Wanita Nakal

Wanita Nakal
Wanita Nakal Season2_ Rumah sakit 3


__ADS_3

" Jangan macam macam bro Zac, dia sudah menjadi istri orang, jangan main api jika tak ingin terbakar."


" Cerita nya panjang bro, tapi aku tak akan menganggu istri orang, aku hanya murni menolong nya karena rasa kemanusiaan. Besok aku ceritakan ya, jangan sekarang, aku harus segera mengantar nya pulang."


" Baiklah, hati hati di hajar suami nya bro.." Zac menendang kaki Alex hingga membuat Alex tertawa.


Jantung Alex dan Alinna secara tiba tiba terpacu cepat, perut Alinna juga merasakan tendangan yang keras hingga membuat sang ibu meringis kesakitan tapi juga menyenangkan bisa merasakan tendangan bayi nya. Alex berjalan keluar tapi kaki nya seakan enggan meninggalkan rumah sakit, dia menoleh ke belakang dengan mata yang mencari sesuatu tapi entah apa yang dia cari juga tak tahu.



" Ada apa dengan hati ku.." Gumam nya dengan menatap pintu keluar rumah sakit banyak orang yang berlalu lalang di sana.


Berbeda dengan Alinna yang langkah nya cepat ingin keluar dari rumah sakit, langkah kaki nya melebar, senyuman di wajah nya mengembang, hati nya seakan terpacu cepat.


" Nyonya Alinna jangan buru buru, kau bisa kesandung kaki mu sendiri.." Zac yang mengikuti langkah Alinna seakan memperingati nya.


" Aku hanya ingin segera pulang, karena aku merindukan kasur ku.." Padahal dia juga tak tahu kenapa langkah kaki nya melebar seperti ini, seakan ada magnet yang menarik kaki nya agar segera keluar dari rumah sakit.


" Iya tapi kau bisa pelan kan jalan mu.." Alinna tetap tak peduli dengan apa yang di katakan laki laki di belakang nya.


" Nyonya Alinna jika kau berjalan seperti ini, aku akan mengendong mu.." Ancaman Zac membuat langkah nya terhenti, Alinna menatap tajam kearah Zac dengan wajah yang tak senang.


" Kau mau aku gendong seperti kemarin."


Blush !! Wajah Alinna memerah ketika Zen dengan sengaja mengungkit aksi nya yang mengendong tubuh nya. Alinna tak menjawab nya melainkan berjalan dengan pelan dengan diikuti Zac di samping nya. Zac hanya melirik Alinna yang di sampingnya dengan memasang wajah kesal nya karena ancaman dirinya. Alinna menghentikan langkah kaki nya ketika dia sudah berada di depan pintu keluar.



Deg

__ADS_1


Deg


Deg


Jantung nya bergemuruh lebih cepat dari yang tadi, Alinna meremang, tubuh nya tiba tiba melemas, ketika jantung nya seakan lepas dari rongga tubuhnya.


" Kau tak apa.." Zac dengan sigap menahan tubuh Alinna yang limbung kebelakang.


" Tidak.. aku hanya pusing.." Alinna memegangi kepalanya.


" Kita masuk lagi.." Ajak nya.


" Tidak, aku ingin pulang saja.." Alinna tidak tahu kenapa sekujur tubuh nya seakan ingin ambruk di situ, padahal tadi dia tak apa bahkan langkah kaki nya saja membawa nya ingin keluar dari sana.


Mereka kini masuk kedalam taksi dengan Zac yang membatu Alinna berjalan dengan sedikit merangkul pundak nya. Alex yang melihat teman nya merangkul wanita dari arah belakang mengerutkan kening nya dengan tatapan datar nya.


" Siapa yang tak suka dengan Zac?, wanita yang punya suami seperti dia saja bisa tergoda dengan ketampanan Zac.." Alex berdialog sendiri ketika berada di dalam mobil nya.


Alex menancapkan gas nya dengan keras, entah kenapa hati nya seakan tergigit ketika mengatakan hal itu, kaki nya seakan ingin membawa nya keluar dari halaman rumah sakit. Tapi hati nya seakan ingin menahan dirinya di sana, tapi apalah daya jika kedua kaki nya yang ingin melangkah jauh dari sana.



Berbeda dengan Alinna dan Zac yang berada di dalam taksi, Alinna tetap merasakan getaran pada jantung nya yang begitu cepat, seakan dia tadi ingin pergi dari rumah sakit setelah keluar tiba tiba kaki nya lemas seakan limbung di sana dan sekarang semua nya baik baik saja, hanya jantung nya saja yang masih memompa dengan cepat.


" Nyonya jika masih sakit kita bisa kembali ke rumah sakit.." Suara laki laki yang di sampingnya membuyarkan lamunan nya.


" Saya sudah tidak apa apa, saya sudah baik sekarang.." Tolak nya dengan tersenyum.


" Tapi anda tadi ingin pingsan."

__ADS_1


" Aku sungguh tak apa tuan.." Alinna menatap laki laki di samping nya yang merasa khawatir pada nya. " Tuan jangan panggil saya nyonya, anda bisa memanggil nama saya Alinna.." Sambung nya.


" Jika begitu anda tak usah memanggil saya tuan, anda juga bisa memanggil saya Zac.." Mereka saling tersenyum.


" Jangan bicara formal, kita bisa menjadi teman sekarang.." Alinna mengulurkan tangan nya, dan Zac membalas nya dengan senyuman.


" Sekali lagi terima kasih banyak atas bantuan mu.." Alinna dan Zac kini berada di depan rumah Alinna.


" Kita sekarang teman, jika butuh bantuan apapun katakan jangan sungkan."


" Zac sebagai imbalan kau sudah menolong ku, apa kau tak keberatan jika aku mengundang kamu makan malam."


" Itu akan merepotkan mu Alinna."


" Tidak, hanya makan malam seorang teman, lagian kau sudah menolong ku, hanya itu yang bisa aku balas untuk mu."


" Baiklah."


" Masukan nomer ponsel mu agar aku bisa menghubungi kapan waktu nya.." Zac segera memasukan nomer ponsel nya kepada ponsel Alinna.


Setelah saling bertukar nomer ponsel, Zac segera pamit paling dan Alinna menatap mobil yang membawa laki laki itu pergi dari sana.


🌼🌼🌼


Mak jangan di bully abang Zac nya, kita tak tahu takdir Alex dan Cla bertemu nya gimana 🀭 kalian sabar dulu ya, pasti ketemu kok ✌️Kalian jadi gak sabaran si mak 😘 mimin tetap setia kok 😁


Masa iya bertemu tak ada drama nya, kan gak enak kalau datar aja mak ✌️


Komentar dulu yuk, gimana cara nya mereka bertemu, nanti yang banyak komentar nya aku pertemukan mereka dengan cara kalian 😘

__ADS_1


Vote dan hadiah juga ya 😘😘


__ADS_2