
" Andre berikan kunci sepeda motor mu..." Suhu itu yang langsung masuk ke dalam kamar Andre langsung meminta kunci sepeda motor nya, sedangkan Andre yang tengah santai di dalam kamarnya langsung terkejut karena ulah dari adik tirinya itu.
" Harusnya kau ketuk pintu dulu Suhu, jika aku sedang bertelanjang bagaimana he?" Andre kini menatap adik nya dengan tatapan datar nya.
" Jangan banyak bicara, berikan kunci mu. Aku ingin keluar..." Andre menatap tanda tanya kepada wanita itu.
" Kau ingin kemana?, ini sudah malam..." Tentu saja Andre penasaran kepada wanita itu.
" Aku ingin keluar dengan Abhi, berikan kunci mu."
" Kalian ingin kemana?" Tanyanya lagi dengan rasa penasarannya.
" Apa perlu aku menghajar mu untuk mengambil kunci motor mu, maka aku dengan senang hati merebutnya dari mu..." Wajah Suhu itu kini sudah serius, dia akan senang sekali merebut kunci motor itu jika laki laki yang di depannya dari tadi tak memberikan.
Andre terpaksa melemparkan kunci itu dengan tatapan tanda tanya, sedangkan Monica kini dengan segera menerima lemparan kunci itu.
" Terima kasih..." Katanya dengan senang, wajah nya berseri seri ketika mendapatkan kunci itu.
Andre hanya geleng geleng kepala melihat tingkah wanita itu. Andre kini baru pertama kalinya melihat wajah kebahagian yang nyata dari adik tirinya itu. Senyuman ketulusan dari adiknya kini tak bisa di tutupi. Andre yakin bahwa adiknya sedang jatuh cinta kepada laki laki police itu.
" Hati dan pikiran mu sedang di kendalikan oleh cinta..." Gumamnya dengan pelan. " Biarkan malam ini kalian menikmati masa masa ini, karena kita tak tahu apa yang terjadi besok..." Liriknya dengan merebahkan tubuhnya di atas kasur.
__ADS_1
Sedangkan Abhi dan Monica kini mengendari sepeda besar itu dengan pelan pelan, menikmati udara malam yang dingin menusuk ketulang mereka. Monica yang melingkarkan kedua tangan nya ke pinggang kekasihnya membuat tubuh mereka menjadi sangat dekat. Abhi yang melajukan sepeda motor itu dengan pelan dengan sesekali memainkan jemari kekasihnya yang ada di pinggangnya.
" Kau senang?" Katanya dengan sedikit berteriak kebelakang.
" Kau tahu aku baru kali ini keluar tanpa pengaman yang berada di sekeliling ku, dan aku sungguh seperti keluar dari sangkar ku..." Jawabnya dengan juga berteriak pelan.
Abhi kini melajukan sepeda motor itu dengan kecepatan tinggi, menembus jalan yang begitu sepi, dengan hati mereka yang berbunga bunga, biarkan malam ini mereka merasakan kebahagian, sebelum besok mereka menghadapi sesuatu yang tak pernah mereka tahu.
Abhi yang mengendari itu dengan pelan ketika mereka melewati sebuah pantai dengan banyak orang yang masih ada di sekitar pantai sana.
" Abhi aku ingin ke sana?" Monica menunju sebuah tempat yang masih ada beberapa orang yang berada di sana.
"Aku mencintai mu..." Sebuah ungkapan dari Abhi membuat wanita itu menoleh ke arahnya dengan tersenyum. Senyuman yang manis kini membuat Abhi seakan menghentikan nafasnya. Mereka saling berpandangan dengan tatapan penuh cinta serta kesedihan.
" Kau wanita yang pertama aku cintai, aku mohon jangan tinggalkan aku, karena aku tak bisa jauh dari mu..." Sambungnya dengan tangan mereka saling berpandangan satu sama lain.
" Kita tak tahu dengan takdir kita caro, tapi percayalah bahwa aku juga mencintai mu. Aku tak tahu apa yang akan terjadi besok, tapi yakinlah dengan satu hal bahwa semua ini yang terbaik..." Abhi menangkap rasa kekhawatiran dari wajah kekasihnya, dia tak tahu bahwa pertemuan dengan Singa bisa membuatnya terpengaruh dengan perasaan nya.
" Monica aku tahu apa yang sedang kau pikirkan, tapi aku siap untuk mendengarkan semuanya yang menjadi beban pikiran mu itu. Aku ingin menjadi teman, sahabatmu atau apapun asal jangan jadikan aku musuh mu..." Monica hanya mampu tersenyum dan dia kini menyisipkan tangan nya ke lengan laki laki itu, bersandar di bahu nya dengan melihat ke depan lagi, pantai yang menggulung ombaknya membuat mata mereka melihat ke arah itu.
__ADS_1
" Aku tak tahu apa yang harus aku lakukan, tapi aku juga tak tahu apa yang akan terjadi setelah kau bertemu dengan Singa besok. Tapi apapun yang terjadi kau harus ingat bahwa semua ini sudah jalan takdir Tuhan, dan ini semua sudah yang terbaik untuk kita semua..." Abhi mencerna setiap kata kata yang di ucapkan oleh kekasihnya.
" Kau takut aku bertemu dengan ketua mu?"
" Bukan takut caro, tapi hati ku tak tenang. Entahlah mungkin aku yang merasa berlebihan..." Hatinya memang tak tenang dia takut kebaikan yang selama ini di perlihatkan oleh laki laki ini hanya sandiwara. Tapi ketulusan di mata laki laki itu masih terpancar jelas di sana. " Jangan pikirkan hal itu, kita bahas tentang kita..." Sambungnya lagi.
" Jika kau menikah kau ingin anak berapa Caro?" Monica mengahlikan pembicaraan ini, agar malam ini mereka menghabiskan malam yang sunyi ini dengan tawa kebahagian.
" dua, tapi mungkin aku ingin dua belas..." Monica langsung terkejut mendengar jawaban dari kekasihnya itu.
" Dua belas?" Monica mengulangi nya dengan suara yang tak percaya, sedangkan Abhi menahan tawanya yang melihat kekasihnya terkejut bukan main.
" Hmm.. dua belas, agar rumah kita ramai dengan canda tawa mereka. Agar rumah kita akan selalu ramai dengan suara dan tangisan mereka..." Abhi kini membayangkan rumah cinta nya penuh dengan kebahagian dari keluarga nya itu.
" Kau gila Abhi, dua belas. Bagaimana mungkin, wanita itu masih saja membayangkan dengan kata kata dua belas, mungkin kata kata dua belas akan terdengar sedikit ketika itu angka, tapi untuk ukuran memiliki anak dua belas sangatlah banyak.
Abhi tak bisa untuk menahan tawanya lagi, dia benar benar menyemburkan tawanya dengan kencang. " Cinta ku kau manis sekali dengan wajah mu yang terkejut seperti itu..." Abhi mencium gemas wajah kekasihnya itu. " Berapa pun anak yang di berikan tuhan pada kita nanti aku akan menerima nya, tapi jika Tuhan memberikan kita anak sebanyak itu pun juga tak masalah bagi ku. Karena aku memang ingin memiliki banyak anak agar rumah kita selalu ramai dengan anak anak kita dan cucu kita nanti. Tapi berapa pun anak kita nanti aku akan tetap menerima nya..." Abhi mengatakan dengan suaranya yang begitu lembut.
" Apapun yang di berikan Tuhan pada kita nanti aku akan menerima nya..." Sambungnya dengan meletakan kepala wanitanya agar bersandar kembali ke bahu nya.
" Aku mencintai mu Sir Abhi, apapun yang terjadi pada kita aku akan tetap mencintai mu. Dan aku berdoa agar kita berdua selalu bersama dan menghabiskan malam malam ini bersama..." Jawabnya dengan tersenyum.
__ADS_1
Abhi menatap wajah kekasihnya, mencium kedua pipi kekasihnya, mencium kening dan saling menempelkan kening dengan kedua hidung itu saling bersentuhan dengan mereka memainkan hidung itu dengan lembut.
Memiliki sandaran seperti ini adalah hal yang membahagiakan, wanita tangung itu kini merasakan kebahagian yang benar benar nyata, kebahagian yang tak pernah dia rasakan. Abhi berharap doa barusan di dengar Tuhan, hingga mereka selalu bersama dan bahagia.