
" Kau sudah menentukan pilihan mu?" Steve yang tiba tiba muncul dari arah belakang Jenni membuat Jenni melihat kearah nya sebentar.
" Apa kau juga sudah menentukan pilihan mu?" Jenni kini malah melempar pertanyaan itu.
Steve menghela nafas beratnya dia menatap wajah kekasihnya yang memerah karena menangis. Steve menghapus air matanya dengan lembut, membawa wanita itu berada di pelukannya, mengelus punggungnya dengan lembut dan itu berhasil membuat wanita itu menangis.
" Maafkan aku..." Hanya kata itu yang mampu di ucapkan oleh Jenni, di sela sela tangisannya dia hanya mampu berucap seperti itu. " Maafkan aku jika aku egois, tapi cinta ini bukan milik kita Steve..." Perkataan Jenni membuat Steve tahu apa arti dari ini semua.
" Aku mendapatkan posisi ini begitu lama, dan aku sangat memimpikannya dari dulu, kau juga tahu bawah aku baru saja mendapatkan jabatan ini, dan kau tahu aku tak bisa meninggalkan ini semua, mungkin Takdir ini memang bukan untuk kita..." Jenni masih saja terus menangis di dalam pelukan laki laki itu. Malam yang dulu seakan terulang lagi, pelukan dan tangisan perpisahan kini harus terulang lagi. Kesedihan perpisahan seakan ada di depan matanya saat ini. Steve tak mampu menjawabnya dia hanya diam dengan tetao mendekapnya dengan erat dan terus mengelus punggung wanita nya yang terus menangis.
" Maafkan aku juga yang tak mungkin bisa memilih untuk mempertahankan ini semua, jika kau tak bisa memilih di antara ini semua, maka biarkan aku yang menentukan ini semua Steve..." Jenni melepaskan pelukan itu menatap kearah laki laki itu dengan tatapan yang hanya dirinya yang tahu.
__ADS_1
Steve kini mengangguk dia hanya bisa pasrah dengan keadaan ini. Menantang pun percuma karena tak akan membuahkan hasilnya, profesi mereka memang tak bisa di satukan kecuali memang mereka memilih untuk mundur tapi mereka sepertinya tetap memilih untuk bertahan.
" Kita istirahat, biarkan nanti pagi kita bertemu dengan Tuan Zac..." Lagi lagi Steve mengangguk dia lebih banyak diam di bandingkan dia menjawab semua yang di katakan oleh kekasihnya itu. Diamnya Steve adalah menahan kekecewaan karena cinta mereka tak bisa bersatu meskipun mereka memaksanya.
Setelah tiba di dalam kamar mereka berdua kini berbaring di ranjangnya, menjadikan lengan Steve sebagai bantalnya. Mata mereka menatap langit langit kamar itu dengan perasaan yang hanya mereka yang tahu. Perasaan kacau serta perasaan sedihnya kini menjadi satu. Air mata Jenni seakan mengering dengan sendirinya. Hatinya kini mulai menerima keputusan ini. Berpisah adalah jalan yang telah di pilih oleh wanita cantik itu. Steve tak bisa mencegah apa yang di pilih oleh wanita itu, dia hanya bisa menerima nya.
Seakan Takdir terlalu pandai memainkan perasaan mereka berdua. Kemarin mereka di pisahkan oleh keadaan dan mereka saling melawan untuk saling melindungi tim mereka masing masing,
Sekarang mereka kembali di satukan dengan keadaan pula, harapan pernikahan hanyalah sebuah angan angan yang tak bisa mereka gapai, ketika sebuah pekerjaan yang mengharuskan mereka berpisah.
" Sayang itu bukan omong kosong, aku berkata dengan benar. Jika mereka tak di sadarkan sekarang kapan mereka sadar bawah pekerjaan mereka juga tak bisa di satukan..." Zac tentu saja membela dirinya, dia memang tak ingin melihat asistennya itu terluka tapi bagaimana lagi ini semua sudah terjadi, dan pekerjaan mereka memang tak bisa di satukan.
__ADS_1
" Tapi kau bisa memberikan gambaran yang baik baik, bukan malah kau memberikan omongan seperti itu. Kau harusnya tahu mereka baru saja bertemu dan kau sudah memisahkan mereka. Ingat Hubby jika bukan karena Jenni aku tak bisa bertemu dengan kakak ku."
" Kau tadi mendengarnya kan bawah aku sudah berterima kasih padanya dan aku juga memberikan satu permohonan agar aku bisa membalas kebaikannya, tapi itu tak termasuk dengan permintaan nya. Kau tahu seperti apa pekerjaan kami, seorang mafia tak bisa memiliki hubungan baik dengan seorang Agen CIA atau Police sekali pun bahkan tak ada hubungan baik dengan mereka. Jika mereka memberikan informasi pada kami, maka mereka hanya meminta imbalan sebagai apa yang mereka berikan."
" Tapi mereka pasti bisa melawati ini semua Zac, mereka pasti bisa profesional dalam pekerjaannya, aku yakin mereka pasti bisa melakukan itu. Please beri mereka kesempatan Hubby, mereka pasti terluka karena harus berpisah..." Val menyentuh tangan suaminya dia memohon agar suaminya mau memberikan kesempatan untuk mereka saling memiliki.
" Valarie jangan naif, buka matamu. Apa kau pikir seorang mafia bisa memiliki hubungan dengan seorang yang akan menangkapnya suatu hari nanti. Sampai kapan Jenni tak tahu tentang kita semua?, apa dia mau menerima Steve yang sebagai kaki tangan dari kelompok mafia yang paling kejam di italia?, apa Jenni akan diam saja jika suatu saat nanti komandannya meminta dirinya untuk membongkar sindikat ini semua?, apa Jenni hanya akan menutup mata dan telinganya?, jawabannya adalah tidak sayang. Tidak ada semua orang yang bisa menerima jika pasangannya menjadi orang mafia yang paling di takuti, aku rasa hanya kamu dan Jovanka yang mampu bertahan di sisi kami meskipun kalian tahu siapa kami..." Valarie membisu dia tak bisa menjawabnya, apa yang di katakan oleh suaminya itu adalah kebenaran semua.
" Sekarang coba kau pikir, kalau mereka sudah menikah dan suatu saat nanti mereka bertemu di lapangan dan mereka saling melawan saling membunuh, saling melindungi tim mereka masing masing, bagaimana luka mereka, mereka harus membunuh orang yang mereka anggap lawan. Jika mereka memiliki anak, siap yang menjadi korban dari ini semua, anak nya juga sayang...." Val kembali diam dia tak bisa menjawabnya, lagi lagi apa yang di katakan suaminya adalah kebenaran dan fakta.
__ADS_1
" Mereka pasti akan beranggapan aku adalah orang yang paling kejam dan orang yang paling berpengaruh penting perpisahan ini, aku tak peduli. Asal mereka tak mengalami hal buruk terlalu lama lagi. Aku bukannya tak memiliki hati untuk mereka, aku juga sedih mereka harus berpisah tapi jika mereka tak ada yang bisa menentukan pilihan maka aku tetap tak bisa merestui hubungan mereka."
" Jika Steve yang mundur, apa kau akan terima?" Val tiba tiba bertanya tentang hal yang belum pernah dia pikirkan, tapi bagaimanapun apa saja bisa terjadi. Karena cinta selalu memperbudak orang yang sedang jatuh cinta. Dan orang yang sedang merasakan cinta pasti akan di buat bodoh olehnya.