
" Nafas sayang..." Ucapnya dengan gemas karena wanita itu hanya terdiam tak membalas apa yang di lakukan, bahkan dia hampir tak bisa bernafas ketika cumbuan pada bibirnya.
" Maaf ini pengalaman pertama ku, maksud ku secara intens seperti ini..." Zac tahu betul maksud wanita ini, dia sangat tahu bahwa ini adalah pengalaman pertamanya, bahkan hanya sekedar ciuman saja dia masih sangat kaku.
Laki laki itu hanya mengangkat bibirnya menunjukan senyuman manis nya yang membuat semua wanita akan terpesona dengan senyuman nya.
" Kau pendiam sekali sayang, kau tak liar seperti semalam..." Wajah Valarie langsung memerah ketika Zac dengan sengaja menggoda nya terang terangan di depan nya.
" Benarkah aku semalam sangat liar?" Zac hanya mengangguk dengan senyuman yang tak bisa dia artikan. Hati nya sangat senang menatap wajah wanita itu memerah seketika dia menggoda nya.
" Tapi aku sangat suka dengan dirimu yang polos seperti ini..." Tangan Zac berjalan menggoda tubuh wanita itu yang hanya memakai kimono yang mudah di lepas, mengelus pipi nya dengan lembut hingga membuat wanita itu memejamkan mata nya menikmati sentuhan lembut laki laki itu.
Zac semakin menggoda nya semakin membuat tubuhnya seakan sesak, Zac menggapai bibir wanita nya meluma* nya lagi dengan begitu lembut dan Val kini mulai membalas nya meskipun tak sepandai laki laki itu. Kini tubuhnya seakan ketagihan dengan sentuhan laki laki yang tak dia kenal, kini lututnya seakan lemas ketika sebuah sentuhan lain pada tubuhnya. Alarm berbahaya seakan menyalah di pikiran nya ketika tangan kekar itu melepaskan kimono yang dia pakai, pikirannya ingin menolaknya tapi bahasa tubuhnya menginginkan lebih jauh sensasi kenikmatan bersentuhan.
Desaha* nya lolos begitu saja ketika jemarinya memporak porandakan pertahanannya, lutut nya lemas andaikan tak di peluk mungkin wanita itu akan terjatuh kelantai. Zac yang sudah tak tahan menggendong tubuh wanita itu, merebahkan di atas kasur besar nya dengan pelan, mereka yang sudah tak memakai apapun kini saling menempel. Sementara sentuhan lain nya membuat Valarie mengerang, dia hanya memejamkan matanya merasakan sensasi untuk kedua kali nya. Mungkin semalam dia mabuk dan tak merasakan seperti dia sadar pagi ini.
" Apa aku boleh melakukan nya honey?" Valarie menatap mata nya begitu dalam, mata yang terpancar penuh gairah tapi dia masih ingin menanyakan hal itu, Valarie merasa sangat berharga untuk sesaat.
Valarie hanya mengangguk dengan rasa malu nya, dia sudah terjatuh maka dia akan sekalian menjatuhkan dirinya kepada kenikmatan yang ingin dia rasakan.
" Tahan sebentar saja, mungkin ini akan terasa perih..." Geraman nya Zac ketika Julio nya sudah mengarah ke tubuh wanita itu.
Valarie menginggit bibir bawahnya ketika perih di bagian bawahnya, Zac tahu betul rasa perih itu ketika sebuah kuku wanitanya menacap di sana dengan sempurna. Zac meluma* bibir wanita nya ketika Julio sudah bersarang sempurna di tubuh wanita nya. Dia tak bergerak sama sekali, hanya membiarkan tubuh wanita nya terbiasa dengan benda asing yang tiba tiba memenuhi tubuhnya.
"Aku yakin kau selalu bersikap manis kepada wanita mu..." Ucapannya ketika ciuman itu terlepas dan Zac mulai memompa pinggul nya dengan pelan dan tak ingin terburu buru.
"Percayalah bahwa hanya kamu yang aku lakukan manis seperti ini..."Jawabnya dengan terus memompa pinggul nya dengan pelan tapi meskipun pelan tapi itu sangat pasti dan pas mengenai milik wanita itu. " Hanya kamu yang aku lakukan seperti ini sayang..." Jika di pikir pikir ini bukanlah Zac yang ketua mafia yang di takuti oleh anak buah nya, dia bersikap manis kepada wanita yang satu ini, ini pertama kalinya dia bersikap sangat manis kepada wanita yang dia tiduri, bahkan biasa nya dia akan tetap kasar karena hasrat nya selalu memuncak ketika kasar dia berikan kepada wanita lain, tapi kepada wanita ya g satu ini meskipun lembut dia tetap masih bisa sangat bergaira*.
__ADS_1
" Please tetap di sana..." Desaha*nya ketika mereka sudah menganti posisi mereka yang membalikkan tubuh, memasuki tubuh wanita nya dari arah belakang dengan tengkurap.
Val akhirnya menengang ketika dirinya di dorong ke ujung pelepasan pertama kalinya.
"Shi*..." Umpatnya ketika panas menjalar ke seluruh tubuh nya, Zac akhir nya memompa pinggul nya dengan cepat hinga membuat Valarie ikut terguncang dengan hebat. Hentakan pinggul nya membuat bibir itu mengerang membuat sang laki laki itu merasa mereka saling memiliki.
Kini mereka masih bergulat di atas ranjanh, mencari kenikmatan yang akan mereka capai, desaha* dan geraman dari kedua nya memenuhi kamar hotel mewah tersebut. Zac yang dari tadi tak ada lelah nya terus memompa pinggul nya dengan cepat. Kini mereka berganti posisi agar mereka mencapai apa yang mereka inginkan.
Hampir satu jam permainan panas itu kini mereka saling di dorong di ujung pelepasan yang telah sampai puncak nya. Saling mendesa* dan mengeram kini mereka sama sama mengejang dan mengelepar karena kenikmatan yang mereka ciptakan sendiri. Sebuah ciuman yang manis menggapai kening Valarie begitu manis, sebelum akhirnya dia melepaskan penyatuan itu dan terkapar lemas di sebelah wanita tersebut.
" Kau mantan perawa* yang nakal..." Ucapnya dengan menatap wajah gadia itu dari samping.
" Kau sangat mesum..." Valarie masih mengatur nafas nya. "Kau tahu aku sangay lapar sekarang..."Sambung nya dengan nada kesal, karena dari semalam dia belum makan sama sekali.
" Astaga sayang aku lupa, aku rasa yang mengetuk pintu tadi adalah orang yang membawakan kita makanan..." Tadi memang ada yang mengetuk pintu berulang kali tapi mereka tak menghiraukan nya karena mereka masih menikmati adegan panas mereka berdua.
" Jika aku boleh tahu siapa nama mu?" Zac kembali bertanya ketika dia sudah memesan ulang makanannya.
" Apakah sebuah nama sekarang penting?" Wanita itu kini menatap laki laki yang tidur di samping nya.
" Kau tahu aku akan di jodohkan oleh kakak ku dengan laki laki yang bernama Aiden. Laki laki yang membuat ku terhina semalam, laki laki yang membuat aku akhirnya di sini bersama mu..." Kilatan kemarahan seakan memenuhi mata nya.
" Apa yang dia perbuat?" Tanyanya dengan menatap wanita yang di sampingnya.
Valarie menceritakan semua nya apa yang terjadi semalam sampai dia harus mengikuti nya datang ke kamar hotel untuk mencari bukti bahwa laki laki itu tak pantas untuk nya. Dia juga menceritakan bahwa dirinya di jodohkan dengan laki laki itu.
" Jadi kau menyesal berakhir di sini dengan ku?" Laki laki gondrong itu menopang dagu nya dengan tangan menatap mata wanita itu yang penuh arti.
"Tidak, maksud ku. Kau membuktikan semalam bahwa aku memang masih suci, tapi aku menyesal karena prinsip ku luntur, karena aku selalu menjaga kesucian ku ini hanya untuk suami ku kelak, tapi sekarang tak ada gunanya."
" Aku akan menikah mu..."Ujar nya dengan tenang tapi nada ny begitu serius.
__ADS_1
" Apa, kau tadi mengatakan apa?" Valarie terpaku dengan apa yang dia dengar.
" Aku akan menghadap kakak mu untuk melamar mu..." Kali ini wajah Zac begitu serius dan sungguh sungguh tak ada bercanda di sana.
" Jangan konyol. Hanya karena kau mengambil keperawanan ku, kau ingin menikahi ku. Kau tak perlu bertanggung jawab seperti itu..." Valarie sebenarnya mengharapkan suami nya yang pertama menyentuh nya tapi semua nya sudah terjadi dan laki laki di samping nya ini ingin menikahi nya hanya karena dia yang mengambil mahkota nya.
" Jadi kau tak ingin aku bertanggung jawab?" Valarie hanya menatapnya tak mengatakan apapun lagi. " Baiklah jika kau hamil anak ku jangan cari aku karena dari semalam aku tak memakai pengaman..." Sambungnya.
" Kau tak pakai apa?, apa kau gila tak memakai nya..." Wanita itu tak percaya dengan apa yang di katakan laki laki itu.
" Jadi diam lah sayang, kakak mu menjadi urusan mu sekarang..." Dengan cara berbohong Zac mengikat wanita nya, jika dia tak berbohong wanita itu tak akan mau berada di samping laki laki gondrong itu. Semalam dia sebenarnya memakai pengaman sedangkan yang tadi dia tak memakai nya.
" Sekarang katakan siapa nama mu?" Sambungnya dengan mendekap tubuh wanita nya.
" Kau ingin melamar ku tapi kau tak tahu nama ku, cih..." Jawabnya dengan kesal.
" Lama lama ku cium bibir mu itu hingga membengkak..." Ancam nya dengan suara tegas nya.
" Valarie Octavia."
" Zac Kozan."
Perkenalan yang sangat unik, sudah saling menikmati tubuh nya, sudah saling mendesa* tapi baru tahu nama mereka. Berkenalan dengan saling mendekap penuh kehangatan, perkenalan yang begitu unik.
Takdir apa yang menunggu di depan sana, hanya Tuhan yang tahu.
...💦💦...
Ini nomer mince ya mak 081324594302 kalian hubungi mince, kita ngehalu sama sam mak 😂 kalian jika mau hubungi mince pakai sandi ya mak, jawab pertanyaan mince.
Siapa nama abang mince yang masih ada darah sepupu dengan Jonathan Cristopher?, itu sandi nya para mak mak yang tahu.
__ADS_1
Ramaikan like dan komentar yuk mak, Vote dan hadiah juga sudah mulai masuk ya mak 😁 Beri pelindung juga boleh kok mak 🙏
Makasih ya mak 🙏🙏💋💋