Wanita Nakal

Wanita Nakal
Wanita Nakal Musim3_ Kemarahan Mereka 10


__ADS_3

Sedangkan James kini yang menunggu dari tadi kini merasa dirinya seakan di permainan oleh istrinya sendiri. Dia yang mendengar dari orang orang nya siapa pemilik dari unit yang mereka datangi kini bertambah geram dia mengepalkan tangan nya dengan geram.


James kini menyuruh supirnya untuk menuju ke sebuah Firma Hukum yang cukup terkenal di kota ini. Siapa yang tak tau di mana Firma yang di tempati oleh orang yang saat ini sedang di cari oleh nya.


" Kau sungguh sungguh ingin bermain main dengan ku Violet, sejak kapan kau berhubungan lagi dengan laki laki itu. Sialan..." James kini terlihat mengeraskan rahangnya dia begitu marah ketika mendengar nama yang di miliki oleh unit yang mereka rusak tadi.


Matanya kini melotot tak percaya bahwa istrinya kini malah memilih kabur dengan mantan kekasihnya yang pernah dia dengar dulu dari istrinya itu. Tuju tahun pernikahan sejak kejadian di malam itu James menjadikan dirinya sebagai sosok sahabat yang bisa mendengar semua keinginan wanita itu hingga dia tau siapa laki laki bernama Albert itu.


" Cepat kan jalan nya, kenapa lambat sekali ini mobil..." James kini berteriak karena merasakan mobil yang dia naiki seakan lambat berjalannya.


James kini tak sabar ingin bertatapan langsung dengan laki laki yang membawa kabur istri dan anaknya.


" Meskipun kau pengacara terkenal ku pastikan kau tak akan berani melawan aku jika tau siapa aku di Negara lain..." Gumamnya dengan yakin.


James kini begitu yakin bawa Albert akan mundur dan akan menyerahkan miliknya ketika mengetahui siapa dirinya. James kini akan membongkar siapa dirinya nanti di depan James.


" Kita lihat sayang seperti apa mantan pecundang mu itu, dia akan suka rela memberikan kalian lagi kepada ku ketika tau siapa aku..." Ucapnya dengan penuh keyakinan yang bersungguh sungguh.


Senyum rasa tak sabar kini tak bisa di sembunyikan oleh James, dia yang sudah merindukan istrinya kini seakan tak sabar ingin segera bertemu.


Sedangkan Violet kini bersama Angel yang sudah duduk di kursi meja makan, Angel menatap sekelilingnya yang di penuhi oleh laki laki gagah dan laki laki tegap. Pandangannya begitu tajam serta mereka yang membawa senjata.


" Mama kenapa kita di sini?, di mana Papa?, kenapa aku tidak melihat Papa sedari tadi?" Gadis kecil itu kini bertanya tanya ketika dia tak melihat sosok Papa nya yang setiap hari dia lihat.


Violet hanya menghela nafasnya dengan kasar, dia mengelus rambut panjang dari putrinya itu. Violet tak tau harus menjelaskan kepada putri kecilnya itu.


" Sayang Papa sedang ada perjalanan bisnis dan kita di titipkan di sini bersama paman paman ini..." Elaknya.


" Kenapa kita harus di sini Mama, biasanya nika Papa pergi kita tak ada di sini?" Tanyanya lagi.

__ADS_1


Di umur yang masih kecil rasa penasaran serta rasa pengen tau nya sangat tinggi. Violet kini penuh hati hati mencari jawaban dari semua yang di pertanyakan oleh putrinya.


" Sayang kamu tau bukan jika Papa sangat menyanyangi kita?, jadi Papa menitipkan kuta di sini agar kita aman, tak ada yang bisa menganggu kita berdua. Papa nanti pasti akan kembali tapi setelah perjalanan bisnis nya..." Violet kini dengan cepat menjelaskan agar putrinya tak mencurigainya.


" Mama jangan berbohong kepada Angel."


Deg!! jantung Violet kini kembali tak karuan ketika mendengar apa yang di katakan oleh putrinya itu.


" Mama tak berbohong kepada mu nak, Mama bicara jujur kepada mu."


" Mama aku selalu mendengar Mama berteriak meminta tolong, dan aku juga pernah melihat Papa memukul Mama. Papa juga pernah menyiram kaki Mama dengan kopinya. Angel tau semuanya Ma."


Deg!! lagi lagi Violet di buat terdiam dia tak menyangka putrinya tau semuanya yang dia alami selama ini. Violet kini menatap putrinya dengan mata yang berkaca kaca.


" Papa menyiksa Mama lagi bukan?, di mana dia menyiksa Mama?, Aku harus kasih obat ke Mama agar tak sakit."


" Jika Mama ingin pergi dari Papa maka Angel akan mendukung mu Ma, dan Angel akan ada di sini sebagai kekuatan Mama. Mama berhak mendapatkan keadilan, sudah cukup Mama terluka karena Papa."


Violet kini bertambah menangis dia tak menyangka gadis kecil itu memiliki sifat dewasa yang belum tentu di punya oleh anak seusia dia. Kini mereka saling berpelukan dengan erat dengan air mata yang terus menetes membasahi pipinya.


" Terima kasih sayang...." Angel kini juga memeluk Violet dengan pelukan nya yang juga erat, seakan pelukan itu memberikan kekuatan mereka agar mereka mampu melewati kejadian ini secara bersamaan.



Sedangkan di tempat lain Albert pagi pagi tadi sudah meninggalkan Violet berserta Angel di kabin nya dengan penjagaan yang lebih ketat.


Albert kini sedang mengurus surat gugatan yang telah di setujui oleh Violet semalam. Albert tentu saja tak akan menyia-nyiakan kesempatan ini. Lebih cepat maka semuanya akan lebih baik.


" Al tadi pagi Bos menghubungi ku, sebaiknya kau menghubungi nya..." Andre kini mengatakan bahwa Singa nya kini menghubunginya dengan menanyakan masalah ini.

__ADS_1


" Nanti Bro setelah surat gugatan ini terjadi."


" Baiklah terserah..." Andre kini hanya bisa mengikuti Albert dia tentu saja menjaga teman nya itu, dia yang menjadi pengawal pribadi temannya itu hanya bisa menatap temannya yang sibuk dengan suratan gugatan perceraian kekasih gelapnya.


James kini yang sudah tiba di depan Firma itu kini dengan segera keluar dari mobilnya dia kini dengan langkah besarnya kini masuk ke dalam Firma tersebut.


Bruak!! suaran gebrakan di meja membuat sang resepsionis yang ada di sana sedikit terkejut.


" Tunjukan di mana ruangan Bos mu Albert..." Tanyanya dengan nada tinggi.


" Kalian siapa?"


" Kau tidak perlu tau siapa kami, katakan saja di mana ruangan bos mu..." Nadanya kini tinggi.


" Jika anda tidak mengatakan kalian siapa maka saya tidak bisa menjawab pertanyaan anda. Yang bertemu dengan Bos saya maka yang sudah memiliki janji dengan bos saya."


Pengawal itu kini merasa geram dia menarik paksa orang itu hingga keluar dari meja resepsionis itu.


" Kau cari mati."


Bug!! bug!! bug!! pukulan yang bertubi tubi membuat semua orang yang di sana menjerit ketakutan, sedangkan James hanya duduk santai di sana menyaksikan kejadian tersebut.


" Di mana ruangan bos mu ha?" Bentaknya lagi.


Beberapa satpam yang ada di sana kini lari mendekatinya tapi langkahnya terhenti ketika orang orang itu menodongkan senjata.


" Tunjukan di mana ruangan bos mu."


" Saya akan tunjukan tapi turunkan senjata anda..." Katanya dengan ketakutan.

__ADS_1


__ADS_2