
Zac yang dari tadi menggenggam tangan kekasih nya merasakan tangan itu bergerak pelan, Zac yang sempat tertidur kini membuka mata nya dengan wajah yang penuh harapan. Jika di ingat ingat sudah tiga hari wanita cantik itu belum bangun dari tidur panjang nya.
Tapi Zac harus menelan kepahitan ketika tak melihat mata kekasihnya itu tak kunjung membuka mata nya, bahkan dia lagi lagi kecewa karena kekasihnya masih saja tidur dengan rasa nyenyak nya.
" Honey kapan kau akan bangun?, aku merindukan mu..." Liriknya dengan pelan.
Zac melihat jam pada dinding, dan itu sudah pagi. Dia berdiri dari duduknya mengambilkan peralatan untuk membersihkan wajah serta tubuh wanita nya itu.
Zac dengan rasa sabar penuh telaten membersihkan wajah wanitanya mengunakan air hangat, mengelap tangan, kaki serta tubuh wanita nya.
" Honey kau tahu aku dan kakak mu sekarang sudah damai, ini semua kami lakukan untuk mu, kau harus bangun dan menyaksikan aku dan kakak mu sekarang sudah bisa mengobrol layaknya adik ipar dan kakak ipar. Apa kamu tak ingin melihat kami seperti itu?" Zac bicara sendiri dengan menceritakan semua nya kepada kekasihnya itu.
" Kau ingin hidup mu penuh tantangan, tapi hanya mobil yang terbalik membuat mu tak ingin bangun dari tidur mu, kau ini kadang asal bicara tapi giliran terbukti kau mundur seperti ini..." Ejek nya. Zac harus memancing semua obrolan yang bisa dia katakan, karena kata dokter sebenarnya dia tak koma melainkan dia trauma bangun karena kejadian waktu itu membuatnya ketakutan.
" Kalau gitu aku tak akan membiarkan kamu melakukan hidup penuh tantangan lagi, seperti ini saja kau sudah trauma dan tak ingin bangun. Membosankan Val. Hidup mu terlalu lurus sedangkan hidup ku penuh dengan luka, kau harus bangun dan lihat bagaimana kejam nya hidup ku..." Zac terus saja mencoba mengatakan apa saja yang ada di pikirannya, karena sang dokter yakin bahwa telinga dati wanitanya pasti akan mendengarkan apa yang di katakan oleh orang sekelilingnya. Tapi mata nya tak ingin terbuka karena rasa trauma yang begitu besar menghantui pikiran nya.
" Kau tahu sayang karena ini kita gagal menikah, dan kita harus menunda pernikahan ini sampai kau bangun. Lalu kapan kau akan bangun honey, aku sudah merindukan mu..." Zac tetap membersihkan tubuh wanitanya meskipun hanya dengan air serta lap bersih.
" Aku lelaki normal honey, aku bisa saja mencari pelepasan wanita lain untuk melepaskan sesuatu yang aku tahan dari kemarin, kau tahu jika caira* itu pasti akan sebesar batu jika tak aku keluarkan..." Zac geli sendiri ketika mengucapkan hal itu, padahal di dalam pikirannya tak ada niatan untuk melepaskan hasratnya, dia asal bicara.
Mata Zac kembali berbinar ketika merasakan pergerakan di tangan wanita nya, serta pergerakan di kaki nya yang nyata di depan mata nya.
Ini bukan mimpi. Batin nya.
Mata indah wanita itu perlahan terbuka dengan sangat pelan, senyum Zac mengembang ketika melihat mata indah wanita nya terbuka dengan sempurna meskipun masih dengan sayup sayup.
__ADS_1
" Honey kau sadar..." Liriknya dengan bahagia.
Zac dengan cepat memanggil sang dokter untuk memeriksa kondisi wanitanya.
" Selamat datang kembali nona Valarie..." Kata sang dokter setelah selesai memeriksa nya.
" Nona sudah tak apa apa tuan, mungkin hanya sedikit kaku pada otot otot nya, tapi tak apa nanti kita terapi sebentar..." Zac hanya mengangguk mendengarkan saran apa yang di katakan sang dokter.
" Honey..." Zac langsung memeluk kekasihnya yang sudah membuka mata nya dan bisa sedikit mengerahkan tangan nya untuk meminta nya mendekat. Zac terlalu bahagia tanpa sadar bahwa di sana masih ada dokter yang menyaksikan adegan pelukan secara tiba tiba itu.
" Terima kasih tuhan.. terima kasih.. kau mendengarkan doa kami..." Ucapnya dengan nada senang.
Sang dokter akhirnya meninggalkan kedua insan yang sedang berbahagia itu, dari pada sang dokter menjadi orang ketiga di sana.
" Kau lapar?, kau ingin minum?, atau apa, kamu ingin apa?, katakan?" Nada kesenangan terdengar di telinga semua orang yang di sana.
" Apa yang terjadi?" Tanyanya.
" Kau tak ingat tentang kecelakaan itu?" Valarie mencoba mengingat apa yang terjadi sebelumnya, kecelakaan yang membuatnya seperti ini, dan dia sekarang ingat apa yang terjadi.
" Kau tak apa?, apa ada yang melukai mu?" Zac terbengong dia tak percaya dengan apa yang di katakan kekasihnya itu, dalam kondisi seperti ini dia masih saja memikirkan dirinya.
" Aku tak apa sayang, jangan khawatirkan aku..." Laki laki itu menyentuh pipi wanitanya, mengelusnya dengan lembut serta tatapan penuh cinta dari mereka.
" Kau harus mengendong ku untuk upacara pernikahan kita besok."
__ADS_1
" Honey pernikahan kita sudah tertunda tiga hari..." Perkataan Zac membuat Val menatapnya tak percaya dan dia hampir melotot kan mata nya.
" Tiga hari?" Katanya dengan nada tinggi. " Jadi selama tiga hari ini aku tak sadarkan diri?" Sambungnya dengan nada tak percaya.
" Tak apa sayang, pernikahan masih bisa kita lakukan setelah kamu benar benar sembuh oke."
" Maafkan aku sayang, karena aku kita harus gagal menikah..." Matanya berkaca kaca, pernikahan yang ada di depan mata kemarin kini lenyap sudah.
" He tak apa, kita hanya menunda nya bukan batal..." Zac menenangkan wanitanya karena air mata nya sudah hampir jatuh membasahi pipi nya.
" Sama saja, jika waktu itu aku tak pergi maka ini tak akan terjadi, mungkin kita sudah menikah saat ini, hiks.. hiks..." Akhirnya tangisan itu kini pecah.
" Semua sudah terjadi sayang, tak perlu ada yang kau sesali. Apapun kehendak tuhan, kau dan aku akan tetap menikah tapi waktunya bukan kemarin, tuhan akan menunjukan waktu yang tepat untuk kita..." Zac menenangkan wanitanya menghapus air mata wanita nya dengan lembut.
" Maafkan aku..." Katanya dengan nada sedih nya.
" Jangan pikirkan hal hal yang tidak tidak, kau membuka mata saja aku sudah bahagia."
" Tapi tadi aku mendengar bahwa kau ingin mencari wanita lain untuk pelepasan mu?" Di isak tangisan itu Valarie mengatakan apa yang di dengar tadi, kata kata yang terucap dari Zac tadi seakan memicu rasa bangkit dari wanita nya itu.
" Tidak, aku tak mengatakan apapun, kau asal bicara..." Elaknya, jelas saja dia tahu apa yang di katakan wanitanya, jika dia saat ini mengakui bahwa dia yang benar benar mengatakannya bisa di pastikan bahwa wanita itu akan marah pada nya. Meskipun itu hanya akal akalan laki laki gondrong itu untuk memancing rasa bangkit kekasihnya dan ucapan itu kini membuat wanita nya membuka mata nya.
" Jangan macam macam Zac, aku bisa memotong Julio mu jika berani macam macam dengan ku..." Ancamnya dengan nada bersungguh sungguh.
" Kau baru bangun sayang dan sudah berani mengancam kekasih mu ini hem..." Zac yang gemas pada kekasihnya kini malah mencium bibir wanita nya, mengecupnya dengan sekilas.
__ADS_1