
Pov arabella amelia
Ketika aku mengharapkan keluarga mereka tak pernah datang tetapi ketika aku merelakan semuanya mereka datang dengan penuh penyesalan. Aku yang menunggu bertahun tahun, mengharapkan sosok ibu kandung yang datang memeluk tubuhku dengan erat, ingin merasakan kasih sayang orang tua, merasakan dilindungi oleh sosok sang ayah, harus kandas ketika keluarga ku tak pernah datang untuk mencari ku.
Tetapi sekarang mereka datang, mengatakan jika mereka adalah keluarga ku, mengatakan bahwa ada penjelas tentang ini semua, aku hanya bisa berkata bahwa semuanya sudah terlambat.
Pagi ini hati ku berbunga bunga bagikan ada kupu kupu yang menggelitik perut ku seakan semuanya tak pudar dari senyuman ku. Menerima seseorang menjadi pendamping hidup adalah pilihan yang sulit untuk dilakukan. Tapi karena kesabaran, serta pertimbangan yang cukup akhirnya aku siap melangkahkan kaki untuk menjalin suatu komitmen yang lebih serius.
Tapi pagi ini juga hati ku bagaikan disambar petir, kebahagian ku seakan di lempar dari atas langit dan terbanting di bumi. Kedua orang yang mengaku sebagai sosok keluarga kini mencari ku dengan kata banyak penjelasan yang harus aku dengar.
Aku egois, ya aku memang egois karena tak ingin mendengar semua alasan mereka. 29 tahun aku hidup di bawah naungan panti asuhan, 29 tahun hidupku bagaikan di neraka yang penuh dengan hinaan serta cacian. Sekarang aku merelakan bahwa aku tak memiliki keluarga, aku merelakan keluargaku membuangku dan kini mereka datang dengan alasan baru mendapatkan informasi bahwa aku masih ada di muka bumi ini. Omong kosong dengan semua alasan yang ia katakan
Aku masih ingat diwaktu aku sekolah, bahkan tak ada satu teman pun yang menemani ku karna mereka selalu mengejekku dengan sebutan anak haram, anak yang dibuang keluarganya karena tak diinginkan.
" aku tak ingin berteman dengan mu.." ucap salah satu anak kecil yang seumuran dengan ku.
" kenapa?, apa salahku.." jawabku waktu itu.
" kata mama ku, kamu tak punya orang tua, dan dibuang oleh keluargamu. Berarti kamu anak haram yang dibuang di panti asuhan.." sejak hinaan tersebut, semua anak satu sekolah selalu memanggilku dengan sebutan anak haram.
Sejak saat ini aku tak pernah memiliki sosok teman yang selalu ada untuk ku, hanya seorang ibu sofia yang selalu memelukku ketika aku pulang sekolah harus menangis karena selalu dihina oleh teman teman sekolah ku. Dan di mana keluarga ku waktu itu?, apa mereka datang untuk mengulurkan tangan nya atau hanya melihat ku untuk bertanya bagaimana kabarku?, tidak, semuanya tak ada yang pernah datang. Dan sekarang aku bahagia dengan semuanya dan mereka datang menghancurkan hatiku.
Aku tersadar ketika menyadari bahwa ada tangan yang mengambil ahli sisirku. " jo.." sosok laki laki yang ingin aku pertahankan.
Dia tersenyum dan senyuman nya membuat jantungku berdegup kencang. Entah kenapa jantungku sekarang selalu berdetak cepat ketika melihat wajah gantengnya laki laki ini.
" apa kamu gak bekerja?" Aku menatapnya dari kaca rias didepan ku.
" aku hanya ingin bersamamu seharian ini.." jawabannya membuat ku tersenyum.
__ADS_1
Sebuah ketukan pintu yang membuyarkan kita. Jonathan yang berjalan membuka kan pintu. Tak lama aku pun disuruh untuk ikut turun kebawah.
" sayang ada tamu di bawah.." perkataan jonathan membuat langkahku terhenti di antara anak tangga.
" siapa?, apa orang penting atau keluargamu."
" kamu akan tau setelah bertemu dengan mereka.." dan kami melanjutkan menuruni anak tangga yang tinggal beberapa lagi.
Aku dan jonathan berjalan dengan tangan jonathan yang menggandeng tanganku. Aku melihat ibu sofia yang terduduk di sofa dan satu wanita yang cantik serta laki laki yang juga masih tampan.
" bela.." ibu sofia menyapaku terlebih dahulu dengan tersenyum seperti biasanya.
" jovanka putri ku.." wanita cantik tersebut memanggil ku putri ku dan aku sadar bahwa mereka berdua adalah orang yang mengatakan keluarga ku.
Aku menatap jonathan meminta penjelasan dan jonathan hanya meremas pelan jemari ku. Aku melihat wanita tersebut berdiri dan maju di depanku, aku mundur kan langkah ku bersembunyi di punggung kekar jonathan.
" johan betrix pengusaha dari negara asia.." timpal jonathan yang nampak nya terkejut.
" anda mengenal saya?, kalau boleh saya tau anda siapa?"
" saya jonathan christopher.." kini mereka saling berjabat. Aku menarik baju jonathan dari belakang. " sayang dia keluargamu.." jonathan membalikkan tubuhnya dan menatapku dengan tatapan biasa.
" aku tidak punya keluarga.." tegasku dan aku berlari meninggalkan mereka semua yang terdiam di sana.
Aku masuk kedalam kamar dengan mata yang berkaca kaca, jantungku sudah tak karuan. Kaki ku lemas terduduk di lantai dengan air mata yang sudah jatuh membasahi pipiku.
" kenapa berapakah sekarang kalian datang hiks hiks.." aku menangis dengan terduduk di lantai.
Tok
__ADS_1
Tok
" sayang buka pintunya.." aku mendengar suara jonathan yang menggedor gedor pintu kamar. " sayang jangan seperti ini, kumohon buka pintunya. Kita bicara baik baik sayang.." sambungnya lagi dengan bicara lembut.
" aku ingin sendiri jo, tinggalkan aku."
" sayang, aku tak mungkin meninggalkanmu. Ayo buka pintunya kita bicara baik baik."
" tinggalkan aku sendiri jonathan."
" sayang kali ini saja buka pintunya, kita bicara baik baik.." suara jonathan kenapa bertambah lembut. Dia adalah laki laki yang selalu sabar menghadapiku. " baiklah jika kamu ingin sendirian aku akan pergi, aku berada di ruang kerja ku.." sambungnya lagi.
Aku membuka pintu, dan menatap jonothan yang berdiri di sana. Aku menerjang tubuhnya memeluknya dengan air mata yang membasah pipiku.
" jangan menangis oke, mereka sudah pergi dari sini.." jonathan membalas memeluk ku.
Aku terdiam ketika tubuhku digendong oleh jonathan dan merebahkan di kasur. Aku menarik ujung baju jonathan ketika ia ingin melangkah pergi.
" aku hanya ingin kebawah sayang. Mengambil makanan untuk kita sarapan.." laki laki ini sungguh memanjangkan ku bahkan setiap ucapan yang keluar dari bibirnya tak pernah menyakiti ku sama sekali. Bahkan dia terlalu sabar menghadapi ku.
Padahal aku tau semua rekan bisnis nya takut akan wajah sangarnya. Tapi dia selalu berwajah teduh ketika bersama ku.
Dan aku baru menyadari bahwa aku jatuh cinta pada nya. Laki laki yang tak pernah menuntutku untuk mencintainya.
Tapi aku tak ingin mengakui bahwa aku mencintainya. Aku selalu mengatakan bahwa aku mencintai uangnya dan itu tak masalah baginya.
_______
Hai selamat pagi semuanya, bagaimana kabar kalian?, jangan lupa tinggalkan jejak kaliannya gaes, like komen atau tinggalkan vote juga ga pa pa.
kasih hadiah juga boleh, jadikan favorit ya agar kalian dapat notifikasi kalau ada bab up.
makasih
__ADS_1