Wanita Nakal

Wanita Nakal
Wanita Nakal Musim3_ Damai 1


__ADS_3

" Andre lu harus pulang, aku gak mau tahu lu harus tiba di sini hari ini juga..." Titah Steve tak bisa di bantah, Andre yang dari sebrang sana hanya terdiam terkejut ketika teman nya ini menyuruhnya pulang hari ini, tapi sedetik kemudian dia sadar kenapa temannya ini menyuruhnya pulang segera.


" Apa yang terjadi?" Andre terdiam ketika Steve mulai menceritakan apa yang terjadi, rahangnya nampak mengeras karena menahan amarah, dia mengepalkan tangan nya.


" Kurang ajar bandit sampah itu berani mengusik kita, nyali nya sungguh besar..." Desis nya dengan emosi. " Aku akan pulang hari ini, kirimkan saja pesawat nya..." Sambungnya dengan bergerak berdiri.


" Baiklah..." Steve akhirnya mengakhiri panggilan itu. Steve bukan nya tak berani menghancurkan bandit bandit sampah tadi, tapi jika dirinya muncul dengan wajah nya dan mengakui nya sebagai kelompok mafia itu, sama saja dia membuka semua indentitas semua orang orang nya. Tapi jika Andre yang muncul semua orang dunia gelap mengenalnya sebagai pimpinan perampok yang kejam dan tak mengenal kata kata ampun jika sudah berurusan dengan nya.


...🌼🌼...


Sedangkan di rumah sakit Zac hanya menatap kekasihnya terbaring di bed yang cukup besar dan perban di kepalanya serta selang infus di tangan nya. Hati nya terluka, melihat orang yang dia cintai harus terbaring tak berdaya karena ulah musuh nya itu.


" Sayang maafkan aku..." Liriknya dengan pelan serta nada kesedihan.


" Tuan Zac..." Seorang dokter menghampiri nya dengan menyentuh pundak laki laki gondrong itu.

__ADS_1


" Katakan apa yang terjadi pada kekasih ku..." Zac tak menatap dokter itu, melainkan dia menatap wanitanya dia berharap wanita itu bangun.


Sang dokter itu menjelaskan semuanya tak ada satu pun yang tertinggal, tapi Zac tak melihat ke arah dokter sama sekali, mata Zac masih menatap kekasihnya, dia berharap mata wanitanya bangun dengan segera.


" Lakukan apapun yang terbaik..." Zac mengatakan setelah sang dokter akhirnya selesai menjelaskan kondisi wanita yang sedang terbaring di sana.


" Baiklah saya permisi..." Karena tak mendapatkan jawaban dari sang laki laki ini, akhirnya sang dokter meninggalkan nya yang masih fokus dengan keadaan kekasihnya itu.


Dari kejauhan Abhi hanya merasa iba kepada laki laki yang akan menikahi adik nya itu, dia merasakan kesedihan pada mata laki laki itu, dia juga merasakan sedih tapi seperti nya di sini yang begitu paling terpuruk adalah dia.


" Aku harap kau bisa menemukan siapa yang menyerang nya tadi..." Sambungnya lagi. " Aku tahu pihak kami tak akan menemukan apapun, tapi aku yakin jika kau yang mencari tahu, kau pasti akan menemukan nya..." Kedua laki laki itu menatap wanita yang sedang terbaring di sana dengan mata yang terpejam.


" Apa kau yakin dengan ucapan mu itu?, kenapa bukan kau yang mencari tahu pelaku nya, bukan nya pihak mu akan mudah menemukan siapa yang menyerang kami. Aku bukan siapa siapa Abhi, aku bukan orang yang memiliki kuasa tinggi untuk mencari seseorang..." Tanpa di suruh pun dia akan mencari siapa yang menyerang wanitanya, bahkan dia yang menghukum siapa dalang dari semua ini.


" Aku tak ingin melibatkan police kali ini, aku ingin dia merasakan apa yang adik ku alami saat ini. Aku ingin aku sendiri yang menghukum orang itu, aku ingin dia juga terbaring di sana, bahkan lebih parah dari adik ku. Jika pihak police terlibat hukuman nya hanya akan di penjara, atau tidak dia akan menyuap para petinggi untuk dia keluar..." Zac menatap calon kakak iparnya itu tak percaya.

__ADS_1


" Apa kau tadi terbentur?, adik mu yang celaka kenapa kau lupa ingatan sekarang?" Zac tak yakin apa yang dia dengar, dia malah takut ini jebakan laki laki ini agar identitas nya terbongkar.


" Kau tahu rasa nya melihat orang yang paling kau sayang terbaring di sana seperti apa Zac?, hati ini terasa sakit, dan ini pernah aku alami sewaktu kedua orang tua celaka, dan ini sama persis yang di alami adik ku. Aku berjanji untuk menjaga nya dengan sekuat nyawa ku, aku menyembunyikan nya agar tak ada yang ingin melukai nya. Aku tahu semua musuh ayah ku masih menyerang di belakang ku, tapi aku tak memperdulikan nya karena bukan adik ku yang di serang, tapi kali ini bukan hanya musuh mu yang ingin menyerang Valarie, tapi aku juga yakin musuh ayah ku juga ingin menyerang Valarie..." Abhi menghentikan ucapan nya dia masih menatap ke arah adik nya itu.


" Kau tahu apa yang aku takutkan sekarang adalah kematian. Aku takut jika adik ku satu satu nya mati saat ini, aku tak ingin ini terjadi, aku lelah jika harus bersembunyi dan menutupi siapa adik ku, tapi aku juga takut bahwa dia terluka seperti ini. Mungkin aku bakal berdiam diri jika aku yang mengalaminya tapi tidak jika adik ku yang terluka Zac, mereka menabuh genderang perang kepada ku karena sudah melukai adik ku, dan aku harus melawan nya tanpa melibatkan police..." Zac hanya terdiam dia tak menjawab apapun, semuanya terlalu mendadak hingga dia tak bisa menjawab apapun, tapi dia juga harus hati hati.


" Kau tak percaya pada ku?" Sambungnya lagi karena dia tak mendengar jawaban apapun dari calon adik ipar nya itu.


" Kau ingin menjebak ku?" Abhi tertawa pelan karena laki laki di sebelah nya ini tak percaya padanya, dia tahu tak muda mendapatkan kepercayaan dari orang yang dari kemarin adalah musuh.


" Apa kau tak bisa melihat aku serius dengan apa yang aku katakan?, mungkin benar aku memang sangat ambisi untuk menangkap mu, tapi ini masalah yang berbeda, kita ingin melindungi satu wanita yang sama. Jadi aku tutup rasa ambisi ku dan meminta bantuan mu untuk menghukum pelaku yang ingin melukai adik ku..." Abhi dan Zac kini saling menatap, Wajah Abhi begitu serius dia tak bercanda dengan hal ini, dia benar benar bersungguh sungguh ingin menghukum pelaku yang telah melukai adik nya, entah itu musuh dari masa lalu ayah nya atau dari laki laki ini, dia tak peduli dia hanya ingin menghukum pelaku utama nya.


" Apa yang akan kau lakukan agar aku percaya pada mu?" Abhi tersenyum tipis mendengar apa yang di katakan calon adik ipar nya ini.


" Kau lihat ini, kau baca..." Abhi menyodorkan sebuah ponsel dengan ada satu pesan dengan nomer yang tak dia kenal, Zac mengerutkan kening nya ketika membaca pesan singkat itu.

__ADS_1


" Dan ini, nomer ini sama dengan nomer yang beberapa tahun ada di ponsel ayah ku..." Zac semakin tahu sekarang apa maksud ini semua.


__ADS_2