Wanita Nakal

Wanita Nakal
Wanita Nakal Musim3_ Di Mulai 4


__ADS_3

Semuanya adalah titipan sang kuasa, semuanya dilahirkan atas kehendak Tuhan maka Tuhan pula yang berhak mengambil nya dengan cara apapun. Semua kejadian yang ada di dunia ini semuanya kuasa Tuhan. Takdir apapun hanya Tuhan yang Tau. Setiap insan pasti akan kembali ke pangkuan Tuhan, setiap insan pasti akan mendapatkan waktu nya untuk menghadap Tuhan untuk mempertanggungkan semua yang mereka lakukan di semasa hidupnya.


____________


Kehilangan seseorang yang begitu dekat membuat hati semua orang hancur di tambah lagi kepergian mereka begitu tragis, kecelakaan yang merenggut kepergian kedua insan itu meninggalkan luka kepada semua orang yang mengenalnya.


Satu minggu berlalu semenjak kejadian kecelakaan itu semua orang yang di sana masih merasakan duka yang mendalam. Kepergian Abhi dan Monica meninggalkan luka yang menganga begitu besar. Duka itu masih terbuka lebar, rasa duka itu masih menyelimuti hati semua orang yang ada di sana. Mereka semua masih terpaku dengan rasa duka yang menyelimuti hati mereka semua. Rasa yang begitu sedih kini masih memenuhi markas besar itu dan rumah mereka kini masih di balut dengan kesedihan yang mendalam.


Valarie yang masih berdiam diri di dalam kamar kini hanya menyandarkan punggung nya dengan tatapan datarnya serta matanya yang kosong, kepergian kakak nya membuat wanita cantik itu masih berduka, sang istrinya juga pergi bersama dengan cintanya.


Cinta nya kini dibawah pergi bersama, cinta nya juga terkubur dengan satu liang kubur. Tangisan dari Val belum merenda ketika dia tanpa sengaja mengingat setiap momen bersama kakak tercinta nya.


" Sayang kau harus makan, kau dari tadi belum makan..." Zac sang suami yang baru masuk ke dalam kamar nya kini melihat makanan itu tak di sentuh sama sekali oleh sang istri.

__ADS_1


Zac lagi lagi hanya menghela nafas nya dengan berat ketika melihat istrinya yang tak menjawab apa yang di katakan oleh dirinya. Zac menatap sedih kearah istrinya yang masih meratapi kesedihan itu. Dia juga sedih atas kehilangan kedua orang itu tapi dirinya harus melanjutkan hidup nya yang terus berjalan.


" Sayang...." Zac menyentuh tangan istrinya yang membuat mata merah itu langsung menatap nya dengan senyuman tipis.


" Hubby kau baru datang?, kenapa aku tak mendengar suara mu masuk..." Zac hanya tersenyum dia merasakan hati nya terluka melihat wajah istrinya yang berantakan karena sedih kehilangan kakak nya itu.


Zac kini membawa tubuh istri nya kedalam pelukan nya, Val kini langsung meneteskan air matanya lagi, air mata itu kini menetes dengan sendirinya ketika merasakan pelukan yang erat kepada tubuhnya itu.


" Sayang aku mohon jangan seperti ini, aku tau kau bersedih bukan hanya kamu yang bersedih kami semua nya juga bersedih, kami juga merasakan kehilangan yang begitu mendalam, sama seperti yang kau rasakan. Tapi hidup terus berjalan kau tak bisa terpaku dengan kesedihan ini, aku membutuhkan mu, kau juga harus ingat bawah kau tengah mengandung anak kita, dia dan aku juga membutuhkan mu sayang. Ku mohon bangkit lah demi kami..." Valarie kini semakin menangis mendengarkan permintaan dari suami nya itu. Dia mendengarkan semua yang ucapkan oleh suaminya itu. Permohonan itu membuat hatinya teriris.


Tubuh Val kini bergetar karena tangisan nya yang begitu kencang, air matanya terus mengalir, apa yang di katakan oleh suami nya benar semua nya harus berjalan, semuanya harus di relakan semuanya harus tetap sesuai dengan Takdir nya.


" Maafkan aku Hubby, aku terlalu berlarut dalam kesedihan ku, maafkan aku...." Katanya dengan isak tangis di dalam pelukan suaminya itu. " Aku akan bangkit demi kalian semua..." Zac sedikit mengembangkan senyuman nya itu ketika apa yang dia katakan kini masuk ke dalam pikiran istri nya. Tapi dia tak bisa berlama lama melihat istrinya terpuruk begitu lama. Kini mereka saling berpelukan dengan erat dengan isak tangis yang masih tersisa di sana.

__ADS_1


Sedangkan di markas besar itu Andre yang hanya diam karena rasa terpuruknya karena kehilangan adik satu satu nya. Semua orang yang di sana tak ada yang berani mendekati nya, di markas itu biasanya yang selalu ada Abhi dan Monica serta Andre, kini mereka berdua tak ada lagi di sana. Markas itu kini menjadi sepi, Andre merasakan sendirian di sana meskipun banyak orang yang mengelilingi nya.


" Lu harus bangkit Bro, kita semua sedih dan merasa kehilangan Abhi dan Monica tapi kami tak bisa jalan di tempat saja, kita harus berdiri lagi. Lu gak bisa seperti ini..." Albert kini berbicara dengan hati hati.


" Lu harus bangkit, jika lu seperti ini terus bagaimana dengan orang orang mu, dan yang jelas pekerjaan Monica menjadi tangung jawab mu. Jika kau terpuruk terlalu lama bagaimana nasib mereka semua yang membutuhkan kamu..." Timpal Steve yang juga berada di sini. Albert dan Steve yang tadi secara tiba tiba datang ke markas itu untuk mengunjungi teman nya yang tak pernah menjawab telfon nya.


" Aku yakin Monica tak ingin melihat mu bersedih, aku tau dia pastikan akan marah pada kami jika membiarkan kamu bersedih seperti ini..." Mata Andre kini menatap tajam kearah teman nya yang menasehati nya dengan hati hati.



" Percayalah kami juga berduka atas kepergian mereka berdua tapi kami berusaha melanjutkan tugas kami, karena kami memiliki beban yang harus kami pikul dengan kuat..." Albert dengan cepat menjelaskan semuanya agar laki laki bertato itu tak salah paham padanya.


" Lihat kami dan lihat mereka..." Steve kini menunjuk kearah orang orang yang berdiri di sana dengan menunduk sedih. " Mereka membutuhkan mu, kami juga membutuhkan mu. Bos juga membutuhkan mu, jika kau terpuruk seperti ini kami tak bisa berjalan, karena kau juga kaki di antara kami untuk melakukan tugas tugas..." Steve kini berucap dengan menatap kearah teman nya itu.

__ADS_1


Andre kini menyandarkan punggung nya du sofa dengan meletakan kepalanya keatas menatap langit langit ruangan itu. Dia mencerna setiap kata yang di katakan oleh rekan nya itu benar adanya.


Kesedihan di tinggal pergi oleh saudara sungguh menyiksa hati nya tapi hidup terus berjalan tak terpaku dengan kesedihan yang mendalam di sana. Dia harus berjalan meskipun duka dan luka itu akan ada, seiring nya waktu duka itu akan sedikit terlupakan dan luka itu akan sembuh dengan seiringnya berjalan waktu.


__ADS_2