
" Lepaskan aku Hugo.. Hugo lepaskan aku..." Valarie memberontak berteriak sekuat tenaga nya, dia mengamuk di tempat duduk nya yang mengikat tubuhnya dengan erat. " Hugo lepaskan aku..." Sambungnya lagi. " Jangan kau pikir aku adalah kelemahan Zac, aku adalah kekuatan nya, jangan kira kau bisa membunuh suami ku, kau tak ada apa apa nya di banding suami ku Hugo..." Sambungnya lagi dengan tetap berteriak, dia mengamuk di sana, mengatakan semuanya agar laki laki itu mendengarkan apa yang dia katakan.
Valarie berharap bahwa suami nya segera datang tapi sedetik kemudian dia malah berharap bukan Zac yang datang.
" Kita harus mencari keberadaan Zac dan Val, aku yakin Zac mendapatkan pesan dari Hugo..." Jonathan dan beberapa orang lain nya keluar dari rumah itu dan mengikuti langkah bos nya itu untuk mencari bos muda nya yang sedang mencari istrinya yang di culik.
" Aku mendapatkan pergerakan mobil tuan Zac..." Steve yang dari tadi diam ternyata sedang memantau pergerakan mobil bos nya yang selalu dia pasang alat untuk mengetahui jika mobil nya pergi.
" Kau mendapatkan nya?" Alex yang juga ikut serta kini yang sedang mengemudi kan mobilnya.
" Kita harus cepat tuan Alex, sebelum sebelum semuanya terlambat..." Kris kini juga ikut menimpalinya. Beberapa orang yang juga ikut kini mulai mengikuti mobil para ketua mafia itu yang melajukan mobilnya dengan tinggi.
" Siapa Hugo itu, kenapa dia seperti dendam sekali pada Zac..." Lirik Abhi dengan pelan.
Jonathan menyentuh lengan nya. " Nanti kau akan tahu, Valarie pasti baik baik saja..." Abhi hanya mengangguk mengerti dia juga yakin bahwa adik iparnya itu pasti akan bisa menyelamatkan adik nya itu.
" Jangan membuat orang orang ku menyakiti mu Val, kau tahu bukan aku tak ingin memakai kekerasan dengan mu..." Hugo yang mendengar suara teriakan dari wanita yang dia sekap segera masuk ke dalam melihat nya dengan senyum licik di bibirnya.
" Lepaskan aku Hugo, aku benar benar membenci mu.. sangat membenci mu..." Katanya dengan nada tinggi.
__ADS_1
" Jangan membenci calon suami mu Val..." Laki laki ini benar benar licik.
" Siapa yang kau katakan dengan calon suami he..." Suara itu membuat semua orang yang di sana menatapnya dengan tatapan tak percaya bawa dia bisa menemukan tempat di mana mereka bersembunyi.
" Honey..." Desisnya dengan pelan, dia bernafas lega karena akhirnya bisa melihat wajah suami nya lagi. Zac menatapnya dengan sedikit memberikan kode agar dia tenang.
" Kau menemukan kami..." Hugo gugup, karena dia belum siap jika harus menghadapi laki laki yang di depan nya itu.
" Kau meremehkan ku?, kau melupakan siapa aku ternyata, cih..." Zac tersenyum karena melihat lawan nya itu sedikit takut. " Harusnya dulu aku membunuh mu, supaya hal seperti ini tak terjadi..." Sambungnya lagi dengan berjalan maju. " Ini urusan kita jangan libatkan istri ku dalam hal ini, maju dan lawan aku. Aku akan siap membunuh mu saat ini..." Sambungnya dengan nada geramnya karena dia melihat wajah istrinya yang berantakan.
" Kau ingin membunuh ku di depan istri mu?, jika dia tahu kau laki laki yang kejam, dia akan meninggalkan mu..." Senyumnya dengan mengejek.
" Aku tak akan meninggalkan mu sayang, aku siap melihat kau membunuh nya..." Teriakan dari wanita itu membuat Hugo sedikit melongo tak percaya karena wanita yang dulunya lembut kini seakan menjadi wanita yang ingin belajar menjadi kejam.
" Valarie..." Liriknya dengan tak percaya.
Hugo yang merasa di hina, akhirnya lari menuju laki laki yang menantang nya, pukulan demi pukulan itu kini tak dapat dielakan lagi. Hugo dapat menarik baju yang di kenakan oleh Zac, sebalik nya dengan Zac yang juga menarik baju nya hingga wajah mereka sama sama dekat dengan tatapan matanya yang benar benar tajam. Bug!! Mereka sama sama saling menendang perut hingga mereka berdua sama sama mundur seketika dengan menyentuh perut mereka masing masing yang menahan rasa sakit.
" Lepaskan aku..." Katanya lagi.
" Jangan bergerak, pisau ini akan bisa melukai leher mu nona..." Val terdiam ketika sadar bahwa pisau itu bisa saja melukai leher mulus nya itu.
Zac dan Abhi kini saling menyerang satu sama lain, saling memukul untuk menjatuhkan lawan nya, Zac memukul kepala Hugo dengan kayu yang ada di sana, Hugo menyentuh kepalanya yang mengeluarkan darah segar di dahi nya.
Bug!! kayu itu juga melukai lengan Zac yang baru saja di jahit oleh sang dokter, lengan itu langsung mengeluarkan darah ketika kayu itu memukulnya. Mereka sama sama menahan rasa sakit itu, menahan badannya yang serasa remuk karena pukulan demi pukulan mereka dapatkan.
__ADS_1
Ya Tuhan selamatkan suami ku, aku mohon. Jangan biarkan dia kenapa kenapa, ampuni dia jika dia membunuh seseorang, karena dia hanya ingin menyelamatkan aku..Batin Val berdoa ketika melihat suaminya yang menahan rasa sakit pada lengan nya itu.
Zac tentu saja tak menyerah untuk melukai laki laki yang ada di depan nya itu, menjatuhkan nya adalah hal yang penting saat ini. Lemparan yang di layangkan oleh Zac tepat mengenai kepala Hugo hingga membuat laki laki itu mundur karena rasa pusing, Zac dengan cepat menendang dagu Hugo hingga laki laki itu jatuh ke lantai dengan menyentuh kepalanya yang terasa sakit. Zac melepaskan Gasper nya dengan segera melilitkan ke leher musuhnya, menariknya dengan kencang hingga membuat Hugo susah bernafas.
" Harusnya aku tak pernah mengampuni mu..." Katanya dengan sinis.
" Kau ingin membunuh sahabat mu.. hanya karena wanita.. kau tak pantas aku panggil sahabat.. kau bisa membunuh ku, dan dulu kau bisa membunuh adik ku..." Katanya dengan tertahan.
" Sudah ku katakan aku tak membunuh adik mu, kau selalu menuduh ku yang melakukan hal itu..." Katanya dengan geram, masa lalu yang dulu, ke salah pahaman yang membuat mereka harus bertengkar seperti ini. Hugo adalah orang nya yang terlatih tapi karena salah paham yang membuat kedua orang itu kini menjadi bermusuhan dari dulu hingga sekarang, Zac menahan air matanya melihat sahabat nya harus dia bunuh dengan tangan nya, hari yang dia takutkan kini harus terulang lagi di tambah di depan istrinya.
" Lepaskan bos saya, atau saya akan melukai istri anda..." Teriakan dari laki laki yang mengarahkan pisau itu membuat Zac melihat ke arahnya dengan tatapan tajam nya.
" Jangan hiraukan aku sayang, kau bunuh saja dia.. selesaikan urusan kalian, aku tak apa..." Valerie berteriak agar suaminya tak bimbang dengan pilihan apa yang harus di lakukan oleh suami nya.
Suara yang kencang membuat mata Zac menatapnya dengan tajam serta wajah nya yang memerah karena melihat istrinya di perlakukan seperti itu, dengan terpaksa Zac melepaskan ikatan itu pada leher laki laki yang mungkin sebentar lagi akan kehabisan nafas nya.
Bersambung ya mak 🤭✌️✌️
Budayakan tinggalkan jempol dan ramaikan kolom komentar dulu dong mak 🤭 Kasih vote nya dong sudah masuk hari senin dan hadiah nya juga dong buat mince 😁 agar mince tetap semangat nulis 😍😍😍
Ini nomer mince ya mak 081324594302 kalian hubungi mince, kita ngehalu sama sama mak 😂 kalian jika mau hubungi mince pakai sandi ya mak, jawab pertanyaan mince.
Siapa nama abang mince yang masih ada darah sepupu dengan Jonathan Cristopher?, itu sandi nya para mak mak yang tahu.
Terima kasih buat kalian semua ya 😘😘😘
__ADS_1