
" Honey tinggal lah beberapa hari lagi di sini, aku ada pertemuan yang tak bisa di wakil kan.." Alex dan Cla kini duduk di kursi meja makan yang akan makan malam.
" Itu akan merepotkan kalian, jika aku terlalu lama di sini."
" Tentu saja tidak merepotkan sayang, ibu senang memiliki teman mengobrol dan rumah ini tak sepi.." Timpal sang ibu yang dari arah belakang, dan kini duduk di depan mereka berdua. " Kenapa ibu merasa di repot kan, sebentar lagi rumah ini akan menjadi rumah mu juga.." Sambung nya. " Atau kau tak ingin berlama lama di sini bersama wanita tua ini.." Cla menatap sang ibu yang geleng gelang.
" Bukan seperti itu ibu, aku senang bersama kalian di sini.." Bantahnya.
" Maka tinggal lah beberapa hari lagi, setelah pertemuan ini kita akan segera menemui ayah."
" Ayah juga tak ada di rumah honey, ada perjalanan bisnis yang tak bisa di tinggalkan.." Sang ayah yang baru tadi siang menghubungi putri nya dan mengatakan bahwa dirinya sedang ada perjalan bisnis yang tak bisa di wakilkan, tapi sebenarnya bukan perjalanan bisnis melainkan ada urusan dengan Hans yang tak bisa di wakilkan tentu saja tak bisa karena untuk mengajar laki laki itu dengan tangan nya sendiri.
" Tinggal lah di sini selama ayah mu belum kembali. Jika ayah mu sudah kembali kita aku ke datang ke rumah mu."
" Baiklah bu aku akan di sini.." Senyum bahagia dari wajah sang ibu membuat kedua anak muda yang di depan nya juga merasakan kebahagian.
Kini mereka bertiga melanjutkan makan malam nya tanpa ada pembicaraan, hanya ada pertemuan sendok dan piring yang terdengar di sana.
Sedangkan Chelsea malam ini sudah tiba di kota di mana Alex pernah mengajar di salah satu kampus, malam ini Chelsea telah berada di hotel di dekat kampus terkenal itu.
Sedangkan Arnold dan Ariana yang juga keluar dari hotel yang sama, mereka berdua berpapasan, Arnold yang melihat kebelakang sudah tak melihat wanita yang dia lihat di ujung lobi tersebut.
__ADS_1
" Ada apa sayang?" Ariana yang dari tadi menangkap wajah kekasih nya yang sedang berpikir.
" Aku seperti pernah melihat wanita tadi, tapi di mana.." Kata nya dengan melihat kebelakang.
" Wanita yang mana?" Ariana melihat sekeliling nya tapi tak ada wanita di sana.
" Wanita yang berpapasan dengan kita di ujung loby tadi.." Katanya dengan keluar dari hotel tersebut.
" Kita berpapasan dengan banyak wanita sayang, yang mana. Wanita mana yang kamu maksud aku saja tak tahu."
" Sudahlah mungkin hanya seseorang yang mirip atau aku memang sudah lupa, jangan di pikirkan.." Ariana hanya terdiam karena memang dirinya tak tahu wanita mana yang di maksud kekasih nya.
Arnold dan Ariana keluar dari sana, karena Arnold sekarang bekerja di sana menjadi manager di sebuah hotel tersebut, kebetulan Ariana mengunjungi kekasih nya dan mereka pulang bersama, Mereka berdua kini tinggal satu atap dan akan merencanakan akan segera menikah.
" Apa kau masih belum ingat wanita tadi sayang?" Ariana yang meletakan minuman teh hangat nya ketika mereka sudah berada di apartemen tempat mereka berdua tinggal.
" Belum sayang.." Jawab nya dengan mengambil teh hangat tersebut.
" Apa penting mengingat wanita itu Arnold?"
" Sayang jangan cemburu, bukan seseorang yang penting di hidup ku sebenar nya.." Arnold menangkap nada bicara kekasih nya yang seperti cemburu.
__ADS_1
" Lalu kenapa kau masih mengingat ingat wanita itu.." Ariana menyilang kan tangan nya.
" Sebenar nya dia tadi seperti mantan Alex, tapi aku tak yakin dia ada di sini.." Arnold mengatakan sebelum kejadian ini malah membuat dirinya yang bertengkar.
" Alex?" Ariana mengulangi perkataan Arnold.
" Aku tak yakin dia Chelsea, tapi aku harap itu bukan Chelsea."
" Kenapa jika dia Chelsea?"
" Akan sulit untuk Alex menghindar sayang, wanita itu adalah cinta pertama Alex, sekaligus wanita pertama yang menyakiti hati nya. Wanita yang membuat hidup Alex berantakan bertahun tahun.." Arnold menyandarkan punggung nya ke punggung sofa.
" Apa Alex tak bisa melupakan nya sayang?"
" Mungkin sekarang bisa sayang, sejak ada Cla hidup Alex seperti kembali lagi, tapi aku juga tak tahu kalau ada Chelsea."
" Kenapa dengan wanita itu?"
" Chelsea pernah hamil anak Alex, dan demi karier Chelsea pergi meninggalkan Alex dengan menggugurkan kandungan nya yang. Alex benar benar gila kehilangan anak nya yang dengan sengaja di bunuh oleh kekasih nya sendiri. Jika tadi adalah Chelsea aku tak yakin dengan semua nya, kau tahu kan maksud ku sayang?" Arnold mencemaskan sahabat nya.
" Sebaik nya aku menghubungi Clarissa, dari kemarin aku susah menghubungi nya.." Ariana mengambil ponsel nya dan mencoba menghubungi sahabat nya, tapi malam ini lagi lagi tak ada jawaban.
" Sebaiknya besok pagi sayang, mungkin Clarissa sudah tidur.." Ariana meletakan ponsel nya dan mengambil teh nya juga, meminum nya dengan segera.
__ADS_1
Like dan vote yuk 😘😘