
Sedangkan di tempat privat kini seseorang dengan tenang nya menatap kearah laki laki yang sedang duduk di depan nya. Bahkan orang itu kini hanya tersenyum tipis di bibirnya, akhirnya pertemuan yang ingin dia lakukan dari kemarin bisa terjadi. Laki laki yang duduk juga di sebelah orang itu juga menatap datar kearah seorang wanita yang berada di depan nya.
" Akhirnya kita bertemu juga Nona Jennifer, tak ku sangka kau ternyata cantik..." Laki laki itu sedikit menyunggingkan senyuman nya ketika memuji wanita yang bernama Jennifer itu.
" Terima kasih atas pujian mu..." Jawabnya dengan ketus, sebenarnya dia tak ingin melakukan hal ini tapi dia harus berada di sini dengan sebuah misi yang hanya dirinya yang tau.
" Pantas saja Steve tergila gila dengan mu, kau memiliki semua yang wanita inginkan..." Jenni semakin malas jika berada di sini jika mereka hanya berbasa basi.
" Tapi saya tidak buruh pujian anda Tuan Marco yang terhormat. Saya di sini untuk mendengarkan tawaran anda, jika anda tak ingin berniat mengatakan nya maka saya akan pergi."
" Jennifer..." David yang juga ada di sana kini sedikit menekan memanggil wanita itu yang terlihat wajah kesal nya itu.
" Aku di sini karena paksaan mu David, dan jika Tuan ini tak ingin mengatakan tawaran nya seperti yang kau bilang tadi maka aku akan pergi, saya tidak ingin ada drama yang membuat aku merasa malas di sini..." Jenni lagi lagi berkata ketus dan dingin, dia yang masih bersedih tak ingin berlama lama di sini.
" Kau garang juga ternyata..." Timpal Marco dengan tersenyum tipis. " Baiklah kita pada intinya saja. Kau selama di sana apa yang kau dapatkan di perusahan itu?" Tanyanya dengan sungguh sungguh kini nada keseriusan.
" Hanya mendapatkan uang gaji dan bonus..." Jawabnya dengan tenang.
" Bukan itu maksud ku. Maksud ku kau jelas tau semua nama investor yang ada disana, nama nama orang yang bekerja sama dengan perusahan itu dan sebutkan satu nama yang menurut mu bisa aku kerja sama dengan nya untuk menghancurkan perusahan itu..." Kini Marco dengan semangat menanyakan semua nya itu.
__ADS_1
" Saya tidak tau apapun. Saya hanya mengerjakan tugas saya sebagai audit di sana, bukan mencari tau nama nama yang bekerja sama dengan perusahan itu..." Jenni kini menjawabnya dengan santai dan tenang.
" Ayolah kau bisa mengatakan nya, aku tak akan mengatakan kepada siapapun jika kau yang mengatakan, aku akan tutup mulut ku..." Marco kini masih berusaha mencari informasi tentang semua nya itu.
" Sudah ku katakan aku tak mengetahui semua itu, aku juga tak tau siapa saja yang Tuan Zac lakukan dan bertemu dengan siapapun saya juga tak tau. Karena tugas saya hanya meneliti semua data data yang ada di depan ku..." Tentu saja Jenni memang tak mengetahui semua nya, dirinya hanya sekilas mengetahui nya tapi tentu saja dia tak akan mengatakan nya.
" Baiklah, kalau begitu katakan nama orang yang spesial di hati nya, aku mendengar dia sudah menikah tapi seluruh media sepertinya menghapus pernikahan itu dan menghapus nama istrinya. Kau pasti pernah melihat istrinya bukan?, katakan siapa nama nya?" Marco tentu saja tak kehilangan cara liciknya untuk ingin menghancurkan lawan nya.
" Tuan Marco jika anda ingin mencari tau tentang Tuan Zac Kozan sebaik nya anda tanyakan sendiri kepada nya. Saya tidak tau apapun..." Jawab Jenni dengan tetap tenang.
" Jangan berbohong, aku tau kau bisa mendapatkan akses untuk semua pertanyaan ku itu..." Marco kini sedikit meninggikan suaranya. Dia kini merasa kesal karena wanita itu lagi lagi tak ingin menjawab semua pertanyaan itu. Bahkan tatapan tajam nya hanya dibalas dengan tatapan senyuman oleh wanita itu.
" Tapi sayangnya uang yang ingin kau tawarkan sudah aku dapatkan dari Tuan Zac, gaji dan bonus ku sudah cukup untuk menghidupi ku selama satu tahun. Dan gaji ku dari CIA juga masih banyak jadi aku tak butuh uang kotor ju itu..." Marco kini wajahnya memerah seketika.
" Kau ingin melindungi ku dari siapa Tuan?, bukan kah sendiri yang ingin menyerang ku dengan segala cara agar aku bisa mau bekerja sama dengan mu?, tapi sayangnya semua terlambat, aku sekarang sudah tak bekerja di sana dan penyamaran ku kini sudah terbongkar jadi kau percuma mengajak ku bekerja sama..." Jenni kini berkata dengan dirinya yang bersikap tenang, bahkan tak ada nada nada emosi di dirinya.
" Aku hanya ingin nama istrinya dan nama nama orang yang bekerja sama dengan nya hanya itu yang aku butuhkan."
" Tapi sayang nya aku tak tau, berulang kali kau bertanya maka jawab ku tetap sama tidak tau."
__ADS_1
" Jennifer kau sungguh tak ingin mengatakan semua yang di tanyakan oleh Marco?" Kini David juga bertanya dengan nada tinggi nya.
" Tidak, memang aku tak tau apapun kenapa kalian susah sekali menerima itu..." Jenni tentu saja tersenyum kecut ketika pimpinan nya malah mendukung teman nya itu.
" Jenni aku tak mengerti dengan pikiran mu, kau tadi mengatakan akan melawan nya sekarang kau menutupi semua nya lagi dari kita. Sebenarnya apa yang sedang kau pikirkan he?"
Jenni tersenyum sinis menatap David dengan tatapan benci serta tatapan tajam nya dia kini menyandarkan punggung nya menatap kearah kedua laki laki itu secara bergantian.
" Jika aku mengatakan ingin melawan nya rafi aku di dalam kesatuan ku, dan aku melawan nya karena itu memang tugas ku untuk melawan orang orang yang salah. Tapi jika aku di sini aku tak ingin melawan nya karena mereka adalah teman ku yang aku kenal baik. Disana tak ada bukti bukti buruk, kau lihat sendiri mereka tetap memperkerjakan musuh mereka, dan itu hanya di lakukan oleh orang yang memiliki hati besar. Dan jika kau ingin menghancurkan nya melewati aku, kau salah karena di luar tugas ku, aku tak akan mengatakan apapun, aku akan melindungi orang orang itu...." Jenni menekan kata kata nya dengan rasa kesal dia tak akan mengatakan apapun mereka tak akan mendapatkan nama yang mereka cari.
" Jenni kau..." David kini tak habis pikir dengan bawahan nya.
" Harusnya kau malu David, kau ingin mengambil keuntungan di atas penderitaan orang. Sebenarnya berapa nilai uang yang dia tawarkan pada mu?, atau kau akan naik jabatan jika kau berhasil dalam misi licik ini?"
" Kau..." Marco kini juga marah karena mendengar ucapan wanita itu.
" Bahkan laki laki ini tak ada apa apa nya dengan kekuasan Tuan Zac."
Brak!!!
__ADS_1