Wanita Nakal

Wanita Nakal
Wanita Nakal Musim3_ Ambisi Marco 1


__ADS_3

Monica dan Abhi sama sama terdiam, mereka masih mengatur nafas serta menahan amarah yang begitu menggebu. Monica yang membuka kembali lembaran itu menceritakan kejadian lama nya terasa sesak, dia ingat betul dia di perbudak cinta buta nya, dia terlalu kecil untuk memahami siapa laki laki yang memperdaya nya waktu itu. Dia terlalu polos untuk muda percaya oleh semua omongan laki laki itu. Sedangkan Abhi harusnya tak mendengar cerita masa lalu kekasihnya jika sang kekasih terjebak sakit hati karena dia membuka lembaran yang tak ingin dia buka.


" Terima kasih sudah menceritakan semua nya pada ku..." Abhi menyentuh tangan kekasihnya, menggenggam nya dengan lembut.


" Aku hanya tak ingin dia menganggu hubungan kita. Aku pernah terjebak oleh rayuan nya dan mulut manis nya, dan sekarang aku tak ingin dia mengambil ku dari mu. Aku mencintai mu hanya kamu yang aku cintai saat ini dan sampai kapan pun..." Ucapnya dengan sungguh sungguh.


Abhi membawa tubuh kekasihnya dalam dekapan hangat nya, memeluknya dengan erat. Mengelus punggung nya dan mencium kepala kekasihnya itu. Seakan itu semua nya memberikan kekuatan untuk kekasihnya yang saat ini rapuh.


" Kita akan menikah besok, aku akan mengurus semua nya..." Akhirnya Abhi kini tak peduli jika kekasihnya terpaksa menikah dengan nya.


" Aku tak peduli bawa kau menikah dengan ku karena terpaksa atau tidak, yang jelas aku akan tetap menikahi mu besok..." Monica hanya mengangguk lega setidaknya dirinya akan memiliki status yang berbeda meskipun dirinya belum siap.


" Tak perlu pesta, aku hanya butuh pernikahan kita terdaftar..." Kali ini Abhi yang mengangguk karena dirinya juga mengerti bahwa pesta akan membutuhkan waktu yang lama.


Sedangkan di luar kamar itu, Andre serta Steve kini saling terdiam, Steve yang dari tadi mencerna apa yang di katakan Andre hanya bisa diam, dia tak berani membantah nya. Karena Monica memang adiknya yang menentukan semuanya hanya sang kakak.


" Kau yakin dengan pernikahan ini?" Steve membuka suaranya.


" Aku yakin..." Jawabnya dengan sungguh sungguh.


" Kau tahu bukan bahwa Marco tetap akan datang meskipun dia tahu Monica menikah?"

__ADS_1


" Aku tahu. Tapi setidaknya dia bisa berpikir untuk menghargai sebuah ikatan pernikahan. Jika dia tahu Monica menikah dengan laki laki yang dia cintai, dia bisa mundur dan tak ingin macam macam dengan Monic..." Jawabnya dengan menyandarkan punggung nya.


" Kita harus menyusun rencana untuk menyembunyikan mereka berdua..." Andre mengangguk setuju, sebelum ada status pernikahan mereka harus bersembunyi.


Sedangkan di tempat lain Marco hanya diam dengan memandangi foto salah satu wanita yang dirinya tak mampu hapus dari hati dan pikirannya selama ini.


" Monic.. seperti apa dirimu sekarang?, apa kau tak merindukan ku baby?, gadis kecil ku yang lugu, apa kau masih lugu seperti dulu?" Senyuman kelicikan di bibirnya itu membuat semua orang takut menatapnya.


Semua orang nya bahkan tak ada yang berani mencegah bos nya untuk berhalusinasi kepada wanita yang selalu di lihat dari fotonya itu. Semuanya tahu bahwa bos nya sangat mencintai wanita itu. Selama bertahun tahun dia menahan untuk tak muncul di depan wanita itu, tapi saat ini dirinya sudah sukses dalam segala hal. Dia memiliki kedudukan yang pantas dia banggakan, dia juga memiliki pengawal serta orang orang yang takut pada nya dan menghormatinya, itulah yang dia inginkan.



Marco bisa melakukan apa saja untuk dirinya yang gila akan jabatan itu, dia gila penghormatan, dia ingin semua orang takut hanya mendengar namanya. Tapi sayangnya hanya beberapa orang yang mendengar namanya menjadi takut. Tapi tidak untuk kelompok Dio Della Morte, meskipun Andre dan Monica merasa panik tapi tak membuat mereka takut untuk melawan laki laki yang bernama Marco itu.


" Belum Bos..." Jawab salah satu dari mereka yang menunduk.


Marco mengangguk mengerti, dia harus nya paham bahwa tak semuda itu bisa muda menemukan di mana markas mereka.


" Aku tahu betul mereka sangat pandai bersembunyi..." Ucapnya dengan pelan. " Tapi aku akan menemukan markas itu dan muncul di depan Monica sayang, aku yakin dia juga merindukan ku..." Sambungnya dengan tersenyum tipis tapi menakutkan.


Tangan nya terangkat memberikan kode agar pengawal nya keluar dari kamar hotel nya. Dia merebahkan tubuhnya menatap langit langit kamar yang ada di atas nya, seakan dia tersenyum seperti wajah Monica ada di depan nya yang juga tersenyum pada nya.

__ADS_1


" Monica tunggu aku sebentar lagi, aku sudah datang membawa kedudukan dan ketakutan untuk semua orang yang mendengar nama ku. Kita akan pergi dari sini sebentar lagi, akan ku jadikan kau ratu di istana ku baby..." Gumam nya dengan pelan serta senyuman yang selalu dia pasang untuk wajah Monica.


" Aku yakin kau sekarang menjadi wanita dewasa yang cantik dan tangguh. Aku yakin kau masih menunggu aku kembali dan sekarang aku kembali membawa cinta kita kembali dan akan ku ambil cinta itu..." Sambungnya dengan berdialog sendiri.


Marco kali ini memejamkan mata nya, menipiskan senyuman itu, dia hilang kesadaran dia kembali ke dunia mimpinya yang selalu menyenangkan bagi nya. Mimpi indah bersama Monica adalah mimpi yang setiap hari dia impikan. Bahkan pernikahan yang indah serta anak anak adalah mimpi yang selalu kerap hadir di dalam mimpi laki laki itu.


Cinta nya pada Monica menjadikan dia ambisi untuk kembali memiliki wanita itu, gila jabatan dan gila penghormatan menjadikan dirinya pengkhianat dan ingin menggulingkan ketua dewa kematian, tapi sayangnya sebelum rencana itu terkabut, sang kekasih malah mengetahui semua rencana nya dan itu membuat semuanya gagal total waktu itu.


Tapi saat ini dia datang kemari dengan membawa semua kedudukan itu, membawa namanya yang terpandang di negara nya.


Sedangkan Abhi dan Monica kini telah mengatur pernikahan mereka yang hanya terdaftar di kantor sipil. Mereka sepakat untuk tidak merayakan pesta untuk pernikahan itu agar semuanya lebih muda. Pernikahan itu kini disiapkan oleh Andre dan Steve semuanya telah siap dan menunggu kesok pagi.


" Tidurlah sayang..." Tubuh polos Abhi mendekap tubuh Monica di bawah selimut itu.


" Abhi apapun yang terjadi jangan pergi."


" Tentu saja tidak. Aku akan menghadapi laki laki yang bernama Marco itu. Kau dan aku sudah di takdir bersama jadi tak perlu takut bahwa aku akan pergi dari mu, yang harus nya berjanji adalah kamu sayang..." Ucapnya dengan memeluk tubuh kekasihnya.


" Apapun yang terjadi percayalah bahwa aku sangat mencintai mu, kita akan melawan dua bersama sama. Dia tak ada artinya bagi ku, sekali dia pengkhianat maka selamanya akan tetap seperti itu..." Ucapnya dengan menggoda dada Abhi yang tak memakai apapun.


" Jika besok pagi kita tak ada acara penting, maka malam ini aku siap memakan mu dengan waktu yang lama..." Gerama* nya tertahan ketika sesuatu yang bawah sana bangkit karena ulah tangan kekasihnya yang sengaja menuliskan sesuatu yang tak jelas di dada polos miliknya.

__ADS_1


Monica hanya tertawa pelan sebelum dia menyadari bawa dirinya salah malam ini. Dan mereka harus menahannya untuk besok malam.


__ADS_2