
Violet yang menatap ke arah Albert kini hanya mampu menatap datar sedangkan Albert menatap sinis ke arah wanita itu. Senyuman kemenangan nampaknya tak bisa dia tutupi dari wajah tampannya. Kini bukan hanya pertengkaran antara bos nya tapi juga pertengkaran antara pengacara yang membela klien nya.
" Anda tadi mengatakan kepada kami bahwa anda berjanji untuk tidak menuntut Tuan Peter, tapi kenapa sekarang anda menuntutnya dengan tiga kasus sekaligus. Apa karena anda merasa terganggu karena aset aset Tuan Yun di berikan suka rela kepada Tuan Peter?, atau anda memang ingin menguasainya saat ini?"
Zac hanya mampu tersenyum kecil ketika sebuah tuduhan yang tak masuk akal di lontarkan kembali kepada dirinya.
" Nona Violet saya adalah Zac Kozan pemegang saham terbesar di mana pun saya menanamkan saham. Nama saya meroket di dunia bisnis bahkan saham saya menjadi incaran di pasar saham. Bisnis saya menggurita di dunia, tak hanya satu perusahan yang ada di bawah kendali saya tapi ada puluhan anak cabang yang saya kendalikan. Tak hanya satu orang yang bergantung dengan saya tapi ribuan orang saya mampu membayarnya. Nama saya ada di urutan pertama pebisnis sukses lima tahun berturut turut..." Zac menyombongkan dirinya di depan semua orang yang ada di sana.
" Bahkan nama klien anda Tuan Peter ada di urutan lima puluh..." Zac kembali menekan kata katanya dengan mengejek. " Perusahan Paman Yun dulu semenjak Paman masih ada di urutan sepuluh besar, semenjak di kuasi oleh Tuan Peter kenapa menjadi lima puluh. Di sini kalian bisa menilai maksud saya untuk menuntut itu semua. Perusahan kecil yang sekarang di tangani oleh Tuan Peter tidak ada apa apa nya di banding perusahan saya. Bahkan tanpa saya mengusik perusahan kecil itu harga saham saya naik. Jadi stop katakan kalau saya menutut Tuan Peter untuk kepentingan pribadi saya. Saya menuntutnya karena itu bukan hak dari Tuan Peter tapi hak dari mendiang Tuan Yun..." Zac menatap tajam ke arah Violet yang juga menatapnya.
Zac yang dari kemarin merasa terhina karena selalu di katakan untuk mengambil semua aset aset itu untuk kepentingan pribadinya kini meluapkan emosinya di sana. Dia menekan semua kata katanya dengan tegas dan dingin. Semua orang tahu tak ada kata kata bercanda di setiap kata yang di ucapkan oleh laki laki gondrong itu.
" Jika saya menginginkan uang atau aset aset seperti yang anda tuduhkan kepada saya. Kenapa saya tidak ambil tawaran anda untuk berdamai dengan saya meminta semua kembali aset aset Paman Yun. Bukankah anda kemarin anda datang dengan menawarkan sejumlah uang dan aset Paman Yun kepada saya?, tapi lihatlah saya menerima nya?, Tidak..." Katanya lagi.
" Saya tetap ingin menuntutnya karena semua orang tahu bahwa ini tak hanya masalah aset aset yang dia ambil tapi juga nama Marga dari Paman Yun yang juga dia ambil. Saya berdiri di sini untuk mencari keadilan untuk Paman saya bukan mencari uang atau harta yang seperti kalian tuduhkan kepada saya..." Violet sungguh tak mampu berkata apapun lagi selain hanya diam. Dia tak bisa menganggap remeh lawannya kali ini.
" Jadi pengacara dari Tuan Peter kemarin datang untuk berdamai?" Hakim itu kini tiba tiba berbicara dengan menatap kedua orang yang ada di sana.
" Benar Yang Mulia. Nona Violet yang datang dengan menawarkan jalur damai dengan menawarkan menganti semua kerugian serta mau menuruti semua yang kami minta, asal kami menarik kasus ini dan membebaskan Tuan Peter."
__ADS_1
" Tapi kenapa di sini di katakan bahwa pengacara Tuan Peter tidak ada yang datang untuk mengajukan jalur damai. Bahkan juga tidak ada yang membawa saksi dari pengadilan jika kalian datang menemui mereka?"
Violet kini menatap ke arah Tuan Hans yang menunduk dia juga tidak tahu kenapa Tuan Hans malah berbohong kepada mereka semua. Jelas jelas mereka kemarin datang untuk mengajukan jalur damai.
" Nona Violet bisa jelaskan kepada kami?"
" Yang Mulia saya memang datang untuk menemui Tuan Zac untuk mengajukan jalur damai dan saya juga tidak tahu bahwa saya harus mengajak satu saksi dari pengadilan untuk pertemuan kami."
" Tidak tahu?, kapan kau di menjadi pengacara dan sudah berapa lama kau menangani kasus di dalam persidangan?" Hakim ketua kini bertanya ketika apa yang di katakan oleh pengacara itu tidak masuk akalnya.
Semua orang juga tahu jika pengadilan pasti akan memberikan waktu untuk salah satu yang menjadi Terdakwa bisa mengajukan jalur damai, jika ada pertemuan maka harus membawa saksi dari pengadilan untuk menguatkan semua apa yang di ajukan.
" Saya sudah tiga tahun menjadi pengacara dan baru tiga kali berada di dalam pengadilan."
" Maaf yang Mulia saya pikir tidak perlu karena saya sudah membawa Tim kami tiga untuk jalur damai dan saya yang menunggu di sini untuk menunggu jawaban dari pertemuan perdamaian tersebut..." Hans kini yang sebenarnya melupakan hal itu dia terlalu semangat untuk kemenangan nya waktu itu.
" Kalian ini meremehkan pengadilan. Apa pengadilan ini main main?, semuanya ada susunan yang harus kalian taati. Di depan sudah ada dinding besar yang bisa kalian baca susunan itu dan kalian mengatakan tidak perlu?" Kini malah hakim ketua yang tidak menyangka bahwa pengacara dari tersangka malah menganggap biasa apa yang sudah menjadi peraturan di pengadilan.
" Siapa yang melatih kalian menjadi pengacara?, harusnya kalian tidak bisa jadi pengacara jika masalah kecil di dalam pengadilan kalian sepelekan. Karena kecerobohan kalian klien kalian yang akan menanggung akibatnya."
__ADS_1
" Yang Mulia kami salah dan kami meminta maaf dalam hal ini. Kami janji kami tidak akan mengulanginya lagi. Kesalahan kami jangan di limpahkan kepada klien kami..." Violet kini berbicara dengan tegas dia yang mengakui kesalahannya. Tadi dia yang ingin menyerang kubu lawannya tapi kini malah kubunya yang di serang oleh ketua dari persidangan ini.
" Sidang kami tunda sampai besok siang..." Ketukan palu yang keras membuat semua orang yang di sana merasakan kecewa harusnya hari ini agendanya adalah saksi saksi yang di panggil dan dalam waktu satu minggu mereka sudah bisa mengetahui hukuman dati Peter.
Semua orang kini bubar dan Peter kini di giring oleh para Police yang akan membawa nya kembali.
" Ayah.. Ayah.. Ayah..." Anna berteriak ketika Ayahnya di bawah oleh para police dengan kasar bahkan tidak bisa untuk saling tegur sapa.
Ruangan itu kini sepi hanya ada beberapa orang yang masih bertahan di sana.
" Selamat Siang, anda yang bernama Tuan Andriano?"
" Iya saya."
" Ini surat penangkapan anda karena anda di laporkan oleh seseorang atas tuduhkan ingin membunuhnya."
" Saya tidak melakukan apapun Sir."
__ADS_1
" Jelaskan nanti di ruang interogasi..." Adriano kini di bawah paksa oleh para police yang tiba tiba menyeretnya untuk ikut mereka.
Nah loe 🤣🤣 Bang Adriano jangan di bawah pak 😁 dia gak salah kok 🤣🤣 yang salah egonya 🤭 Lanjut nanti sore lagi ya 🤗🤗🤗 selamat menjalankan ibadah puasa untuk kalian semua yang sedang menjalankan nya 😘😘😘