Wanita Nakal

Wanita Nakal
Wanita Nakal Musim3_ Liburan 1


__ADS_3

Warning 21+ Mince masih ingin nebarin adegan di sini 🤭 jangan di baca yang masih bocil dan jomblo takut kalian meresapi malah main dengan sabun 😂😂😂


Happy Reading 😍 selamat menikmati 😍😍


Pagi ini semua orang bangun dari tidur nya dengan rasa yang benar benar lega dan kebahagian yang tiada tara nya. Udara yang dingin membuat tubuh ingin selalu bergulung di bawah selimut tebal nya. Val kini mengeliat pelan, merapatkan tubuhnya mencari kehangatan di tubuh polos suaminya. Zac kini semakin mendekap tubuh istrinya, rasa hangat kini menyelimuti tubuh kedua insan yang sedang terlelap dalam tidur indahnya.


Sedangkan Abhi dan Suhu cantik itu kini tengah saling mendekap tubuh mereka yang masih terlelap dalam mimpi indah. Suhu itu kini semakin merapatkan tubuh hangat ke tubuh kekasihnya yang masih sama sama polos nya.


Udara dingin di sana kini berhembus kencang karena memang ini musim dingin. Sedangkan yang lain Andre serta Albert kini sudah berjalan pagi mengelilingi tempat itu.


" Aman bos..." Salah seseorang kini menghampiri kedua laki laki itu yang sedang meminum kopi di kedai pinggir pantai.


" Kemana yang lain?"


" Sedang berkeliling juga..." Jawabnya dengan melirik ke sana ke mari untuk melihat ada yang perlu di curigai.


" Duduk lah dan minum kopi bersama..." Andre memesan kan kopi untuk para penjaga nya yang ada di sana juga.


Sedangkan di kamar itu kini Val terbangun karena rasa lapar nya. Val mengeliat dalam pelukan sang suami, menatap wajah suaminya yang masih terlelap dalam tidurnya. Val selalu menyukai pagi hari karena dirinya selalu menyukai pemandangan di depan mata nya, wajah suaminya yang selalu menenangkan hati nya di setiap hari.


Val kini bangun dari tidurnya, duduk di ujung kasurnya dengan melilitkan selimut putih ke tubuhnya. Dia menatap keindahan alam yang ada di depan matanya. Pemandangan yang indah serta hembusan angin yang begitu sejuk.


__ADS_1


Val menyukai suasana keindahan alam yang begitu indah di lihat di depan matanya itu. Zac kini bangun dengan pelan, mengeliat kan tubuh, meregangkan otot otot nya yang kaku, matanya kini menatap punggung istri yang polos. Zac merangkak menghampiri istrinya, memeluk istrinya dari belakang, Val tersenyum ketika merasakan ada tangan kekar melingkar di perutnya serta ciuman kecil pada punggung polosnya.


" Selamat pagi..." Suaranya terdengar serak karena mereka baru bangun tidur.


" Selamat pagi honey..." Jawabnya dengan tersenyum.


" Kau suka tempat ini?" Val mengangguk, dia menyukai tempat ini. Tempat yang begitu indah jika di lihat dari segi manapun. " Honey hentikan tangan mu itu..." Desaha* nya hampir lolos begitu saja ketika tangan suaminya mulai berkeliaran ke tubuh polosnya.


" Kau ingin aku berhenti tapi tubuh mu merespon sangat cepat honey..." Erangnya ketika dia malah menyesa* punggung polos istrinya yang begitu terpampang nyata di depan matanya.


" Honey, minggir aku ingin makan. Aku sungguh lapar, kau tak memberi ku makan dari kemarin..." Wajahnya begitu mengemaskan bagi suaminya itu. Zac hanya tersenyum mendengar ocehan dari istrinya itu.


" Nanti kita akan makan setelah kita menyelesaikan yang lain..." Ucapnya dengan tertawa, tapi Val dengan cepat kilat melepaskan dirinya dari dekapan suaminya itu.



Terima kasih Tuhan telah memberi ku istri yang sempurna seperti dia, aku akan menjaga nya dengan nyawa ku. Aku mencintainya lebih dari apapun. Batin laki laki gondrong yang masih menatap istrinya berputar putar dengan tawa yang begitu membahagiakan.


Val kini berhenti dengan mengatur nafasnya, dia lelah ketika berputar putar seperti itu, tapi ini membahagiakan, sangat membahagiakan. Val melepaskan selimut yang menempel dari tadi, membiarkan selimut itu luruh ke lantai dengan sendirinya, dia berjalan menuju kolam renang nya, merendamkan seluruh tubuhnya yang lengket karena sisa kemarin. Air yang hangat membuat tubuh wanita itu lebih nyaman dan otot kaku nya sedikit mengendor.


Val menyelam ke bawah, agar seluruh badannya juga merasakan kehangatan air kolam renang nya ini. Zac tersenyum bahagia meskipun dia seperti tak di anggap ada di sana oleh istrinya.


__ADS_1


" Honey..." Suara manja itu terdengar begitu mesra di telinga suaminya, ketika sang istri memanggilnya. Zac kini berdiri dengan melangkah menghampiri istrinya yang berendam di sana.


Zac ikut turun ke kolam renang yang air nya begitu hangat di kulit nya, Zac yang juga tak memakai apapun sama seperti istrinya itu. Kini mereka sama sama polos di dalam kolam renang itu.


" Zac singkirkan tangan mu itu..." Zac tetap masih ingin menggoda istrinya, menikmati pertempuran kenikmata* yang ingin dia ulangi lagi. Rasa ingin bersarang di tubuh istrinya kini seakan menggebu di pikirannya.


" Kau sungguh tak ingin menikmatinya?" Sebuah pertanyaan yang tak bisa di jawab oleh wanita itu, kenikmatan mana yang sanggup dia tolak saat ini. Dia bukannya menjawab malah memejamkan matanya ketika merasakan jemar* suami kini berhasil menggoda area sensiti* nya, memporak-porandakan pertahanan nya yang dia pasang dari tadi.


" Ah, honey..." Desaha* tertahan dengan meremas lengan suaminya ketika jemar* itu kini berhasil masuk di dalam sana.


" Sayang kau membuat ku gila..." Erangnya Zac ketika tangan itu menggenggam Julio nya dengan memainkan benda tumpul itu dengan tangan nya, memaju mundurkan nya membuat laki laki itu tak sanggup bertahan lama.


Udara yang dingin serta rendaman di air hangat membuat dirinya ingin segera menyudahi permainan ini. Zac kini sedikit menarik pelan tubuh istrinya agar keluar dari air hangat nya itu. Merebahkan tubuh istrinya yang basah di atas meja besar yang ada di pinggir kolam.


Val kini berbaring dengan pelan di pinggir meja dan Zac kini berdiri di depan istrinya, Kedua kaki sang istri itu kini terbuka, dengan kaki satunya berada di pundak Zac, dengan sang suami mengarahkan Julio itu bersarang di sana.


Blush!! Tangan Val meremas lengan* suaminya ketika Julio itu masuk ke dalam sana dengan sempurna. Zac kini bergerak pelan membiarkan sang istri merasakan kenikmatan terlebih dahulu. Val kini mengeran* ketika pergerakan itu begitu cepat, pinggul Zac kini memompa begitu cepat hingga membuat wanita itu terguncang di bawah sana.


" Ah.. Honey.. aku tak tahan..." Valarie tak tahan ketika gelombang itu ingin menerjang tubuh nya.


" Sayang tunggu, aku juga segera tiba..." Erangnya yang tertahan ketika gelombang itu juga mulai menerpa tubuh kedua insan itu.


Desaha* dan gerama* panjang dari mereka kini membuat mereka saling menekan satu sama lain, saling memejamkan mata dengan menikmati sensasi denyuta* yang membuat mereka berdua melayang atas kenikmatan yang mereka cari dari tadi. Mereka saling mengatur nafasnya yang begitu memburu karena pergulatan panas yang mereka ciptakan.

__ADS_1


__ADS_2