Wanita Nakal

Wanita Nakal
Wanita Nakal Musim3_ Melawan 33


__ADS_3

" Akhirnya gadis kecil ku kembali..." Valarie kini segera menyambut kedatangan semua orang yang ada di sana. Mereka saling berpelukan dengan erat seperti mereka adalah adik kakak yang lama tak bertemu dan sekarang melepaskan rindu.


" Aku merindukan kakak, dari kemarin kita hanya bisa chat dan sekarang akhirnya aku bisa berkumpul dengan kalian..." Maria kini melepaskan pelukannya dan menatap Val dengan tatapan yang berbinar.


" Kita semua juga merindukan mu..." Timpal Jovanka yang juga ada di sana.


" Tapi kau tak apa bukan?, dia tak menyerang mu?" Val meneliti tubuh luar gadis itu dengan memutar tubuhnya dengan segera.


" Tidak kak mereka seakan melindungi ku padahal mereka melindungi orang yang salah..." Ujar Maria.


" Baiklah sekarang kau istirahat dulu, kau pasti lelah dan hari hari kemarin sudah berlalu..." Maria mengangguk dengan pelan ketika Val menyuruh nya untuk ke kamarnya.


Kini mereka semua masuk ke dalam kamar nya masing masing, mereka merasakan begitu lelah dan hari hari yang menguras emosi telah terjadi hari ini. Zac yang masuk ke dalam kamarnya kini langsung menghempaskan pantatnya ke sisi ranjang dengan rasa lelahnya.


" Bagaimana perjalanan persidangan nya?, apa semuanya baik?, dan sesuai harapan kita?" Valarie kini langsung bertanya ketika mengambil jas suaminya yang di letakkan di sebelah suaminya.


" Semuanya berjalan baik Sayang dan jika kamu tadi melihat wajah Peter serta keluarga kau pasti akan sangat senang."


" Berapa lama lagi hukuman di jatuhkan?"


" Besok kita masih sidang kedua sayang, tadi Tim nya mereka melupakan susunan yang ada di pengadilan dan akhirnya sang hakim marah dan mengundur besok."


" Kamu pasti akan mendapatkan keadilan untuk sang Paman Hubby, jadi jangan cemas. Kita pasti menang..." Val memberikan semangat kepada suaminya yang seakan rapuh saat ini.

__ADS_1


" Aku harap besok tidak ada drama lagi Honey, kau tahu bukan aku menunggu keadilan ini 22 tahun lamanya dan sekarang saatnya semua berakhir dan aku sungguh menunggu kehancuran mereka semua."


" Mereka pasti akan hancur..." Val kini menyentuh tangan suaminya mengenggam tangan suaminya dengan erat. " Sekarang mandilah kau pasti lelah, segarkan dulu tubuh mu..." Zac kini mengangguk dia berdiri dari duduknya dan mencium kening istrinya dengan lembut.


Val kini menatap suaminya yang melangkah masuk ke dalam kamarnya, sedangkan dia menyandarkan dirinya dan berbaring ke kasurnya. Perutnya kini sudah membesar dan membuat dirinya untuk susah berjalan terlalu lama. Dia terlalu lelah jika berjalan dengan keseringan.


" Kau lihat Daddy mu memperjuangkan keadilan untuk Paman mu juga yang sudah tidak ada, jika kau sudah lahir dan sudah besar, Mommy harap kamu juga seperti Daddy mu. Entah kamu perempuan atau laki laki kamu harus mengikuti jejak Daddy mu..." Valarie kini mengelus perut buncitnya dan mengajak bicara anaknya yang ada di dalam kandungan.


Val kini tersenyum ketika merasakan tendangan yang nyata dari anaknya ketika dirinya mengajak bicara anaknya.


" Kamu pasti anak yang pintar sayang..." Katanya lagi dengan mengelus perutnya.


Sedangkan di kamar lain Maria kini masuk ke dalam kamarnya dengan diikuti oleh laki laki yang ada di belakangnya. Maria yang masuk ke dalam kamarnya dan berdiri di depan kaca kini langsung terkejut ketika sebuah pelukan secara tiba tiba dari arah belakang.


" Aku merindukan mu!! kau tahu aku tidak bisa tidur nyenyak gara gara kamu di sana, aku memikirkan keadaan mu, aku tahu mereka tahu rencana mu..." Katanya dengan benar benar gelisah, dagunya kini dia sandarkan di dagu gadis tersebut.


" Tapi kau lihat sendiri bahwa mereka yang tertipu dengan sandiwara ku dan aku tidak tertipu sama sekali dengan mereka."


" Mereka yang bodoh karena tidak tahu bahwa kamu licik..." Liriknya dengan tetap memeluk dari arah belakang.


" Aku tak sabar melihat kehancuran mereka semua. Anna begitu hancur karena orang yang dia sayangi kini berada di dalam penjara, dan mereka tidak memiliki siapapun sekarang. Aku rasa tak akan ada orang yang mau menemani dia meskipun itu keluarganya."


" Sayang kau sabar sedikit lagi kita akan melihat kehancuran musuh mu, ini hanya awal dari ini semua, ini hanya awal untuk menuju kehancuran yang akan kita susun, dia pasti akan hancur di tangan kita..." Ujarnya dengan tetap memeluk tubuh gadis itu.

__ADS_1


Andre kini membalikan tubuh gadis itu menatap wajah gadis yang dia rindukan beberapa hari ini. " Kau yakin tidak ingin mengedarkan kakak mu di dalam penjara?, kita bisa membebaskan dan menghukumnya dengan cara kita?"


" Tidak aku ingin dia berada di dalam penjara dengan membusuk, aku tak peduli dengan dia, biarkan dia merasakan tak memiliki siapapun, biarkan dia tahu bagaimana hancurnya dunia ketika jauh dari orang yang dia cintai."


" Ternyata kamu juga kejam Maria, kau gadis kecil yang kejam..." Senyum kecut dari Andre tapi dia menyukai apa yang di lakukan oleh gadis itu.


" Maria yang bodoh sudah meninggal Om, dan kini aku Maria yang tidak memiliki hati. Aku ingin membalas semua yang mereka perbuat kepada ku."


" Baiklah, sekarang katakan kau tak merindukan ku?"


" Tidak..." Maria kini sedikit berlari menjauhi tubuh Andre ketika menatap Andre yang seakan ingin menelanjangi tubuhnya.


Andre kini tersenyum melihat sikap Maria yang menghindari dirinya dengan senyum yang mengembang. Andre kini melangkahkan kakinya lebar dan menarik tangan Maria hingga gadis itu terhenti. Dadanya naik turun ketika tangan itu kini di cekal oleh Andre.


Dadanya kini berdetak tak karuan ketika sebuah ciuman kecil menyentuh tengkuknya. Maria kini hanya memejamkan matanya dengan menikmati sentuhan yang di berikan oleh Andre dengan lembut. Sentuhan yang begitu dia rindukan, sentuhan yang begitu dia inginkan saat ini.


Sentuhan itu kini menyasar lehernya dengan sedikit menggigi* nya dengan pelan, Andre kini langsung menghisa* nya dengan pelan hingga sedikit membuat bekas merah kecil yang sedikit terlihat. Maria kini terdiam menikmati sentuhan dari Andre.


Kini Andre membalikan tubuhnya, mata mereka kini beradu pandang dengan tatapan yang begitu berbeda. Ada getaran kecil yang mereka rasakan, getaran cinta yang begitu nyata kini membuat kedua orang itu terlena.


" Aku menyayangi mu Maria!! perbedaan umur kita yang jauh tak membuat masalah bagi ku, asal kau di sini bersama mu! aku akan berusaha menjadi laki laki dewasa yang melindungi mu, aku sadar aku bukan laki laki terbaik untuk mu, dan aku laki laki yang tidak tahu malu karena memiliki perasaan kepada wanita yang harusnya aku anggap adik ku sendiri..." Andre kini menatap serius ke dalam mata Maria bahkan mata mereka seakan ingin saling menyelami satu sama lain.


__ADS_1


__ADS_2