
" Sejak kapan kau jadi pengecut seperti itu he?" Kini giliran Suhu yang menyerang kakaknya sendiri ketika mendengar semua yang di katakan oleh gadis kecil itu.
" Aku hanya menciumnya Suhu kau tahu aku, mana mungkin aku melakukan hal itu jika tidak terpaksa, kau tahu aku tak ingin berkomitmen dengan siapapun, apalagi dengan gadis kecil yang ada di sebelahku ini..." Ujarnya dengan ketus, dia tak menyangka bawah dirinya malah terjebak dengan permainannya sendiri.
" Terpaksa kau bilang Om?, tapi kau tadi menikmatinya kan?"
" Kau juga menikmatinya kan?"
" Tentu aku menikmatinya karena aku memutuskan untuk menjadi kekasih mu karena kau mengambil ciuman pertama ku..." Maria tentu saja tak ingin kalah dia menjawab semua yang di katakan oleh Andre hingga membuat semua orang yang ada di sana menatapnya satu persatu ke arah mereka.
" Sudah hentikan perdebatan ini..." Zac kini berdiri menengahi mereka berdua yang berdebat itu. Jika perdebatan itu di dengar oleh istrinya, pasti sang istri akan bangun dari tidurnya.
Zac menghela nafasnya dengan kasar, dia menatap ke arah kedua orang yang Sedang saling menatap sengit itu.
" Andre kau tadi benar menciumnya?"
" Benar bos, tapi hanya untuk bersandiwara ketika kedua pengawal tadi hampir menangkap kita berdua..." Andre kini menceritakan semuanya yang terjadi tadi. Ketika mereka salah masuk gang yang ternyata Gang nya buntu. Dan mereka terpaksa melakukan hal itu agar mereka mengira kedua orang itu adalah sepasang kekasih.
" Tapi itu adalah ciuman pertama ku bos, dia mengambilnya. Dan pesan ibu ku bilang jika bukan kekasihmu atau suami mu jangan pernah mencium nya. Karena seorang teman memiliki batas batasan yang tak mungkin menyentuhmu. Jika ada yang menyentuhmu perjelas hubungan mu dengannya..." Celoteh panjang lebar Maria yang membuat Zac dan semua orang tertegun.
Zac yang tadi awalnya ingin marah karena Andre membohonginya kini tak jadi Karena melihat kedua orang itu malah berdebat. Zac memiliki rasa iba kepada gadis itu.
__ADS_1
" Andre..." Panggilan itu dengan suara nya yang penuh penekanan dan menakutkan.
" Saya tahu bos, saya akan bertanggung jawab, saya dan gadis ini sekarang sepasang kekasih..." Andre tahu apa yang ingin di katakan oleh bos nya itu. Sedangkan semua orang yang ada di sana di buat tertawa pelan ketika melihat wajah Andre yang pasrah sedangkan wajah gadis itu malah tersenyum penuh kemenangan. Gadis itu malah menjulurkan lidahnya untuk tanda mengejek.
*Akhirnya aku berhasil, setidaknya saya tidak akan di usir dari sini. Batin Maria dengan lega, rencananya berhasil. Dari tadi dia memutar otaknya dan itu berhasil.
Kau lihat saja sayang apa yang terjadi nanti, sepasang kekasih ini akan berbuat sesuatu nanti. Batin Andre dengan kesal karena gadis ini menjebaknya*.
" Berapa umur mu?" Kini Suhu itu membuka suaranya dengan lembut.
" 22 Tante..." Semua orang yang ada di sana menyemburkan tawanya ketika gadis itu mengatakan 'tante' kepada Suhu cantik tersebut.
Maria di buat bingung dengan mereka yang Tertawa seperti itu. Maria menggaruk kepalanya yang tak gatal Sama sekali. Dia hanya merasa canggung.
Zac yang kini duduk kembali menyandarkan punggungnya dengan menatap wanita itu, wajahnya hampir mirip dengan seorang yang di kenal, tepatnya saingan dirinya di Dunia bisnis.
" Jangan panggil Tante, di Suhu di sini, kau panggil dia Suhu..." Andre memperkenalkan semua orang yang ada di sana, serta Jabatan mereka masing masing. " Dan itu adalah bos kami, Singa..." Maria kini memberikan hormat atas semua yang di lakukan oleh Singa tadi, jika laki laki gondrong itu tak berpihak padanya tadi, mungkin rencananya tak akan berhasil.
" Sekarang duduklah jelaskan pada ku semuanya tanpa ada yang kalian berdua tutupi..." Mereka berdua menghela nafasnya lega ketika bos nya kini nada suaranya sudah kembali normal tak ada nada tinggi di notasi suaranya.
" Saya Maria Cooper."
__ADS_1
" Ada hubungan apa kau dengan Adriano Cooper?" Zac langsung menembak Maria ketika gadis itu memperkenalkan dirinya secara langsung.
" Anda mengenal kakak saya?"
" Jadi dia kakakmu?" Maria kini mengangguk dan Zac hanya tersenyum tipis di bibirnya. Steve kini tahu apa yang harus mereka lakukan. " Jadi ini tadi kalian merampok di sana?, dan ini hasil rampokan itu?" Kedua orang itu kini segera mengangguk. " Ceritakan semuanya kepada ku?"
Maria kini menceritakan nya awal dari lahirnya kebencian ini. Sang kakak yang menikah dengan wanita kaya raya itu membuat dirinya lupa segalanya, bahkan dia melupakan ibunya yang selalu menanyakan keberadaan sang kakak. Maria juga menceritakan bawah dia dan mendiang ibunya pernah di usir oleh kedua kakak nya itu ketika mereka tiba di depan gerbang rumah mewah tersebut.
Maria membanting tulang untuk membiayai kehidupan dirinya bersama ibunya yang mulai sakit sakitan semenjak di usir seperti sampah oleh anak kandungnya sendiri. Rasa sesak itu seakan menjadi jalar utama penyakit yang di derita oleh sang ibu. Dia harus menerima semua tawaran pekerjaan siang malam untuk bisa menebus obat mendiang ibunya, sepeserpun sang kakak tak pernah memberikan untuk pembelian obat sang ibu.
Dia juga menceritakan bahwa dirinya pernah di jebak oleh kakak iparnya itu, ada sebuah hotel berbintang yang membutuhkan staf dan aku datang kesebuah hotel yang katanya semua interview ada di sana dan ternyata itu hanyalah akal akalan sang kakak yang hanya ingin menjualnya waktu itu.
Maria meneteskan air matanya ketika mengingat detik terakhir ibunya, dia yang kembali malam hari mendapatkan sang ibu yang sudah terbujur kaku di dalam kamarnya dan yang dia tahu ternyata kakaknya tak datang ketika sang ibu menghubunginya dengan alasan sang istri tak mengizinkannya. Dan dendam ini semakin membara membakar seluruh jiwanya yang tertidur kini terbangun dengan mencari lawannya itu.
" Saya mohon bantu saya membalaskan dendam ini, aku ingin mereka tahu bahwa hartanya tak ada apa apa nya dibanding keluarga..." Di sela sela Isak tangis itu.
" Sekarang kalian memiliki rencana apa?" Mereka hanya menggeleng pelan ketika Zac bertanya tentang rencana apa yang ingin mereka lakukan untuk rencana selanjutnya.
" Baiklah sekarang gini kalian istirahatlah, masalah rencana biarkan kami semua Yang akan memikirkannya, tapi ingat kau di sini tak ada yang tahu, jika ada yang tahu nyawamu dalam bahaya..." Ancamnya dengan sungguh sungguh.
" Saya tahu diri bos kepada Orang yang sudah menolong saya, saya tidak memiliki siapapun lagi, kecuali Om Andre."
__ADS_1
" Baiklah bawa dia untuk tidur, malam uni sangat berat baginya..." Andre tahu apa yang harus dia lakukan kini Andre mengajak gadis itu untuk masuk ke dalam kamarnya untuk beristirahat.