
" Jangan pikir anda lebih berkuasa di sini anda tiba tiba membatalkan semua nya dengan muda Nyonya, saya bisa lebih membuat acara itu sukses..." Jovanka kini tertawa terbahak bahak mendengar semua yang di katakan oleh wanita itu.
Jovanka kini berdiri dari duduknya dia menatap kearah Anna yang sedang murka itu.
" Kau ingin menunjukan kepada siap penampilan mu yang berantakan itu he?, aku tak bisa main main dalam mengambil keputusan. Jika aku sudah memutuskan Val yang tetap berada di ujung acara maka dia yang berhak bukan kau..." Jovanka kini menatap sengit kearah wanita itu, Jovanka kini tahu apa yang terjadi di antara Paman Yun dan Peter ayah dari wanita itu.
" Kau tak bisa memperlakukan aku seperti ini, kau tak bisa seperti ini. Kalian harus tetap memakai aku di puncak acara itu, aku harus segera mendatangani kontrak itu."
Jovanka mengambil dokumen yang sudah di tanda tangani oleh Val model kesayangannya itu.
" Kau lihat ini?" Jovanka kini menunjukan dokumen itu kepada Anna yang tadi mencarinya. " Dokumen ini sudah terisi dengan tanda tangan Valeria Octavia Kozan. Kau kalah cepat Nona..." Jovanka kini menekan kata katanya dengan penuh ejekan, Anna hanya bisa melotot tak percaya melihat apa yang di depannya itu.
Anna kini yang ingin merebutnya tak bisa ketika Jovanka bisa membaca pergerakan wanita itu. Mata mereka kembali beradu dengan sengit.
" Kau tak bisa melakukan ini kepada ku Nyonya..." Tangannya yang terangkat untuk memukul Jovanka kini secara tiba tiba di halangi oleh Val.
Dia dengan segera mencengkram tangan itu dengan kencang membuat Anna begitu merasakan kesakitan. Val kini mendorong tubuh Anna hingga dirinya mundur agak jauh.
" Kalian memang berencana menghancurkan ku, aku tidak terima dengan ini semua..." Anna kini sedikit lari menuju ke arah Val dia ingin menyerang Val tapi pengawalnya tentu saja tidak akan membiarkannya.
Pengawal itu adalah Suhu, dia dengan cepat menghadang tubuh wanita itu yang tiba tiba ingin menyerang itu.
__ADS_1
" Minggir...." Anna kini memberontak ketika tubuh Suhu menghalangi tubuh Anna yang ingin menyerang Val. " Sekarang kau sombong memiliki pengawal pribadi, minggir..." Tangan Anna yang ingin menampar Suhu kini harus menjadi korban kekerasan yang di lakukan oleh Suhu.
Suhu dengan senang memelintir tangan wanita itu, Anna kini merasakan kesakitan yang begitu sakit. Anna kini merintih kesakitan dan dia segera berbalik dan matanya melotot sempurna ketika semua para wartawan meliput semua pertengkaran itu.
Suhu mendorong tubuh itu hingga Anna maju dengan pelan dia masih tertegun melihat semua yang ada di ambang pintu itu. Val dan Jovanka kini tersenyum sinis ketika melihat wajah keterkejutan dari Anna, dia tak pernah terpikirkan ketika para wartawan itu meliputnya.
" Nona Anna kenapa anda tak memiliki hati ingin menyerang ibu hamil...." Salah satu dari mereka kini segera mendekati Anna yang menatap dengan rasa tak percaya.
" Kau sungguh tidak memiliki hati Nona, mungkin benar berita yang lama dulu bawah perusahan Ayah nya itu juga di ambil dari sahabatnya, tak mungkin bukan jika sahabatnya secara cuma cuma memberikan kepada Tuan Peter..." Celetuk salah satu media yang juga ikut menyerang itu.
" Nona tolong jawab pertanyaan dari kami semua, jangan hanya diam saja. Anda dari tadi berbicara kasar dan membentak orang orang tapi sekarang giliran kami yang bertanya anda diam seribu bahasa..." Anna tak bisa Menjawabnya di diam seribu bahasa. Malu hanya itu yang di rasakan saat ini.
" Kalian menjebak ku, kalian memang menjebak ku..." Anna malah kembali berteriak menatap Kearah Jovanka dan Val yang menatapnya dengan senyum mengejek.
" Jangan membuat anda lebih malu lagi Nona Anna, media masih meliput anda sedari tadi..." Sang asisten kini merasa kesal karena dari tadi anak nya sangat sulit di beri tahu.
" Kenapa kau malah tidak memberi tahu aku bawah banyak media di belakang ku tadi ha?, dasar asisten bodoh..." Teriaknya dengan lantang membuat sang asisten itu geram. Sang asisten kini melepaskan tangannya yang dari memeluk wanita itu agar tak menambah malu.
" Kau selalu mengatakan aku bodoh, baiklah. Sekarang cari asisten yang pintar menurutmu, aku mundur dari asisten mu. Kebodohan ku adalah mempertahankan anak yang sombong seperti mu..." Ucapnya dengan tak kalah lantang. Anna kini di buat terkejut dia tak menyangka sang asisten kini berani melawannya.
" Mundur saja aku tak butuh dengan asisten yang bodoh seperti mu..." Katanya dengan keras. " Kau pikir kau bisa apa tanpa ada aku he?"
__ADS_1
" Masuklah ke agency ku untuk mencari artis yang ingin kau naungi. Semua artis akan mengejar mu jika tahu kau di bawah didikku..." Timpal Jovanka dengan tenang.
Semua media itu kini masih meliput semua pertengkaran yang ada di sana. Berita hangat kini mereka dapatkan dengan banyak. Berita ini akan menjadi trending dengan segera.
" Aku akan membalas ini semua, aku tidak terima kalian perilaku kan seperti ini. Kalian lihat saja apa yang aku akan kepada kalian semua..." Ancamnya itu di rekam oleh para media. Anna kini langsung meninggalkan ruangan itu.
Dia pergi dengan rasa malu yang begitu besar, dia pergi dengan rasa yang tak karuan. Dia yang di batalkan secara sepihak kini juga harus menerima bawah asisten nya mundur untuk mengurusnya.
Para media kini tentu saja masih terus mengikuti Anna, semakin Anna lari dan menghindar maka para media semakin menjadi. Semua orang yang ada di sana kini menatap kasihan serta menatap penuh rasa jijik. Dia tak menyangka wanita yang biasanya lembut kini ingin menyerang wanita hamil dan berteriak kepada pemilik agency itu.
" Nona Anna tunggu, beri kami waktu untuk meliput anda..." Para media itu kini berlari mengejar Anna.
Sedangkan Anna dengan langkah seribu nya dia meninggalkan ruangan yang membuat dirinya malu seperti ini. Anna tak memperdulikan teriakan para wartawan yang mengikutinya sedari tadi.
" Nona Anna, anda selalu senang jika kami meliput anda?, kenapa sekarang anda lari dari kami Nona..." Para wartawan itu terus mengikutinya hingga sampai tiba di tempat parkiran mobil miliknya itu.
Anna dengan cepat masuk ke dalam mobil, menekan klakson nya ketika para media itu menghalangi mobilnya. Anna memundurkan mobilnya dan melajukan mobil itu dengan kecepatan tinggi. Suara sorakan dari para wartawan beriringan dengan kepergian mobil dari Anna.
" Ini hanya awal Anna, ini hanya awal kamu hancur. Setelah ini kau akan mendapatkan kejutan lagi dari kami...." Andre dan Maria yang baru datang dan masih berada di dalam mobil kini tak sengaja melihat wanita itu masuk ke dalam mobilnya dengan emosi yang tinggi.
Bersambung ya mak 😁 apa yang terjadi dengan balas dendam ini 🤭
__ADS_1
Mince ada di sini jika kalian mencari keberadaan mince 😅 bisa chat langsung.
Vote dan hadiah bisa masuk hari ini 🤭 karena hari ini sudah Senin 😁