
Pagi ini Zac yang sudah terlihat bugar sedang berada di ruang kerja nya dia adalah sebuah meeting online pagi ini. Steve yang juga berada di sana tak banyak bicara ataupun menanyakan apa yang membuat pikirannya bertanya tanya.
Sedangkan di kamar indah wanita itu tengah mengahadapi dilema dan rasa malu bercampur menjadi satu. Semua berita menanyakan pesta ulang tahun nya yang berantakan karena ulah kakaknya yang tiba tiba memberikan bogem mentah kepada kekasihnya. Jika saya kakak nya bisa menahan sedikit emosinya dia tak akan malu seperti ini.
" Hancur sudah reputasi yang aku tata dengan apik selama ini..." Desisnya dengan kesal ketika membaca headline news pagi ini.
Pesta ulang tahunnya yang kacau seakan memenuhi berita hangat pagi ini. Bahkan sejak pagi tadi ponsel nya berdering terus dan semua panggilan itu dari para awak media yang ingin mengkonfirmasi berita ini semua.
Val akhirnya memilih masuk ke dalam kamar mandi merendamkan tubuh dan pikirannya yang panas karena berita yang dia baca dari tadi.
Sedangkan di rumah mewah milik wanita itu, sang kakak mengamuk membanting semua barang yang ada di depannya.
" Jadi dari semalam Valarie gak pulang?" Katanya dengan nada tinggi.
" Maaf tuan muda..." Jawabnya dengan menunduk.
" Kau memang cari gara gara dengan ku Zac, bukan hal yang susah mencari di mana rumah mu..." Abhi akhirnya meninggalkan rumah itu dengan menuju sebuah tempat di mana dia bisa mendapatkan informasi tentang laki laki yang bernama Zac Kozan.
Steve dan Zac yang sudah selesai melakukan meeting kini hanya saling diam dan tak mengatakan apapun.
" Apa yang ingin kau katakan Steve?, aku akan mendengarkan..." Zac tahu betul bahwa asisten nya itu ingin mengatakan sesuatu tapi dia tak berani bertanya.
" Maaf bos, apa berita yang sedang hangat di media memang benar, bahwa nona Valarie-"
" Iya benar dan aku juga baru mengetahui nya semalam."
" Bos apa tak sebaiknya anda meninggalkan nona Valarie..." Zac melotot ke arah Steve yang mengatakan hal itu, dia bahkan memasang wajah datar nya yang menakutkan.
" Kau mengatakan apa tadi?, coba ulangi aku tak mendengar nya dengan jelas..." Katanya dengan sinis.
" Maafkan saya bos..." Steve menunduk ketakutan ketika bos nya meminta dia mengulangi apa yang dia katakan.
" Coba ulangi, aku tak mendengarnya dengan jelas apa yang kau katakan?" Zac menatap Steve dengan tajam dengan jari jari nya menginginkan asistennya mengulangi apa yang dia katakan.
" Apa tak sebaiknya anda meninggalkan nona Va-"
__ADS_1
Bruk!! gebrakan di meja nya membuat Steve tak jadi melanjutkan apa yang dia ucapkan, bahkan Steve hanya menunduk ketakutan melihat wajah bos nya yang memerah padam.
" Sekali lagi kau mengatakan hal itu, ku potong lidah mu..." Siapa yang tak merinding jika di ancam seperti itu, Steve yang setiap hari bersama nya saja masih saja ketakutan jika melihat bos nya marah.
" Maafkan saya bos..." Lebih baik dirinya segera meminta maaf sebelum singa itu mengamuk dan menerkamnya.
Zac menaik turunkan nafas nya yang begitu berat, dia duduk kembali dengan menahan rasa nyeri pada kepalanya.
" Bos tak apa?" Steve tentu mendekati bos nya yang tiba tiba duduk dengan lemas dengan memegang kepalanya.
" Tak apa hanya terasa sakit sedikit..." ac memang sengaja malam itu tak menghindar dia lebih memilih gelas itu mengenai kepalanya agar pertengkaran di sana tak melebar kemana mana.
Zac bisa saja malam itu membunuh Abhi tapi dia enggan melakukan hal itu kepada calon kakak ipar nya. Tapi dia harus merelakan kepalanya di sentuh oleh gelas indah itu dan kepalanya harus di jahit malam itu.
" Blokir semua media untuk tidak menayangkan berita itu lagi Steve, aku tak ingin reputasi kami hancur..." Steve mengerti apa yang harus dia lakukan. " Dan satu lagi, lakukan ini dengan rahasia..." Steve mendekati bos nya dan mendengar semua nya dengan benar benar.
Steve mengangguk mengerti apa yang harus dia lakukan untuk menutupi semua media yang sudah dengan senang memberitakan ini dengan heboh.
" Abhi kau di mana?" Aiden yang tiba di rumah temannya itu merasa heran ketika melihat para pembantu di sana membersihkan bekas pecahan yang berserakan banyak.
" Aku di rumah mu dan tak menemukan mu dan Valarie."
" Val memang tak pulang semalam aku akan menjemputnya di rumah bajinga* itu."
" Abhi lu jangan kesana, lu cari mati jika kesana sendirian."
" Datanglah kesana juga, aku akan mengirimkan alamatnya..." Abhi langsung memutuskan panggilan itu dan langsung mengirimkan alamat rumah laki laki gondrong itu.
Sedangkan Val kini mengerutkan keningnya ketika melihat berita yang heboh tadi tak ada sama sekali, berita yang heboh kini hilang bagaikan di telan bumi, tak ada satu pun yang menanyakan berita tentang dirinya semalam.
" Ini pasti karena Zac..." Senyumnya mengembang ketika mengigat kekasihnya itu berkuasa dia pasti bisa melakukan apapun untuk menjaga reputasi dari dirinya.
" Aku belum mengatakan apapun tapi dia sudah melakukan yang aku mau..." Liriknya lagi.
__ADS_1
" Laki laki idaman..." Liriknya dengan senyum yang benar benar mengembang. Val merasa sangat beruntung bahwa dia bisa menemukan laki laki yang bisa di andalkan oleh nya.
Terima kasih... Pesan singkat yang di kirimkan Val untuk Zac membuat laki laki itu tersenyum ketika melihat pesan singkat dari wanitanya.
" Aku akan memperjuangkan hubungan kita Val, apapun yang terjadi nanti kita akan tetap bersama..." Liriknya dengan menyandarkan punggung nya di kursi kebesarannya.
Sedangkan di tempat lain Jovanka yang tadi membaca berita yang heboh kini tiba tiba hilang membuatnya merasa kesal. Padahal dia tadi masih meneliti wajah laki laki yang dia kenal.
" Apa benar dia Zac?, Tapi kenapa dia ada di akun gosip, lalu siapa wanita itu..." Dialognya sendiri.
Jovanka yang merasa penasaran kini menghubungi Steve orang yang begitu dekat dengan sepupunya itu.
" Nyoya ada apa anda menghubungi saya?" Steve yang langsung menjawab panggilan itu dengan cepat.
" Steve siapa wanita yang ada di akun gosip bersama Zac?" Jovanka tak suka basa basi dia langsung menanyakan tujuannya menghubungi dirinya.
" Nyonya membaca akun gosip?"
" Steve kau jawab saja pertanyaan ku?" Jovanka kesal karena asisten itu tak langsung menjawab apa yang dia ingin ketahui.
" Nyonya maafkan saya tapi itu bukan kuasa saya yang menjawabnya?, Saya takut tuan Zac malah menghukum saja karena saya menjawab pertanyaan privasi dari anda..." Steve tak ingin menjawab apapun yang di tanyakan wanita itu dia lebih memilih menghindar dari pada membuat tuan nya marah pada dirinya.
Jovanka hanya menghela nafas nya dengan kesal karena asisten itu tentu akan menjaga privasi bos nya.
" Baiklah aku akan mencari tahu sendiri, tanpa kau beri tahu pun aku bisa mencari nya..." Jovanka langsung memutuskan panggilan itu dengan sepihak dia merasa kesal karena dia membuang buang waktu menghubungi laki laki kaku yang sama dengan asisten suami nya, kris.
" Astaga bagaimana cara para asisten mereka mendapatkan kekasih jika mereka begitu kaku dan sinis jika di ajak bicara, menyebalkan..." Desisnya dengan berdiri lalu melangkah menuju kamar nya.
" Apa mereka tak bisa melanggar peraturan nya, padahal yang bertanya masih kerabat nya kenapa susah sekali mencari informasi kepada laki laki setia ini..." Katanya dengan tetap melangkah masuk ke dalam kamarnya.
Bantuin promosi dong mak 😄
Ini nomer mince ya mak 081324594302 kalian hubungi mince, kita ngehalu sama sam mak 😂 kalian jika mau hubungi mince pakai sandi ya mak, jawab pertanyaan mince.
Siapa nama abang mince yang masih ada darah sepupu dengan Jonathan Cristopher?, itu sandi nya para mak mak yang tahu.
Ramaikan like dan komentar yuk mak, Vote dan hadiah juga sudah mulai masuk ya mak 😁 Beri pelindung juga boleh kok mak 🙏
__ADS_1
Makasih ya mak 🙏🙏💋💋