
Warning 21+ di bab ini 🤭 yang bocil minggir dulu area dewasa ini ya 🤭 gara gara kalian mince nulisnya bahaya hari ini 🤣 kalian tanggung jawab pokoknya 🤭🤭
Happy Reading 😍😍
Abhi dari tadi tak ada henti henti nya menatap wajah ayu dari kekasihnya, wanita bertato yang bisa menggoyangkan hati nya, wanita yang mengerahkan hatinya untuk memiliki sebuah komitmen serta keseriusan di hubungan itu. Meskipun baru semalam mereka menjadi sepasang kekasih tapi niat untuk menikahi wanita itu tak bisa di pungkiri.
" Sudah selesai..." Katanya dengan meletakan semua obat obatan untuk mengobati luka lebam yang ada di wajah Abhi. " Istirahatlah kita akan bicara besok..." Monica kini berdiri dan ingin melangkah tapi Abhi dengan cepat menariknya hingga terjatuh di pangkuan laki laki itu.
" Kau ingin kemana cinta?" Sebutan sayang dari laki laki itu terasa manis di telinga Monica, bahkan panggilan itu tak sekarang selalu ingin dia dengar.
" Masuk ke kamar..." Jawabnya dengan gugup, debaran itu semakin terasa. Jantung mereka memompa begitu cepat.
" Apa kau tadi bisa beraktifitas seperti biasanya?"
" Hmm.. bahkan aku tadi latihan, meskipun terasa sakit tapi aku masih bisa melakukan seperti biasa nya..." Jawabnya dengan mengalungkan tangan nya ke leher kekasihnya.
" Terima kasih karena kamu sudah membantu ku, jika kau tak mengatakan rencana mu tadi mungkin tim ku yang sekarang berada di kantong itu..." Mata mereka saling berpandangan satu sama lain, saling memancarkan kasih sayang.
" Kau melindungi tim ku, dan aku akan melindungi tim mu. Kita sama sama saling melindungi..." Mata mereka saling berpandangan dengan cinta yang tumbuh begitu dalam. Ketulusan serta kasih sayang yang tumbuh tak bisa luput dari tatapan kedua mata insan yang sedang jatuh cinta itu.
__ADS_1
Abhi memajukan wajahnya menggapai bibir wanitanya dengan lembut, sedikit memberikan lumata* kecil, memeluk pinggang itu hingga tubuh mereka begitu dekat dan saling menempel. Abhi kini memiringkan kepalanya agar lebih leluasa menggapai bibir wanita itu, gigita* kecil serta lumata* kecil membuat sesuatu hampir bangkit dari bawah sana.
Mereka saling menyesa* lida* saling membelitkan lida*, mereka kini berciuman dengan keliaran mereka, Monica mendesa* pelan ketika ciuman itu begitu panas mereka ciptakan, tangan Abhi kini menyusup ke dalam baju Monica, mengelus punggung nya dengan lembut membuat wanita itu melengu* panas. Sebuah ciuman panas kini benar benar menguasai api gaira* yang tersiram ke tubuh mereka.
Abhi dengan segera melepaskan kain yang masih menempel di sana, melepaskan pengait yang menghalangi matanya untuk menatap keindahan tubuh yang penuh dengan tato. Abhi dengan segera merebahkan tubuh wanitanya ke bed nya, menindih* nya, menjadikan tangan nya sebagai penahan tubuhnya agar tak sepenuhnya menindih*.
Nafas mereka benar benar memburu, untuk kedua kalinya mereka ingin merasakan sensasi ini lagi, untuk kedua kalinya mereka ingin melakukan hal yang semalam terjadi, mereka ingin mengulangi pergulatan panas mereka yang kemarin terjadi. Kini mereka ingin melakukan dengan penuh cinta serta kasih sayang yang mereka rasakan.
Jantung Monica menjadi tak karuan ketika melihat tubuh Abhi di atas tubuhnya yang membuka baju nya di sana, tangan Monica kini menyentuh dada bidang kekasihnya, merasakan kulit mereka menempel dengan sempurna membuat mereka benar benar merasa gila.
Abhi menurunkan ciuma* itu, menggapai gunduka* itu, menjila* nya dengan penuh kenikmatan, merema* benda itu dengan lembut membuat wanita itu menggeliat merasakan geli dan sensasi kenikmatan. Tangan nya tak hanya berada di sana, tapi dia menjamah setiap lekuk tubuh wanita itu, kini ciuman itu turun ke bawah dan bersarang pada tato laba laba yang ada di perutnya. Bibir itu mengecup nya sekilas dan kemudian turun menggapa* sesuatu yang membuat wanita itu tersentak ketika merasakan ada sapuan lida* yang lembut.
" Uh.. Caro..." Desaha* nya tak bisa terkendalikan ketika bibir itu benar benar memainkan benda kemerahan itu dengan benar benar nikmat.
Abhi yang mendengar wanita nya mengatakan hal mesra benar benar membuatnya hilang akal, dia kini mencumbu bagian bawah itu dengan liar hingga membuat sang pemilik terguncang hebat.
" Ah.. Abhi.. kau gila.. uh..." Ucapnya dengan meremas rambut laki laki itu, serta meremas gundukan nya sendiri.
" Ini rasa nya seperti buah ceri..." Gerama* nya sebentar sebelum akhirnya dia kembali menyentuh bagian bawah itu lagi dengan liar nya.
__ADS_1
" Caro Fermate..." Katanya dengan penuh penekanan. Tapi Abhi tak menghiraukan apa yang di katakan oleh wanita itu. Dia menolaknya tapi bahasa tubuhnya tak ingin menghentikan aksi itu.
Abhi di buat hilang kendali ketika wanita itu selalu mendesa* kenikmatan, memanggil namanya dengan mesra, serta erang erang kecil yang membuat telinga nya benar benar di manjakan oleh desaha* wanita itu. Gerakan yang di lakukan oleh wanita itu juga memancing gaira* nya yang semakin memuncak, remasa* pada gundukan sendiri membuat Abhi merasa tergoda serta memainkan Klitor** nya sendiri dengan jemari nya membuat Abhi benar benar tak tahan untuk tak menyentuh benda itu dengan segera.
" Cinta kau benar benar membuat ku mabuk tak berdaya karena ulahmu..." Gerama* nya ketika gaira* nya sudah tak bisa di bendung lagi dengan kata kata.
" Abhi.. hentikan.. aku ingin keluar..." Tekanan pada kepala nya serta jepitan membuat laki laki itu benar benar memasukan lida* nya ke dalam dan menyapu bersih caira* kenta* yang keluar dari luba** kenikmatan itu. Tubuhnya mengejang ketika sebuah dorongan pelepasan menggapai tubuhnya. Apa yang ingin dia rasakan kini telah di gapai dengan nikmat.
Jepitan itu mengendor ketika pelepasan itu selesai dia rasakan, nafas nya benar benar memburu, jantungnya benar benar memompa begitu cepat, matanya terpejam menikmati sensasi yang tak pernah dia rasakan sama sekali. Lida* Abhi masih bertahan di sana dengan masih menjila** seluruh nya dengan lembut.
Abhi kini menjalar ke atas tubuh wanitanya, menatap wajah wanita nya dari atas tubuhnya dengan tersenyum, dia tak bisa bayangkan bagaimana wajah wanita itu tadi.
" Kau menikmati nya cinta?" Sebuah suara yang serak karena berkabut gairah membuat wanita itu membuka matanya dengan menatap laki laki itu dengan tersenyum.
" Kau tak merasa jijik?" Abhi hanya menggeleng dengan lembut.
" Aku menyukai nya, rasa ceri itu tak ada di dunia ini, aku baru pertama kalinya merasakan buah ceri seperti milik mu..." Perkataan laki laki itu benar benar membuat Monica merasa malu seketika. " Kau menyukai nya?" Sambungnya dengan menahan malu dia hanya mengangguk karena tak dapat di pungkiri apa yang di lakukan oleh kekasihnya benar benar nikmat dan benar membuat nya melambung tinggi. Bahkan dia juga tak menyangka hanya dengan lida* dia bisa melepaskan hasrat nya.
" Sekarang apa aku boleh melakukan nya?" Sebuah pertanyaan yang selalu merasa bahwa Monica menjadi wanita yang begitu berarti bagi laki laki itu. Abhi tak ingin memasuki tubuh wanitanya sebelum wanita itu menyetujui nya. Dengan wajah yang memerah Monica mengangguk setuju dengan apa yang akan terjadi setelah ini.
__ADS_1