Wanita Nakal

Wanita Nakal
Wanita Nakal Musim3_ Teror


__ADS_3

Malam ini begitu sunyi, tak ada yang menemani setiap insan yang berpikir untuk tak ingin berkomitmen dengan siapapun. Malam ini semuanya terasa berat dan semuanya sibuk dengan pemikiran mereka masing masing.


Andre dan Steve kini selesai dengan urusannya mendaftar kan adiknya menikah besok pagi, kini mereka berjaga, semua orang orang nya berada di tempat mereka masing masing. Para Sniper, para tim Hantu berada di posisi mereka masing masing. Semua nya berjaga di sekitar markas, berjaga di sekitar rumah bos nya. Saling Melindungi satu sama lain. Semuanya menatap ke sana kemari, melirik kesana mencari tahu siapa yang patut di curiga di sana. Siapa yang mereka curigai, mereka tak segan segan untuk mengintrogasi nya dengan segera.


Sedangkan Abhi hanya menatap langit langit kamarnya dia tak bisa memejamkan matanya, meskipun kekasihnya sudah terlelap dalam tidurnya. Abhi yang masih terjaga hanya bisa bertahan di dalam kamarnya meskipun dia ingin bergabung dengan yang lain untuk menjaga di luar sana.


Pikiran nya terfokus hanya dengan pernikahan yang akan besok dia lakukan. Pernikahan yang dia impikan kini akan terjadi, bahagia. Tentu dia bahagia meskipun pernikahan itu di landasi karena terpaksa.


" Marco..." Liriknya dengan pelan. " Suatu saat kita akan bertemu aku yakin itu..." Sambungnya dengan memejamkan matanya, mendekap tubuh calon istrinya dengan erat. Seakan dirinya juga merasakan takut kehilangan nya.


Sedangkan di tempat lain, Apartemen, Jennifer juga tak bisa memejamkan matanya, hari ini semuanya terlalu sulit bagi nya. Apa yang di katakan oleh Steve tadi masih ternggiyang- iyang di telinga nya. Dia terjebak oleh cinta nya sendiri, cinta yang belum sempat dia ungkapkan nyatanya di banting oleh laki laki itu. Sebelum berjuang tapi sudah di buang di dasaran lautan. Menyakitkan tentu saja, dia merasakan sakit yang begitu mendalam pada hati nya. Di tolak sebelum semuanya terungkap adalah hal yang begitu menyedihkan.


Jennifer memasang telinga nya ketika sebuah terdengar ada suara pintu seperti terbuka. Dia berdiri dari tidurnya, berjalan berjinjit, meletakan telinga nya di pintu mendengar dengan seksama. Matanya hampir terlepas, andrenalin nya terpacu ketika mendengar sebuah suara bisikan dari orang di luar kamar itu, tepat nya di ruang tengah.


" Sial..." Umpatnya dengan cepat mengarah ke arah lemari, memakai celana panjang nya dan memakai jaketnya. Memasukan dompet serta ponsel miliknya ke dalam saku jaket itu.


" Kau periksa yang di sana, aku di sini..." Kedua orang yang ada di depan kamar wanita itu berkata pelan, berbisik agar sang penghuni apartemen itu tak mendengar apa yang mereka katakan.


Kedua orang itu saling menyebar, masuk ke sana kemari, mencari sesuatu yang berada di sana, mereka membongkar semuanya tapi apa yang mereka cari nampaknya tak ada di sana. Salah satu dari mereka masuk ke dalam dapur mengobrak-abrik tempat itu tapi juga tak menemukan sesuatu yang mereka cari.

__ADS_1


" Dasar pencuri.. mereka pikir aku orang kaya yang bisa mereka curi..." Umpatnya karena kesal karena dirinya merasa di ganggu oleh bandit sampah itu.


" Kau menemukan nya?" Bisiknya lagi.


" Tidak..." Jawabnya dengan menatap sekeliling nya. " Aku rasa orang nya sudah tidur?, apa kita masuk ke kamar utamanya?" Tanyanya dengan menatap pintu kamar yang mereka yakini itu adalah kamar utama dari apartemen itu.


" Ayo masuk.. aku harap dirinya sudah tertidur agar memudahkan kita..." Kedua orang itu melangkah pelan menuju pintu yang tertutup rapat.


Jennifer kini panik setengah mati, dia masuk ke dalam kamar mandinya, membuka pintunya dengan sedikit, agar dirinya bisa melihat apa yang mereka cari.


Ceklek!! kedua orang itu saling bertatapan, mereka tersenyum di balik topeng penutup muka nya itu. Setidaknya mereka tak terlalu repot untuk membuka pintu itu. Mereka masuk ke dalam dan menatap tak ada orang di sana, meskipun mereka menatap curiga karena ranjang itu sedikit berantakan.


Sedangkan Jennifer jantungnya sudah tak karuan dia menatap dari pintu kamar mandi yang sengaja dia buka sedikit, tubuhnya gemetar ketika kedua laki laki itu bersenjata, tapi seakan mereka bukan pencuri, tapi seseorang yang handal dalam sesuatu hal.


Apa yang mereka cari sebenarnya?. Batin Jennifer itu.


" Tak ada apapun, ayo pergi..." Salah satu dari temannya itu mengangguk pelan. Jennifer segera kembali bersembunyi ketika kedua orang itu berbalik menatap kamar mandi yang ada di ujung kamar itu.


Kedua orang itu memberi kode agar hati hati karena salah satu dari mereka melihat ada seseorang yang bersembunyi di sana. Dirinya yang ingin menghampirinya di tahan oleh rekan nya karena mereka hanya di perintahkan untuk mencari sesuatu dan tak menyakiti wanita itu.

__ADS_1


Kedua orang itu kini bergegas keluar dari sana, dan Jennifer yang sadar kedua orang itu keluar dirinya juga keluar dari sana. Matanya menatap sekelilingnya berantakan tak karuan.


" Kita segera melapor kepada bos bahwa kita tak menemukan yang wanita itu lakukan..." Katanya dengan sengaja di buat keras.


" Iya, wanita itu ternyata belum melakukan pekerjaan nya dengan benar..." Jawabnya dengan juga keras.


Wanita itu kini yakin siapa yang menyuruh mereka untuk masuk ke dalam apartemen nya dan mengobrak-abrik tempatnya seperti itu. Jennifer yang tak tahan dengan amarahnya kini keluar dari kamarnya, dia melihat kedua orang itu ingin keluar dari.


Dor!! satu tembakan yang di layangkan oleh Jennifer kini mengenai kaki orang yang ada di belakangnya, dia hanya terasa panas secara tiba tiba dan mendengar suara tembakan itu.


" Sial..." Umpatnya.


" Ayo lari..." Temannya kini segera keluar dan berlari kencang dengan diikuti oleh rekan yang ada di belakangnya.


" Tunggu Bro, kaki ku..." Rekannya itu berhenti ketika temannya berkata tentang kaki nya.


" Kau tertembak?, oleh wanita itu?" Rekannya tak percaya bahwa wanita itu memiliki senjata yang dia bawah. " Peredam, dia memakai peredam..." Sambungnya dengan membantu rekannya itu. " Bertahan lah..." Rekannya hanya mengangguk karena merasakan panas yang menjalar ke seluruh tubuhnya. Kakinya terasa panas, darah berceceran di sana. Darah kental kini terus merembes di kaki nya.


" Kau lihat saja Mr.X aku akan buat kau tak mendapatkan apapun dari yang kau perintahkan. Kau menyuruh seseorang untuk mengacak-acak tempat ku. Kau lihat saja bahwa kau tak akan mendapatkan apapun dari ku..." Ucapnya dengan kesal. Jennifer malam ini harus berberes apartemen nya yang berantakan seperti kapal pecah yang sengaja di lakukan oleh kedua orang yang tak dia kenal, tapi dia tahu siapa yang melakukan ini.

__ADS_1


Dia sengaja tak mengejar nya dan hanya menembaknya agar dia tahu siapa yang berada di balik topeng sana, ketika di menemui Mr. X besok siang. Untung besok hari libur setidaknya dia bisa bersantai.


__ADS_2