
Andre dan Maria kini Menghela nafasnya ketika kakinya sudah tiba di depan markas. Maria kini tak percaya bawa laki laki di sampingnya memiliki rumah semewah ini, dia juga tak percaya bawa rumah itu memiliki penjaga yang begitu banyak.
" Om yakin ini rumah Om?" Bisik nya ketika mereka masih belum melangkah ke depan.
" Kau tak percaya?" Maria menggeleng pelan karena dirinya Memang tak percaya bawa rumah sebesar ini adalah milik dari laki laki di sebelahnya. " Atau kita mau mencuri lagi di sini?" Andre hanya tersenyum gemas ketika gadis di sampingnya menanyakan hal yang tidak tidak lagi.
" Sudahlah ayo masuk..." Andre kini menarik tangan gadis itu dan dengan rasa kagum ternyata benar, rumah itu adalah milik dari laki laki tua itu.
Dia di buat terpesona karena semua pengawal yang di sana memberikan hormat kepada laki laki yang memiliki tato banyak di tubuhnya.
" Jadi kau tak bohong ini rumah mu?" Bisik nya ketika mereka berjalan masuk ke dalam rumah itu.
" Gadis kecil kau cukup diam dan ikuti aku jangan banyak tanya."
" Baiklah aku diam..." Maria kesal ketika pertanyaan nya tak di jawab oleh laki laki yang ada di sebelahnya itu.
' Mudah mudahan mereka semua sudah tidur. Batin Andre ketika tangannya ingin membuka pintu besar untuk mereka masuk ke dalam.
Ceklek!! pintu itu kini terbuka lebar sebelum Andre yang membuka pintu. Mata Andre kini melotot tak percaya bawah ada seorang yang membukanya dengan segera. Andre menarik gadis itu agar berdiri di belakangnya.
Andre menelan ludahnya dengan kasar ketika tatapan mata mereka yang berbeda. Sedangkan Maria hanya menunduk ketika ada seorang yang berjalan mendekat ke arahnya.
" Jadi ini yang kau bilang teman laki laki yang ingin kau bantu untuk balas dendam he?" Suara sinis itu membuat semua orang yang ada di sana merinding seketika.
__ADS_1
" Sejak kapan laki laki langsung bisa menjadi gadis seperti ini?" Orang itu masih berdiri di sebelah Maria yang menunduk dari tadi. " Apa dia operasi wajah dan kelamin hanya beberapa jam?"
" Suhu nanti aku akan jelaskan, tapi biarkan kami masuk dulu..." Andre kini memohon agar dirinya bisa segera masuk, karena udara malam semakin malam semakin kencang berhembus.
" Tentu masuklah, karena kalian berdua sudah di tunggu..." Andre kini melangkah masuk ke dalam markas itu dan di ikuti oleh Maria dengan segera.
Habislah kau Ndre, kau cari masalah sekarang. Batin Suhu ketika dirinya melihat kedua orang itu masuk ke dalam dan dirinya menutup pintu itu.
Andre yang semakin masuk kini menuju ke arah ruang tamu dan dia kembali di buat terkejut ketika melihat siapa yang duduk di sana dengan wajah garangnya, matanya seakan menatap penuh tanda tanya, raut wajahnya kini di penuhi dengan amarah. Semua hasil yang mereka curi tadi juga ada di depan mereka semua. Mau tak mau Andre harus ke sana untuk menjelaskan semuanya termasuk gadis kecil yang bersembunyi di belakang punggungnya.
Andre yang kini melangkah mendekat hanya di beri sambutan tatapan yang tajam dari mereka semua, biasanya jika timnya selesai beraksi mereka akan memberikan selamat karena rencananya berhasil tapi untuk kasus ini seperti nya tidak.
Prok!! Prok!! Prok!!! suara tepuk tangan dari laki laki yang berwajah dingin itu kini membuat semua tim nya kini langsung menunduk ketakutan, Andre yang langsung menghentikan langkah nya ketika sambutan itu begitu mengerikan bagi dirinya.
Sedangkan Maria kini menarik baju belakang Andre dia tak berani menatap ke arah seluruh keluarga yang sedang duduk di depan itu. Maria tahu ini pasti terjadi, andaikan saja tadi dia tak memaksa maka semuanya tak mungkin seperti ini, tapi semuanya sudah terlanjur. Kini mau tak mau mereka harus menghadapi ini semua. Menghadapi amukan Singa yang menatap mereka dengan penuh tajam.
" Tidak suka dengan pengkhianatan, Dan tidak suka di bohongi bos..." Andre menjawabnya dengan lantang dan keras dia menatap ke depan meskipun jantungnya sudah tak karuan.
" Jika kau tahu kenapa kau masih melakukan di antara kedua itu?, kau ingin menguji kesabaran ku?" Singa itu kini menatapnya dengan tatapan dingin dan tajam.
" Tidak bos..." Jawabnya lagi dengan lantang dan keras.
" Lalu?"
__ADS_1
" Saya hanya ingin diberi izin membantu teman saya yang sedang kesulitan bos, jika saya berkata bawah teman saya adalah wanita anda tak mungkin mengizinkan saya. Saya tahu saya bersalah dan maafkan saya..." Andre kini sedikit berteriak agar suaranya tak terlihat bergetar. Seberani apapun sosok Andre tapi jika sudah berhadapan dengan Singa dia tidak akan memiliki nyali sama sekali.
" Teman atau dia kekasih mu?"
Deg!! Andre tak langsung menjawabnya karena dia harus menjawab apa, sedangkan semua orang yang ada di sana kini menatapnya dengan menunggu jawaban dari laki laki itu.
" Saya kekasihnya Om Andre..." Celetuk Maria secara tiba tiba membuat semua orang terkejut dengan jawaban wanita yang ada di belakangnya, Andre juga terkejut jika gadis ini berkata seperti hal itu.
" Kekasih?" Gumamnya pelan ketika menatap gadis yang ada di belakangnya.
" Jadi kalian sepasang kekasih?" Zac kini tak percaya mendengar apa yang di katakan oleh gadis itu.
" Kami memang sepasang kekasih Om..." Jawab Maria lagi dengan menatap semua orang yang ada di depannya itu. " Maafkan saya jika karena saya membuat keluarga ini salah paham. Om Andre mengatakan saya laki laki karena saya yang menyuruhnya Karena saya tidak ingin di cap jelek oleh keluarga kekasih saya sendiri..." Sambungnya dengan memberanikan diri mengangkat wajahnya.
" Tidak bos saya tidak memiliki hubungan apapun dengan gadis ini, sungguh..." Andre kini di buat kalang kabut menjelaskan kepada bosnya. Dia tak ingin bosnya salah paham lagi, kebohongan yang tadi saja belum selesai dia luruskan.
" Kau tidak mengakui hubungan kita?, kau yang sudah mencuri ciuman pertama ku tadi dan sekarang kau tak ingin memiliki hubungan dengan ku?" Andre di buat terkejut ketika dia mengatakan di depan semua orang tentang ciuman tadi.
Semua orang juga di buat terkejut ketika mendengar wanita itu berucap tentang ciuman pertama.
" Astaga kau ini..." Zac melempar bantal ke arah Andre dengan keras dan mengenai tubuh Andre.
" Kau mencuri ciuman nya dan kau malah tak mengakuinya?" Kini Steve berucap dengan mengejek ke arah rekannya itu.
__ADS_1
" Itu hanya ciuman Steve, semua orang pasti pernah melakukannya."
" Hanya ciuman Om bilang?, tapi itu ciuman pertama ku dan Om yang mengambilnya..." Maria kini tak terima dengan ucapan apa yang di katakan oleh Andre.