Wanita Nakal

Wanita Nakal
Wanita Nakal Musim3_ Melawan 42


__ADS_3

" Dia bisa membunuh orang yang memberikan dia hidup hanya untuk sebuah harta yang di miliki oleh Tuan Yun. Di sini saya menyimpulkan juga bahwa dia dengan sengaja mengambil identitas dari Tuan Yun agar dia lebih muda untuk melakukan apapun dengan mengatakan bahwa dia di perintahkan oleh Tuan Yun untuk mengantikan semua bisnis bisnis nya. Di sini sudah cukup jelas bahwa Tuan Peter bersalah dengan semua yang di lakukan oleh Tuan Peter dia tidak menghargai tali persahabatan, yang di pikirkan hanya untuk menguasai harta dari Tuan Yun..." Sambungnya lagi.


Violet kini membuang nafasnya dengan kasar ketika kini tahu mereka kalah dengan semua ini, semua argumen yang di bawah oleh penuntut umum memiliki semua bukti bahwa kliennya salah dalam tiga kasus sekaligus.


" Saya sebagai penuntut umum terima kasih karena sudah mendengarkan semua argumen saya. Yang Mulia kami hanya meminta keadilan di sini, kami menginginkan Tuan Peter mengembalikan semua aset yang dia ambil secara paksa dan mengembalikan identitas Tuan Yun. Kami tak akan menuntut lebih Hakim karena kami menyerahkan semuanya kepada hukum."


Beberapa orang yang bertugas di pengadilan kini saling berbisik pelan dan seakan berunding sebentar sebelum mereka memberikan keputusan mereka.


Hakim kini juga menyuruh Violet untuk berdiri di samping Albert tapi sayangnya Albert sedikit bergeser agar mereka tidak saling dekat. Violet kini malah merasa heran ketika laki laki yang memaksanya kemarin kini malah langsung menjauhinya. Getaran kecil itu kini dapat di rasakan oleh Violet.


" Saya menerima semua argumen yang kami dengar dari kemarin, saya juga menerima semua saksi dengan senang karena saya sendiri juga terkejut dengan saksi yang di bawah oleh penutup umum..." Hakim kini menghentikan ucapannya. " Saya menetapkan Tuan Peter sebagai tersangka utama dan dalang utama dari kasus ini. Untuk selanjutnya kita harus tunda besok untuk mengetahui hukuman berapa yang harus di jalani oleh Tuan Peter..." Keputusan Hakim tak bisa di bantah semua orang kini menunduk memberikan rasa hormat.


" Saya tidak bersalah Yang Mulia saya tidak bersalah..." Peter kini berteriak dengan kencang ketika Hakim kini akan berjalan keluar dari ruang sidang.


Anna kini yang tak menyangka kini sedikit berlari menghampiri Ayahnya yang tangan nya di borgol dan di tarik paksa oleh para police yang ada di sana.


Ruang pengadilan itu kini menjadi ricuh tak terkendali, mereka yang kalah kini seakan tak terima oleh kekalahan mereka sendiri. Kehancuran Peter adalah semua sahabatnya malah ikut andil menghancurkan dirinya di sini, bahkan tak ada yang membela dia satu pun.


Rasa sakit itu kini begitu dalam ketika sahabatnya berkhianat nyata di depan nya. Peter kini akhirnya merasakan rasa sakit hati yang dulu di rasakan oleh Yun ketika dia di khianati oleh mereka semua.


Karma itu kini berlaku kepada Peter, dia hancur dan sangat hancur ketika dia di dorong dari tebing oleh kedua sahabatnya.

__ADS_1


Anna kini segera berlari menghampiri ayahnya memeluknya dengan erat, dia menangis ketika ayahnya menjadi tersangka saat ini.


" Jangan bawah ayah ku, dia tak bersalah hiks hiks.. Ayah tak mungkin melakukan hal itu kepada mereka, mereka yang tidak tau diri..." Anna kini menangis tersedu sedu dengan memeluk Ayahnya.


" Jangan menangis nak, jangan menangis!! kau harus tegar..." Peter kini bertambah hancur ketika putrinya kini menangis di pelukan nya.


" Ayah aku tak sanggup melihat ini semua hiks hiks..." Tangisan itu kini kembali pecah.


" Silahkan menyingkir Nona saya harus membawa Ayah anda kembali."


" Tidak jangan bawah ayah ku.. dia tak bersalah..." Teriaknya lagi dengan amarahnya.


Anna kini di singkirkan agar menjauhi ayahnya, agar para police itu bisa membawa laki laki menjadi tersangka utama dalam kasus ini. Anna kini melirik kearah Jeremi dan Hans dia begitu marah kepada kedua paman sahabat ayahnya yang biasa datang kerumah.


Dor!! dor!! suara tembakan itu membuat semua orang langsung menatap kearah orang yang terkena tembakan tersebut. Suara teriakan itu kini membuat para Police dengan cepat mengamankan Anna yang menembak ke arah orang tersebut.


" Tuan Hans..." Violet kini panik ketika sebuah peluru mengenai dahi dari Hans, dia kini langsung meninggal di tempat sedangkan Jeremi kini mengenai jantung nya hingga dia juga meninggal di tempat.


" Anna apa yang kau lakukan..." Peter kini berteriak kepada anaknya yang tertegun seakan sulit mencerna apa yang terjadi dan tangan nya kini bergetar ketika pistol itu di ambil dari tangannya.


" Kau lihat sekarang mereka akan bertemu di penjara..." Gumam Jonathan dengan bersikap tenang.

__ADS_1


" Kehancuran cepat sekali menimpa mereka..." Zac kini juga ikut menimpalinya dengan santai. Bahkan mereka tetap duduk tenang di sana, mereka tak pergi dari tempat duduknya. Mereka kini masih setia menonton kejadian yang menurutnya adalah hal yang menyenangkan di sana.


" Anna sadar kenapa kau seperti ini, harusnya kau tak menembak mereka..." Peter kini berteriak dengan kencang ketika putrinya masih saja diam dengan tertegun.


" Anda harus ikut kami, karena anda membunuh saksi di pengadilan..." Anna kini sedikit tersadar ketika sebuah tarikan dengan kasar mengenai tangannya.


" Lepaskan saya! saya tidak sengaja membunuhnya! lepaskan saya..." Anna kini memberontak ketika kedua police kini menyeretnya secara paksa.


Anna kini tak kehilangan akal dia menginjak kaki police itu dengan kencang hingga membuat mereka dirinya terlepas, Anna kini dengan cepat lari.


Tap!! tap!! tap!! Anna tak peduli dengan ayahnya yang berteriak memanggilnya dengan kencang, sang Ayah kini merasakan kesakitan kepada jantung nya ketika melihat putrinya kini malah lari menjadi buronan.


" Jangan lari.. berhenti..." Police itu kini juga mengejar Anna yang berlari meninggalkan mereka dia tak ingin masuk ke dalam penjara dan dia lebih memilih kabur dari masalah ini semua.


" Anna...ah..." Peter kini limbung tak karuan ketika melihat putrinya masih terus berlari karena tidak ingin masuk ke dalam penjara.


Semua police kini dengan cepat mengangkat tubuh Peter yang pingsan di sana, Peter kini kehilangan kesadaran nya dan segera di bawah ke rumah sakit khusus para tahanan.


Semua orang yang ada di sana kini hanya tersenyum senang karena semuanya hancur di depan mata nya, keadilan sudah di dapatkan dan kini kehancuran Peter berlipat ganda ketika anak nya menjadi buronan police yang sekarang pasti akan berlari dengan menyembunyikan.


Paman kau lihat mereka yang menghancurkan mu kini hancur, apa Paman lihat dia bahkan sangat hancur. Aku harap dia akan segera bertemu dengan Paman. Batin Zac dengan tersenyum sinis.

__ADS_1


Menguras tenaga ngetiknya 🤭 bersambung ya 😁 lanjut besok 🤗 Mince memang lagi hamil muda jadi mual berkepanjangan 🤮 jadi ngetik satu bab yang biasanya cuma sebentar sekarang molor satu jam ngetiknya 🙈 jangan lupa tinggalkan jejak ya 🤗🤗🤗🤗


__ADS_2