
Flashback On
" Steve di mana Zac?, kau tak memberi tahu aku bahwa kekasih Zac adalah keluarga dari Phelix dan kakak dari dia juga mengincar nya?" Jonathan yang tadi baru mengetahui bahwa kekasih dari sepupunya adalah anak dari keluarga Phelix yang telah di sembunyikan bertahun tahun dari semua orang.
" Maafkan saya tuan Jo, tapi saya tak berani memberi tahu anda, saya takut tuan Zac akan marah pada saya..." Steve memang tak berani mengungkap jati diri dari kekasih bos nya itu, dia lebih baik diam dan mengawasinya dari jauh.
" Steve kau tahu musuh kita sekarang police bisa saja FBI, aku tahu kita memiliki link yang kuat dengan mereka tapi kita juga harus hati hati dan tak boleh sembarang seperti ini..." Jonathan tak habis pikir bagaimana ini semua dia tak mengetahui apapun, bahkan dia mengetahui ketika istrinya tengah bicara kepada asisten nya untuk merahasiakan ini dulu dari nya.
" Maafkan saya tuan..." Steve hanya bisa meminta maaf kepada bos besar nya itu. Dia tahu bahwa bos besar nya itu pasti akan marah ketika dia mengetahui semua nya.
Jonathan sebenarnya sudah tak ingin ikut andil dalam kelompok mafianya tapi dia akan turun tangan sendiri ketika sepupunya terlalu ceroboh seperti ini, apalagi ini menyangkut pihak police yang ingin membongkar sindikat nya.
" Mereka tak bisa berpisah?"
" Tidak tuan, sepertinya tuan Zac sangat mencintainya, nona Val juga rela meninggalkan kakak nya demi bersama tuan..." Steve mendengar bahwa bos besarnya itu menghela nafas nya dengan berat.
" Sekarang di mana Zac, aku ingin bicara dengan nya jika memang dia tak bisa di pisahkan aku ingin mereka segera menikah saja kalau begitu."
" Tuan sedang bersama kakak dari nona Val, mereka berdua ingin bicara secara pribadi."
" Katakan di mana mereka bertemu, aku akan menyusul nya. Aku juga akan bicara pada laki laki police itu..." Steve memberikan nama restoran itu tak butuh lama Jonathan menyusul sepupunya itu.
__ADS_1
hampir tiga puluh menit Jonathan dan Kris tiba di sebuah restoran yang hanya di kelilingi oleh orang orang nya, dia mengenal betul semua laki laki yang ada di sana.
" Tuan para sniper ada di mana mana, tuan Zac sangat menjaga keamanan nya..." Kris yang melihat para penjaga nya berada di posisi mereka masing masing.
" Tapi kenapa ada yang aneh di sini?" Mata Jonathan meneliti semua area di sana, tak ada orang sama sekali hanya ada beberapa mobil yang terparkir tak jauh dari pintu restoran itu.
" Mungkin karena memang di sini sepi tuan jadi anda merasa di tempat ini aneh..." Kris sebenarnya juga mulai mengawasi sekelilingnya tapi dia mencoba mencari apa yang di katakan bos nya itu tapi tak ada yang mencurigakan.
" Baiklah, aku akan ke dalam dan bicara pada mereka dulu..." Kris mengangguk mengerti, Jonathan dengan cepat keluar dari mobil nya menuju restoran itu.
Jonathan di sambut oleh Steve yang berada di luar restoran itu, dengan langkah santai nya dia melangkah menuju ke dalam. Di pertengahan jalannya dia terkejut dan langsung berlari ketika ada sebuah laki laki berpakaian putih menodongkan pistol ke arah punggung sepupunya, dengan sigap dia menghalangi peluru itu yang sudah di lepaskan oleh laki laki itu.
Dor!!! Punggungnya terasa panas serta perih ketika peluru itu bersarang di punggung nya, dia limbung seketika dan pertempuran itupun terjadi di sana.
" Aku mencintai mu Jonathan..." Bisikan itu yang selalu dia dengar ketika dia menutup matanya. Dan akhirnya dia tak sadar ketika sang dokter sudah mulai memeriksa nya dan akan segera mengeluarkan peluru tersebut.
Flashback Of
" Jonathan maafkan aku, harusnya aku yang terbaring di sini..." Zac yang berdiri di sebelah sepupunya ketika sepupunya itu membuka matanya dari tadi.
Plak! Satu tamparan yang pelan yang di layangkan Jonathan untuk sepupunya itu, harusnya dia lega bukan dirinya yang di sini tapi malah dia menyesal karena peluru itu tak kena punggungnya.
__ADS_1
" Dasar bodoh, harusnya kau lega karena bukan kamu yang tertembak, aku bisa di datangi kedua orang tua mu jika kau kenapa kenapa..." Jonathan yang baru sadar dari operasinya kini masih saja bisa mengomel kepada sepupu satu satu nya itu.
" Maafkan aku..." Kegarangan dari laki laki gondrong itu kini luntur ketika berhadapan dengan keluarganya, tak ada yang tahu bahwa laki laki itu akan luntur kekejaman nya ketika berada di sekeliling keluarga nya, kehangatan yang akan selalu di perlihatkan di keluarganya.
Mata Jonathan menangkap sosok wanita cantik yang sedang berdiri di sebelah istrinya.
" Sayang dia Valarie kekasih Zac..." Jovanka yang tahu dengan tatapan itu dengan segera memperkenalkan siapa wanita yang berdiri di sebelahnya itu.
" Pantas saja kau tergila gila pada nya, ternyata dia sangat cantik..." Pujinya dengan menatap sepupunya itu.
" Halo Tuan Jonathan saya Valarie, senang bertemu dengan anda..." Valarie canggung dia harus mengatakan bagaimana, dia merasa tak enak hati.
" Jangan terlalu formal dengan ku, kamu bisa panggil aku Jonathan atau Jo..." Valarie mengangguk mengerti. " Selamat datang di keluarga kami..." Senyum dari Jonathan membuat rasa khawatirnya tadi hilang, dia takut bahwa laki laki itu tak akan merestui hubungan nya dengan sepupunya.
" Terima kasih..." Jawabnya dengan tersenyum lega.
Putri dari keluarga Phelix ternyata cantik seperti mendiang ibunya. Batin Jonathan dengan menatap wanita itu. Entah kenapa perasaan nya bergejolak tak menentu ketika melihat wajah anak dari keluarga Phelix tersebut.
Jonathan sebenarnya tahu bahwa keluarga Phelix memiliki putri yang sengaja dia sembunyikan identitas nya tapi dia tak tahu seperti apa wajah nya, dan sekarang bisa melihat secara langsung dan wanita itu kini berdiri di depan nya dengan tegak dan tumbuh menjadi wanita cantik, perasaan bersalah nya tumbuh di hati nya. Siapapun yang berada di sekeliling Jonathan akan juga merasakan bagaimana rasa bersalah nya pada mending orang tua nya itu.
Jonathan tahu bahwa Abhi itu adalah putra dari keluarga Phelix maka dari itu dia enggan untuk mengusik hidupnya, dia membiarkan laki laki yang berprofesi sebagai police itu hidup tenang dan tak mendapatkan gangguan apapun dari kelompok nya, tapi sekarang malah sepupunya yang berada di keluarga Phelix, keluarga yang sangat membuat kelompok mafia itu merasa sangat bersalah.
__ADS_1
Jangan sampai suami ku asal bicara, aku tak ingin masalah ini terungkap sekarang, biarkan mereka menikah dulu, agar mereka memiliki ikatan yang jelas dulu. Batin Jovanka ketika menyadari tatapan sendu dan merasa bersalah pada gadis yang tengah duduk bersama sepupunya itu.
" Semuanya akan baik baik saja..." Jovanka berbisik pelan dan Jonathan tentu mengangguk mengerti apa yang di maksud oleh istrinya itu.