
" Jika dia tiba tiba datang habislah kita."
" Dia hanya satu orang sedangkan kita bertiga, kita akan menang melawan nya jadi jangan takut..." Jawab Amel memberikan semangat agar mereka tau bahwa saat ini mereka bersatu.
" Maka dari itu cepat lepaskan ikatan nya agar kita segera kabur dari sini sebelum dia datang..." Timpal yang satu nya.
Ikatan yang melilit seluruh tubuh Amel membuat kedua orang itu sedikit kesusahan melepaskannya tapi kini mereka yang hampir selesai melepaskannya. Ada rasa lega di wajah Amel pada akhirnya ada orang yang akan membantunya bebas di sini.
Tak masalah jika aku tak memiliki apapun yang terpenting aku bisa bebas dari sini, sepertinya kartu itu juga ada di saku celana ku, aku bisa langsung mengambilnya dan segera memberikan kepada mereka. Batin Amel dengan menatap orang orang itu membantunya melepaskan ikatan di tubuhnya.
" He apa yang kalian berdua lakukan..." Bariton orang itu tiba tiba mengejutkan ketiga orang yang sudah membantu Amel melepaskan ikatan tersebut.
Ketiga orang itu langsung berdiri kaku serta campur takut tapi mereka kini bersatu mereka pasti bisa melumpuhkan yang hanya satu lawannya.
" Kami membebaskan wanita ini, kami tak ingin masuk penjara..." Ucapnya dengan berteriak.
" Jadi kalian tak peduli dengan uang yang aku janjikan kepada kalian berdua heh?" Orang itu menutup pintu gudang itu dengan segera menyilangkan tangannya di dada menatap mereka bertiga.
Meskipun masih memakai topeng tapi dapat di pastikan mata orang itu tengah marah karena dia melihat wanita yang telah dia culik ingin di bebaskan oleh rekan nya sendiri.
" Saya tidak butuh uang mu yang palsu itu, saya akan tetap membawa wanita ini keluar dari sini."
" Kami yakin berita wanita ini di culik sudah ramai di Italia dan kami tak ingin masuk penjara hanya gara gara kau yang menyuruh kami."
" Dasar bodoh, siapa yang akan memasukan kalian kedalam penjara, kita sudah berhasil tinggal satu langkah lagi kita bisa menerima uang banyak dan kalian malah membatalkan nya begitu saja..." Orang itu masih saja membicarakan tentang uang kepada kedua rekannya.
" Jika berhasil kita akan mendapatkan uang, jika tidak kita akan masuk penjara bersama sama? tidak tidak, kami tidak akan masuk penjara kami memilih membawa dia pergi dari sini."
__ADS_1
" Apa kalian berdua pikir jika kalian membawa dia pergi dari sini kalian tidak akan masuk penjara heh? apa keluarga nya akan membiarkan kalian bebas begitu saja?"
" Saya tidak akan melaporkan mereka dan membawa mereka jika mereka bisa membebaskan saya. Saya sudah katakan saya bisa memberikan uang kepada kalian..." Timpal Amel yang dari tadi hanya diam di belakang kedua orang yang membebaskan nya dari ikatan tersebut.
" Dan kalian percaya dengan apa yang dia katakan?" Orang itu tertawa di sana dengan keras.
" Jangan membuat kami marah sebaiknya kau minggir dari sana kami akan pergi dari sini."
Orang itu kini terdiam seketika dia menatap ketiga orang merasa ingin menantang nya saat ini. Tapi orang itu hanya tersenyum tipis di ujung bibirnya dengan penuh kelicikan.
" Tidak ada yang bisa keluar dari sini selama aku hidup maka lewati aku dulu jika kalian ingin pergi dari sini dengan membawa wanita itu."
" Sial..." Teriak salah satu dari mereka.
Kini salah satu dari mereka kini lari melawan laki laki yang dari tadi berdiri di depan pintu, kini kedua rekan itu saling aduh jotos agar mereka bisa keluar dari sana.
Bug!! bug!! orang yang membantu membebaskan Amel kini mundur ketika tendangan yang di berikan orang itu tepat di dada nya. Kini dia menyentuh dadanya yang terasa sakit dia menatap orang itu dengan tatapan marah.
" Ingat kau harus segera lari dari sini, jangan sampai tertangkap dia lagi..." Ucapnya pelan orang yang belum membantu rekannya itu.
Amel mengangguk pelan dia tau apa yang harus dia lakukan. " Aku akan membantunya melawan orang itu dan kau harus segera berlari keluar dari gedung ini."
Lagi lagi Amel hanya mengangguk pelan dia harus segera kabur daris sini. " Temui aku di rumah dengan mengatakan kalian ada majikan saya yang luar kota."
Orang itu mengangguk pelan kini orang itu membantu rekannya untuk menghajar orang tersebut. Kini dua orang lawan satu, hal yang mustahil bagi satu orang yang menang melawan dua orang.
Bug!! bug!! pukulan demi pukulan kini terdengar di sana, tendangan demi tendangan tak bisa terhindari, tubuh mereka saling menghantam benda apa saja yang ada di sana, membuat ketiga orang itu kadang susah bangun dari jatuhnya ke lantai.
__ADS_1
Amel kini mencoba lari tapi dia susah karena dia yang ingin lari seakan mata orang itu mengikutinya hingga orang itu mengikuti gerak kaki Amel yang akan kabur dari sana.
" Auwh..." Amel yang mencoba berlari kini malah di kejutkan oleh orang yang membantunya tadi di lempar di bawah kakinya.
" Lari..." Orang itu berucap isyarat, Amel yang ingin membantunya kini tak jadi ketika bibirnya berucap hal seperti itu.
Amel kembali berlari tapi kali ini dia malah tertangkap lagi oleh orang jahat itu. Tangannya kini di cekal kencang hingga dia merasakan rasa sakit kepada tangan nya.
" Lepaskan aku..." Berontaknya.
" Kau tak akan bisa keluar dari sini..." Ucapnya dengan tertahan.
Bug!! orang itu kini di pukul kayu tepat tengkuk nya tapi dia masih tetap sadar bahkan dia masih bisa menghajar kedua orang itu meskipun tangan satu nya masih mencekal tangan Amel dengan kencang.
Bahkan Amel berontak pun tak membuat orang itu kewalahan melawan orang dua yang saat ini masih menyerang nya. Mereka berdua bukanlah lawan dari satu orang yang pernah menjadi anak buah dari sebuah kelompok yang ada di negara lain.
Bugh!! bugh!! kedua orang itu kini tumbang di lantai dengan segera, darah keluar dari hidung dari mulut membuat kedua orang itu kini berguling di bawah sana. Sedangkan orang itu kini mengeluarkan darah dari kepalanya yang tetap membuatnya berdiri menatap Amel dengan tatapan amarah yang tak terkontrol.
" Lepaskan aku, lepaskan aku..." Amel mengamuk di sana dia menarik rambut orang itu hingga membuat topeng yang dia kenakan kini terlepas, Amel menarik topeng itu dan matanya melotot siapa yang ada di depannya itu.
" Kau."
Orang itu panik hingga mendorong Amel dengan kencang hingga membuat punggung Amel membentur tembok dengan kencang.
Amel melotot merasakan sakit pada sesuatu yang saat ini langsung mengeluarkan darah segar di sana. Amel langsung ambruk dia tak sadar dan itu membuat ketiga orang itu terdiam melihat wanita itu ambruk di lantai dengan kencang.
Sambung besok ya 😁 putra mince lagi sakit jadi sambung besok lagi 🤗🤗🤗
__ADS_1