
" Kau tak apa?" Andre menyentuh lengan laki laki yang duduk di sampingnya dengan berdiam diri.
" Aku.. tak.. apa..." Katanya dengan gugup serta sedikit menghapus air mata nya.
" Kau menanggis?" Andre kembali fokus ke arah depan, kali ini dia yang mengendari mobil nya.
" Aku membunuh nya, aku membunuh teman ku..." Katanya dengan gugup, mungkin ini hal pertama yang dia lakukan, jika membunuh musuh dia akan biasa saja, tapi ini membunuh temannya, rekan kerja nya bahkan dia adalah teman sewaktu berjuang bersama sama di pendidikan dulu.
Andre menghentikan mobil nya ke pinggir, dia menatap laki laki yang sedang merasakan kesedihan ketika selesai membunuh teman nya itu.
" Jika kau sudah masuk ke dunia gelap kau harus melakukan hal hal yang tak kau pernah bayangkan sama sekali, kau harus membunuh di banding kau yang di bunuh, kau harus mandi darah lawan mu, di banding lawan mu yang mandi darah mu, itu adalah hal wajar di dalam dunia gelap..." Andre mengatakan untuk memberikan semangat kepada laki laki di sebelah nya itu. Dia tahu bagaimana rasa nya mengalami hal seperti itu, karena dia dulu pernah mengalami hal itu.
" Apa kau yakin melanjutkan misi mu itu?" Andre kini tak yakin ketika melihat laki laki itu sungguh putus asa.
Abhi menghapus air mata nya, menegakan duduknya lagi, dia kembali dengan tegas. " Aku siap, mungkin ini pertama kali nya hingga membuat aku sedikit goyah, tapi sekarang aku yakin. Aku harus melindungi keluarga ku, apapun akan ku lakukan untuk melindungi nya. Aku harus melakukan nya untuk profesional ku dalam misi ini..." Nada ketegasan serta sungguh sungguh itu membuat Andre tersenyum.
" Ingat kau harus memilih membunuh atau di bunuh..." Abhi mengerti sekarang bagaimana kejamnya duni gelap ini. Dia terpaksa harus turun sendiri ke dunia seperti ini untuk melindungi adik nya. " Kau juga harus siap mengetahui semua musuh musuh mu, kadang lawan mu adalah orang yang tak anggap musuh..." Sambungnya lagi. Andre kini menghidupkan mesin nya dan kembali melajukan mobil nya lagi.
" Maksud mu apa, aku tak mengerti?"
" Kadang musuh mu ada di sekeliling mu sendiri Abhi, kau terlalu sibuk dengan dunia police mu hingga kau kadang tak sadar bahwa lawan mu menyerang mu dari belakang secara perlahan lahan..." Abhi mencerna setiap kata kata yang di ucapkan laki laki bertato itu.
" Aku memang kadang tak peka dengan orang orang yang ada di sekeliling ku..." Dia berfikir keras siapa yang di maksud dengannya.
" Apa yang ingin kau lakukan jika kau tahu siapa yang mencelakai keluarga mu?"
" Membunuh nya..." Jawabnya dengan cepat.
" Kau langsung membunuh nya?" Abhi mengangguk. " Dia dengan muda merasakan sakit lalu langsung meninggal, tapi kau dan adik mu merasakan kesusahan setelah di tinggal keluarga mu..." Sambungnya lagi, Abhi hanya diam dia mencoba mencerna kata kata nya.
" Mungkin membunuh nya secara perlahan..." Andre tak menjawabnya kali ini.
__ADS_1
...πΌπΌ...
Gas beracun itu kini siap di lemparkan ke arah markas Lucas Borve, kini semuanya telah siap di tempat mereka masing masing. Mereka membawa senjata yang sudah mereka siapkan dari kemarin. Peluru yang langsung di olesi racun membuat para lawan nya akan langsung mati seketika. Steve serta Kris serta Abhi kini juga siap dengan misi penyerangannya, topeng yang dia kenakan juga akan menemani penyerangan ini juga.
Bruak!! Dor!! dor!! dor!!! bantingan pada pintu serta tembakan yang mendadak membuat semua orang yang di sana terkejut dan secara langsung mereka mati seketika, serangan dadakan membuat mereka tak menyiapkan perlawanan apapun. Gas beracun tadi mereka lempar ke arah tempat penjagaan depan markas itu.
Suara tembakan itu kini tak terdengar peredam di pistol mereka kini mulai bekerja dengan efektif. Mereka tak sempat melawan nya karena peluru itu dengan cepat melesat ke arah mereka semua.
" Di mana bos mu itu?" Andre kini mencengkram baju bandit yang ada di depan nya itu.
" Tuan Andre.. saya..." Katanya dengan gugup.
" Kau mengenali ku?, bagus kau mengenali. Di mana bos sampah mu itu ha?" Bentaknya lagu.
" Di atas tuan..." Jawabnya dengan gugup serta takut.
Mereka segera naik ke atas di mana yang di maksud oleh laki laki itu, sedangkan di bawah mereka tengah di jaga oleh para orang orang yang menodongkan mereka senjata.
" Tuan andre.. apa yang kalian lakukan di sini?" Tanyanya dengan gugup serta ketakutan yang menyelimuti hatinya.
Plak!! Satu tamparan yang di layangkan Andre membuat laki laki yang bernama Lucas itu mundur ke belakang karena sangat keras dorongan itu.
" Sudah ku katakan dari dulu jangan ganggu keluarga ku, kenapa kau masih saja mengusik keluarga ku he..." Andre menyipitkan mata nya menatap laki laki yang terdorong kebelakang itu.
" Aku tak menganggu kalian, bahkan aku juga tak menganggu keluarga dari Cristopher..." Bantahnya dia memang tak tahu siapa yang di maksud dengan keluarga nya itu.
Plak !! satu tamparan lagi yang di layangkan oleh Kris membuat laki laki itu tersungkur di lantai kamar nya itu. " Kau dari dulu bandit sampah yang tak tahu apapun, bagaimana dengan orang orang yang menyuruhmu, jika kau sampah seperti ini..." Kris merasa geram karena dari dulu dia tak pernah tahu keluarga siapa yang selalu dia usik hidup nya.
" Tuan tolong maafkan saya, tapi saya sungguh tak tahu siapa yang anda maksud, keluarga siapa lagi yang saya usik. Saya beberapa minggu ini tak menerima tawaran apapun, aku berani bersumpah..." Nada permohonan ampunan kepada para mafia ini, emang benar dia sedang mengusik siapapun tapi orang orang nya yang membuat nona muda mereka harus tidur selama beberapa hari ini.
" Bandit sampah mu yang mengusik kekasih bos ku..." Steve kini berdiri di depan nya. Ketiga laki laki kekar serta kejam kini berdiri di depan Lucas membuat nyali nya begitu ciut seketika.
__ADS_1
" Aku tak tahu apapun tuan.. maafkan saya, tolong ampuni saya..." Katanya dengan memegang kaki dari salah satu dari mereka.
Bug!! pukulan yang di layangkan Abhi kali ini mengenai dahi nya, dia tak berani melawan nya ataupun menolak di perlakukan kasar seperti itu. " Katakan siapa yang menyuruh mu melukai keluarga Phelix?" Abhi kini berjongkok di depan nya dengan mengamati wajah laki laki itu.
" Phelix?" Dia mengulangi nama itu, nama yang pernah dia dengar tapi siapa dia.
" Kau melupakan nama itu he?" Tanyanya sekali lagi.
" Tuan maafkan saya..." Katanya lagi.
" Dengarkan aku, bandit mu telah melukai adik ku, dan hampir membunuh nya. Sekarang aku mau kau mencari tahu siapa yang menyuruh bandit mu itu untuk menyerang keluarga Phelix."
" Cari tahu siapa yang menyuruh bandit mu juga yang menyerang bos kami, Zac Kozan..." Steve kini menimpali nya.
" Ku beri waktu kau tiga hari, jika dalam waktu tiga hari kau tak menemukan nama yang tepat, kau akan tahu akibatnya..." Timpal Kris.
" Jika kau berani macam macam atau kabur atau melaporkan kami, dunia mu akan hancur di kepala mu sendiri, kau dengar itu..." Bentak Andre tepat di depan nya.
" Saya dengar tuan, saya akan mencari nya..." Katanya dengan takut.
Kini mereka semua meninggalkan markas tersebut, semua orang bernafas lega, Andre juga dapat menghela nafas nya. Orang mana yang takut jika di keliling ke empat laki laki yang kekar serta kejam, meskipun ketiga orang tadi memakai topeng, tapi Lucas tahu betul seperti apa kekuasan ke empat laki laki itu. Dia tahu wajah Andre dari dulu, dia juga tahu betul seperti apa kejam nya di dunia gelap.
Bersambung ya mak ππ
Budayakan tinggalkan jempol dan ramaikan kolom komentar dulu dong mak π€ Kasih vote dan hadiah nya juga dong buat mince π agar mince tetap semangat nulis meskipun lagi gak enak banget ini badan π€π€π€
Ini nomer mince ya mak 081324594302 kalian hubungi mince, kita ngehalu sama sama mak π kalian jika mau hubungi mince pakai sandi ya mak, jawab pertanyaan mince.
Siapa nama abang mince yang masih ada darah sepupu dengan Jonathan Cristopher?, itu sandi nya para mak mak yang tahu.
Terima kasih buat kalian semua ya ππππ
__ADS_1