Wanita Nakal

Wanita Nakal
Wanita Nakal Musim3_ Ini Semua Terjadi


__ADS_3

Seharus nya aku tak terpancing emosi dan harus nya aku tak mengikuti nya, tapi mungkin inilah yang di namakan dengan Takdir dan rencana Tuhan akan selalu indah.


Pov Valarie



Malam ini aku benar benar sibuk dengan make up di tangan ku, karena malam ini aku harus menghadiri pesta ulang tahun salah satu teman ku yang sama sama model nya dengan ku, sedangkan kekasih dari teman ku juga teman dari Aiden, laki laki yang akan menjadi tunangan ku. Aku rasa dunia ini sangat sempit sekali, aku sebenarnya malas jika harus datang bersama dia, tapi ya sudahlah dari pada aku harus berdebat dengan kakak ku.


" Ayo berangkat..." Dia hanya menatapku ketika aku membuka suara di depan nya, lagi lagi tatapan nya selalu membuat ku sangat risih.


" Apa ada yang aneh dalam make up ku atau baju ku terlalu mencolok atau memang tak cocok untuk datang ke sana?" Aku memperhatikan baju ku dari atas sampai ke bawah, tapi aku tetap tak menemukan apa yang salah pada baju ku.


" Tidak, kamu cantik sekali malam ini, sampai aku tak mengenali mu..." dia masih menatapku dengan tatapan mendambakan sesuatu dari tubuh ku. "Baiklah sayang ayo berangkat..." Aku terlalu biasa sendiri ketika ada orang yang tiba tiba berada di dekat ku dengan kata kata sayang terasa sangat aneh, mungkin semua orang bisa mengatakan hal itu tapi panggilan sayang yang di ucapkan dari bibir laki laki yang akan mendekati ku terasa sangat tak enak di dengar oleh telinga ku.


Kali ini dia mengulurkan tangan nya meminta aku menggandeng nya, mau tak mau aku memilih menggandeng tangan nya agar lebih cepat berangkat, bukan karena aku ingin bersentuhan dengan nya.



Kami kini berada di dalam mobil milik nya, dia melajukan mobil nya dengan pelan dengan sekali menatap ku dengan penuh senyuman, sedangkan aku hanya melirik nya dari ekor mata ku.


" Aiden bolehkah jika nanti kita saling mengenalkan diri hanya sebagai teman, maksud ku, aku tak ingin ada yang tahu bahwa kita akan bertunangan..." Aku mengatakan apa yang aku pikirkan dari tadi, aku hanya ingin semua nya menjadi sederhana, aku tak ingin di kejar kejar media atau teman ku yang kepo tentang hubungan kami.


" Jadi maksud mu kita akan memperkenalkan hanya sebagai teman, bukan calon tunangan..." Aku tahu mungkin dia mengharapkan lebih tapi aku tak ingin semua nya menjadi ribet karena harus diberondong pertanyaan yang malas untuk aku jawab. Jika kita saling memperkenalkan hanya sebagai teman dan kebetulan berangkat bersama semua nya akan tetap pada tempat nya.


"Aku hanya tak ingin ada yang terlalu ingin tahu tentang kita. Jika pertunangan sudah di gelar maka tak masalah kita saling di kejar kejar media atau teman yang kepo, tapi jika belum bisakah kita hanya mengaku teman yang kebetulan datang bersama..." Aku harap dia setuju dengan apa yang aku pikirkan, karena aku bukan wanita yang akan senang di kejar kejar media atau menceritakan semua masalah pribadi kepada sosok teman.


" Apa kau malu jika mengakui kita akan bertunangan?" Tebakan ku benar dia akan menanyakan hal tersebut, tapi bagaimanapun aku tak ingin dia selalu menang dan aku selalu menuruti mau nya, kini giliran ku yang ingin dia menuruti mau ku.


" Tidak, hanya saja aku tak ingin ada yang-"


" Kau sedang menjaga hati seseorang di sana?" Aku melihat ke arah nya karena dia berfikir aku memilih kekasih. Jika aku memiliki kekasih mungkin aku akan menolak mentah mentah perjodohan gila ini, dia pikir aku akan mempermainkan perasaan laki laki yang aku cintai.


" Tidak Aiden..." Kenapa dia tak mengerti apa yang aku mau, aku hanya tak ingin para media tahu dan para teman teman ku kepo tentang kehidupan pribadi ku. " Aku hanya ingin menikmati suasana di sana, pertunangan kita akan satu minggu lagi bukan, dan di sana lah kita akan mengumumkan bahwa kita bertunangan..." Kenapa dia sulit sekali mengatakan iya tentang apa permintaan ku, apa terlalu berat untuk mengatakan kita hanya teman.


" Jika aku menuruti mu apa bayaran yang aku terima?" Apa dia kekurangan uang hingga aku harus membayar tentang hal ini, calon tunangan ku apa miskin hingga tak malu mengatakan tentang uang kepada ku.

__ADS_1


" Kau sudah kaya, tapi kau masih meminta bayaran kepada calon tunangan mu, memalukan..." Aku tak tahu dengan apa yang dia pikirkan saat ini.


" Aku tak ingin uang mu..." Sekarang aku tak tahu apa yang dia minta, tadi dia mengatakan ingin bayaran sekarang dia bilang tak butuh uang ku, apa yang sebenarnya dia mau.


" Kau tadi minta bayaran sekarang kau mengatakan kau tak butuh uang..." Sebenarnya bayaran apa yang dia minta pun aku juga tak tahu, kami saling bertatapan karena kami sudah tiba di tempat parkir klub malam yang akan kami datangi.


Senyum tipis di bibirnya membuat aku tak mengerti, aku hanya terdiam dengan kami saling memandang satu sama lain. Tangan nya menarik tangan ku pelan, hingga membuat kami saling menempelkan bibir kami, aku terkejut ketika sebuah lumata* kecil dia berikan pada bibir ku. Aku mendorong tubuh nya hingga kami berjauhan seketika.


" Apa yang kamu lakukan?" Aku masih dengan nada marah ku, aku terkejut dengan serangan dadakan yang dia berikan.


" Aku hanya meminta bayaran yang harus aku lakukan untuk mu..."Sekarang aku mengerti bayaran apa yang dia maksud.


" Aku tak suka kau tiba tiba mencium ku..."Aku melotot galak ke arah nya dengan tatapan tajam, nada ku kali ini meninggi.


" Bukan hanya bibir tapi aku juga ingin menyentuh tubuh mu yang lain sayang..." Pandangan nya seakan ingin melucuti semua pakaian ku di dalam mobil.


" Tidak, kau gila..." Aku menolak nya karena apa yang dia mau aku tak bisa melakukan nya. Aku tak ingin melakukan hal yang menurut ku manis memberi nya kepada laki laki yang tak manis memperlakukan wanita.


" Sebentar lagi kita akan menikah sayang, tak ada salah nya jika kita melakukan nya..."Rasa nya aku sungguh malu dengan apa yang aku dengar, apa setiap wanita harus dia samakan. Aku rasa dia tak hanya sekali melakukan hal itu kepada wanita wanita nya.


" aku tak percaya bahwa kau bersegel..." Sudah ku duga bahwa dia tak percaya dengan apa yang aku katakan.


" Terserah kau percaya atau tidak yang terpenting aku memang masih menjaga nya..." Aku melengos menatapnya. Tatapan benci dan tatapan jijik kepada nya.


" Apa aku bisa membuktikan bahwa kau memang masih bersegel?" Aku tersenyum kecut ketika mendengar apa yang dia katakan, dia pikir aku akan terpancing dengan apa yang dia mau.


" Apa kau tak ingin menjaga kehormatan calon tunangan mu?, atau menurut mu menjadi wanita perawa* itu hina..." Aku sungguh kesal dengan laki laki di sebelah ku, bagaimana bisa kakak ku menjodohkan aku dengan laki laki seperti ini.


" Tidak, aku sangat menghormati nya jika kau memang masih perawa* tapi aku tak suka jika di bohongi seperti ini..." Aku rasa sekarang dia akan mencoba berbagai cara untuk membuktikan bahwa aku memang masih perawa*.


" Aku tidak butuh kau percaya pada ku atau tidak..." Aku meninggalkan laki laki itu yang masih berada di dalam mobil nya. Aku melangkah dengan amarah yang tak bisa aku katakan lagi, aku harus katakan pada kakak ku, agar kakak ku juga tahu bagaimana dia memperlakukan wanita.


" Hai.. selamat ulang tahun beb..." Aku menyapa teman ku yang bernama Adel, saling berpelukan singkat.


" Val akhir nya aku datang..." Mungkin jika ini bukan acaranya aku tak akan datang karena aku malas berkumpul dengan orang asing. Kebanyakan teman model kami akan membawa pasangan nya.

__ADS_1


Kami akhir nya saling berkenalan dengan orang orang yang di sana, membaur dengan cepat. Aiden hanya menatap ku dari kejauhan tapi aku tak peduli, dia duduk di sana dengan seorang wanita yang dari tadi menempel pada nya seperti lintah. Aku harus segera memberi tahu kakak ku seperti apa teman yang dia bangga banggakan.


Suasana klub malam itu semakin riuh, gemerlap lampu yang berganti warna membuat suasana di sana sangat meriah. Detingan jelas terus terdengar, aku sedikit pusing karena dari tadi aku menghabiskan cepat minuman yang ada di gelas ku.


" Kau pusing?" Aku menoleh ke samping ketika ada suara laki laki di telinga ku.


" Jangan sentuh aku..." Aku merasa sangat risih ketika tangan nya dengan sengaja merangkul pundak ku serta memberikan sedikit pijatan di sana.


" Sayang aku calon tunangan mu, aku memiliki hak atas dirimu..." Bisikan nya membuat aku merinding sektika, sial dia ingin memanfaatkan keadaan ku yang setengah mabuk.


" Dengar Aiden aku masih bisa menghajar mu meskipun aku mabuk..." Pandangan mata ku seperti kabur, aku hanya minum Wine tapi biasa nya tak akan seperti ini.


" Hai teman teman boleh minta waktu nya sebentar, aku ingin umumkan sesuatu..." Apalagi yang dia lakukan, astaga kenapa semua nya malah membuat ku seperti terjebak di sini.


" Wanita yang di sebelah ku ini adalah Valarie, dia adalah calon tunangan ku..." Kesadaran ku seakan pulih ketika dia berteriak mengatakan apa yang tak ingin aku akui dari tadi.


" Aiden apa yang aku lakukan?" Aku berteriak melotot ke arah nya tapi seakan dia tak peduli dengan ucapan ku, apa dia sudah mabuk berat seperti ini.


" Tapi dia tak ingin aku sentuh, bahkan aku mencium saja aku tak boleh lakukan..." Laki laki ini benar benar membuat ku sangat malu sekarang.


" Bahkan dia juga berkata masih perawa*..." Semua orang yang di sana berteriak, meneriaki ku dengan kencang, aku tak peduli mereka akan percaya atau tidak.


" Jika dia tak ingin kau sentuh maka sentuh saja aku..." Aku sekarang malah merasa sangat jijik kepada teman wanita ku yang berlaku seperti jalan* di depan nya.


" Kau tak kalah cantik dari nya..." Aku di nuat terkejut ketika dia malah mencium bibir wanita itu di depan kami semua, semua orang yang disana berteriak seakan perilaku ini hebat.


" Val apa yang dia katakan benar atau tidak?" Aku terkejut ketika sebuah tarikan menyadarkan ku dari rasa terkejut ku.


" Aku malu mengakui nya sebagai calon tunangan ku..." Aku tak bisa mengatakan apa apa lagi kali ini, tapi ini sungguh membuat ku malu mungkin dia merasa terhina karena aku menolak nya dan sekarang dia membalas mi lebih seperti ini.


" Mereka benar benar menjijikan, lihatlah, aku yakin mereka akan naik keatas... Aku menatap Aiden dari jauh dengan seorang teman mu, senyum ku mengembang ketika aku akan memiliki bukti bahwa dia laki laki tak baik untuk ku.


" Adel aku harus mengikuti nya agar memiliki bukti untuk membatalkan perjodohan ini..." Aku segera lari kecil menyusul laki laki bajinga* itu. Aku menyambar minuman dari winters yang berjalan melewati ku.


aku akan membatalkan pertunangan ini ketika kakak dan keluarga kita tahu seperti apa dirimu.

__ADS_1


__ADS_2