. " Suhu kau bisa mengajari nya, jangan sungkan untuk mengajar nya, karena dia meremehkan mu..." Katanya dengan tersenyum senang.


" Kau..." Abhi memukul lengan laki laki itu dia memandang wanita itu dengan tatapan datarnya, sedangkan wanita itu memasang wajah yang siap menerkam nya kapan pun.


" Silahkan tuan Abhi, aku akan sangat senang melatih anda..." Suaranya lembut tapi penuh penekan di sana.


Abhi menelan ludah nya kasar dia tahu bahwa wanita itu kesal karena ucapan Andre tadi.


" Bisakah nanti saja kita latihan nya, aku masih tak ingin berlatih..." Abhi tentu saja tak ingin sekarang berlatih dengan guru yang sedang kesal kepadanya.


" Lu tadi meremehkan nya sekarang lu lari dari latihan, dasar..." Andre membubuhi wanita itu dengan tertawa senang karena melihat wajah Abhi yang sudah mati kutu.

__ADS_1


" Andre lu sengaja..." Ucapnya dengan pelan.


" Silahkan tuan Abhi, aku akan menunggu anda di tempat latihan..." Wanita itu langsung pergi menuju ke tempat latihan dan langsung berganti pakaian untuk nya latihan.


" Sana pergi..." Andre mendorong tubuh laki laki itu agar mau menuju ke tempat latihan yang sedang di tunggu wanita itu.


" Lu sengaja bukan?" Andre malah tertawa senang melihat wajah laki laki itu yang tegang.


" Lu siap siap babak belur dengan Suhu wanita itu..." Abhi melotot kan mata nya sedangkan Andre tertawa senang melihat wajah Abhi yang cemas seperti itu.


Emang enak aku kerjain. Batin Andre dengan langkah meninggalkan laki laki yang berteriak memanggil namanya.


" Silahkan tuan, ini baju nya, aku sudah siap..." Wanita itu menyodorkan baju yang harus dia pakai.


Abhi dengan cepat menganti pakaian nya dengan pakaian yang di berikan oleh wanita itu.


" Kamu tadi meremehkan aku, maka jangan salahkan aku jika kamu babak belur di sini tuan Abhi..." Abhi menghela nafas nya dengan kasar ketika mendengar apa yang di ucapkan wanita itu.


Wanita itu kini siap siap dengan kuda kuda nya, dia siap jika menghajar laki laki itu dengan tangan nya.


" Tunjukan keahlian mu dalam bela diri, dan mau serang aku..." Abhi hanya terdiam ketika mendengar perintah dari wanita itu.


" Jangan memiliki alasan bahwa aku wanita kau tak bisa menyerang ku, serang aku..." Sambungnya dengan membentak.


Abhi dengan siap menyerang Suhu itu, dengan cepat Suhu itu menghindar dengan sigap. Abhi memukulnya lagi tapi lagi lagi Suhu itu dapat menghindar.


Bugh !! tendangan yang di layangkan oleh wanita itu membuat Abhi mundur seketika.


" Kau wanita atau wanita jadi jadian, tendangan mu mengalahkan para laki laki..." Katanya dengan memegang perut nya yang sakit.

__ADS_1


" Jangan jadi banci karena sakit menahan tendangan ku..." Desis nya dengan kesal. " Kau tadi meremehkan aku, sekarang bilang tendangan ku seperti laki laki..." Sambungnya dengan wajah datarnya.


__ADS_2