Wanita Nakal

Wanita Nakal
Wanita Nakal Musim3_ Keputusan 3


__ADS_3

Steve dan Jenni kini hanya saling diam mereka saling mengenggam tangan itu begitu erat, rasa bahagia nampaknya tak akan bisa di sembunyikan oleh kedua insan itu. Steve sebenarnya dari tadi ingin menanyakan keputusan itu kenapa bisa berubah tapi dia masih menikmati momen di mana hati nya melambung tinggi. Momen di mana hatinya berbunga bunga karena dirinya telah di pilih oleh kekasihnya. Laki laki mana yang tak memiliki rasa bahagianya ketika mendapatkan wanita yang rela berkorban demi cintanya, wanita yang rela meninggalkan pekerjaannya hanya untuk sebuah komitmen yang serius.


" Steve kenapa kita ke sini?" Jenni kini menatap keheranan ketika mobilnya malah memasuki sebuah apartemen milik dari laki laki itu.


" Kita perlu privasi untuk bicara."


" Bicara?" Jenni mengulangi kata kata itu dengan mengerutkan keningnya. " Ada apa lagi?, bukankah sudah ku katakan tadi bawa keputusan ku akan menikah dengan mu..." Sambungnya lagi dengan tak mengerti kepada kekasihnya. " Apa aku salah memiliki langkah Steve?"


" Tidak sayang, tapi kita memang harus bicara serius..." Jenni kini hanya menatap kearah kekasihnya dengan tatapan ragu. Tapi dia tetap diam dan menurut ketika pintu mobil di buka oleh Steve.


Kini mereka berjalan menuju unit Steve dengan tetap sama sama diam meskipun tangan itu tetap mengenggam dengan erat. Tak ada pembicaraan selama perjalan mereka menuju ke unit laki laki itu.


" Kau ingin membahasa apa lagi?" Jenni kini langsung membuka suaranya dengan segera bertanya, dari tadi rasa penasarannya kini tak bisa dia kontrol ketika mereka selama menuju ke unit tersebut.


" Kau mengatakan kepada ku bawa jabatan mu ini sangatlah penting dan tiba tiba kau mengatakan ingin menikah dengan ku?, apa kau serius?, kau tak sedang bermain main dengan ku?" Pikirannya itu kini kembali di penuhi dengan tanda tanya.


" Kau masih curiga pada ku?"


" Tidak, aku hanya bertanya."

__ADS_1


Jenni kini menatap ke arah kekasihnya itu, dia menatap wajah kekasihnya dengan sungguh. Tak ada kecurigaan di sana mungkin dia hanya masih tak percaya dengan apa yang dia dengar tadi.


" Steve aku tahu kau memiliki seribu pertanyaan kepada ku, tapi aku sudah yakin dengan keputusan ku untuk memilih mundur dari ini semua. Kau memang benar jabatan yang kemarin aku dapatkan sangatlah penting bagi ku, aku begitu memimpikannya. Tapi tak ada gunanya jabatan tinggi jika hati ku terasa hampa..." Katanya dengan mengenggam erat tangan kekasihnya itu, dia tahu bukan maksud dari Steve untuk mencurigai dirinya tapi ada kecemasan di wajahnya.


" Aku semalam sudah memikirkan semuanya dengan sungguh sungguh, bawa aku memang harus meninggalkan pekerjaan ku dan memilih untuk menikah dengan mu. Aku sudah lelah dengan semua pertikaian ini, aku ingin hidup tenang dengan keluarga kecil kita nanti..." Sambungnya lagi dengan tersenyum kecil di bibirnya.



" Aku tahu kau mencemaskan aku dan tim mu, tapi aku sudah yakin dengan keputusan ku untuk mundur. Kemarin yang aku pergi dari kalian aku menghubungi komandan ku dan mengatakan bawa aku akan mundur, aku mengatakan aku akan segera menikah."


" Lalu kenapa kau tak ingin profesi kami lebih jauh?"


Jenni kembali tersenyum. " Aku hanya tak ingin ikut campur dalam urusan pekerjaan suami ku nanti. Aku hanya ingin bangun tidur dengan bugar, mengantarkan mu di depan pintu sewaktu berangkat kerja, di rumah masak, bersih bersih dan duduk manis menyambut mu pulang kerja, menikmati momen momen bahagia kita setiap hari. Aku tak ingin membebani pikiran ku kembali dengan masalah masalah yang berat..." Steve kini menatap kearah kekasihnya dengan pandangan yang sulit di artikan, dia mencari kebohongan itu tapi nyatanya dia menemukan kebahagian yang jelas di raut wajahnya cantiknya itu.


" Kau serius ingin segera kita menikah?" Jenni kini mengangguk dengan tersenyum bahagia.


" Kau tak akan menyesal?" Lagi lagi Jenni menggeleng dengan cepat. " Pekerjaan ku bahaya sayang?"


" Aku pernah melewati pekerjaan yang bahaya juga sayang dan aku juga suka dengan tantangan itu."

__ADS_1


" Pekerjaan ku akan melibatkan para police atau agen CIA, kau siap jika kita harus berlari lari dan bahkan mungkin suatu saat nanti kita akan bersembunyi dari para lawan ku?"


" Hal buruk pun aku akan tetap di samping mu sayang..." Jawabnya dengan tersenyum geli, dia tahu bawa kekasihnya hanya mencemaskan yang tidak tidak.


" Sekali kau maju kau tak bisa mundur dan kau tak mungkin aku lepaskan jika kau sesuatu saat nanti meminta untuk pergi dari sisi ku."


" Maka aku siap masuk ke dalam penjara cinta mu Steve, aku rela di dalam nya asal itu bersama mu. Aku mencintai mu sangat mencintai mu..." Katanya dengan setengah berteriak dengan senyuman yang tak bisa luntur dari wajah cantiknya.


Raut wajah yang penuh dengan kecemasan serta ketakutan kini hilang lenyap seketika mendengar semua yang di katakan oleh wanita itu. Kebahagian itu kini memenuhi hati kedua insan yang sedang jatuh cinta.


Steve kini memeluk tubuh wanita itu dengan erat. Memeluknya dengan penuh cinta, saling memeluk dengan rasa bahagianya. Kesedihan mereka kemarin mengajar mereka betapa sakitnya kehilangan orang yang mereka cintai. Kehilangan orang yang mereka cintai membuat mereka sadar bawa hati mereka terasa hampa ketika mereka berjauhan dengan orang yang ada di hati mereka.


Duka yang kemarin kini tergantikan dengan kebahagian yang sudah nyata di depan mata mereka. Krikil kecil itu kini menjadi jalan yang lurus untuk menggapai kebahagian mereka.


Takdir kini telah menyatukan mereka dengan ikatan yang berkomitmen dengan keseriusan. Tuhan memiliki seribu cara untuk menyatukan sebuah hubungan dan Tuhan juga memiliki seribu cara untuk memisahkan hubungan dengan caranya. Jika Tuhan sudah berkehendak maka tak ada yang bisa menghalangi mereka bersatu. Pikiran dan hati seseorang akan langsung berubah dengan sendiri ketika Tuhan sudah mengizinkan untuk saling menyatu dan saling bersama.


Hujan yang lebat kemarin membawa pelangi yang begitu indah di awan biru yang begitu cerah. Semua insan pasti akan merasakan jatuh cinta, semua insan pasti akan memiliki waktu untuk bertemu dengan pasangannya karena Tuhan menciptakan semua orang dengan berpasang pasangan. Tuhan tak menciptakan seseorang dengan dirinya yang sendiri melainkan sudah di ciptakan dengan memiliki pasangan. Entah di mana kita akan bertemu sosok yang Tuah pilihkan pada merek dan kepada siapa cinta itu berlabuh pun, hanya Tuhan yang tahu dan hanya Tuhan yang tahu kapan itu terjadi kepada mereka.


Bersambung ya mak 🤭 lanjutin besok 😁 mince cuma bisa up tiga bab untuk sementara karena lembaran ini masuk ke bar Crazy Up 3 bab saja 🙏 dan itu berkat kalian semua 😘😘 makasih buat para pembaca yang masih setia di sini 😘 dan masih menyanyangi mince dan masih mendukung mince sampai detik ini 😘🤗 sekali lagi terima kasih banyak 🤗😘😘

__ADS_1


Mampir juga di Serpihan Hati ya beri dukungan juga buat mince 🤗🤗



__ADS_2