
" Kenapa kau menipu ku, kenapa Vio?, apa cinta ku tak akan mampu membuat mu bertahan di sisi ki saja?" Bentakan serta teriakan yang kencang membuat Violet terdiam dengan memejamkan matanya.
Ketahuan semua rencananya gagal semua yang telah disusun berantakan! bagaimana dia bisa tau semua ini, bagaimana? hanya itu yang memenuhi otak Violet.
" Kau tadi tak menghubungi Jaksa bukan?, kau menghubungi kekasihmu siala* itu?" Tangannya kini mencengkram rahangnya dengan kuat, bahkan Violet merasakan kesakitan kepada rahangnya.
Violet yang tak menjawabnya pikirannya terbagi dengan gadis kecil yang telah kabur dari sana. Apa yang harus di lakukan oleh Violet saat ini percuma karena semuanya sudah terbongkar.
Violet mendorong tubuh James dengan kencang hingga cengkraman itu terlepas begitu saja. " Yang ada di pikiran mu hanya menyiksa ku! aku tak peduli jika kau ingin membunuh ku saat ini! tapi aku mohon temukan Angel, dia berkeliaran di luar sana seorang diri. Dia pasti merasa ketakutan."
James menatap sekelilingnya dan tak menemukan gadis kecil putrinya yang harusnya ada di sana. James semakin bertambah marah, dia berlari keluar dari sana.
Bug!! bug!! dua pukulan melayang ke arah perut orang yang menjaga kamar itu dari tadi.
" Bagaimana kalian bisa bodoh ha?, temukan Angel sekarang juga dia kabur! cepat temukan dia!" Teriakan nya yang begitu kencang membuat semua orang yang di sana langsung berlari keluar dan mencari Nona muda nya yang tak ada di sana.
James kini menangkap tangan Violet yang dirinya ingin lari mencari Angel juga. " Urusan mu dengan aku belum selesai!"
" Lepaskan James.. Lepaskan.. aku ingin mencari Violet..." Berontaknya tapi tenaga dari James tak mampu dia lawan.
Tarikan yang kasar membuat wanita itu mengikuti langkah James, meskipun dia berontak sekuat tenaga nyatanya tangan itu tak bisa lepas dari tangan James.
Violet kini di lempar ke arah kasur yang tadi di tempati oleh Angel. Violet kini malah ketakutan bukan main dia tau apa yang akan terjadi setelah ini. James bukan lawannya dia akan menyiksa nya dengan mengunakan apa saja yang ada di depannya.
__ADS_1
" Apa yang ingin kau lakukan James, jangan macam macam!" Violet ketakutan bukan main ketika dia melihat tangan James melepaskan gasper yang ada di celananya.
" Aku sudah memperingatkan mu untuk tak macam macam dengan ku! tapi kau menguji ku dengan berbagai cara licik mu itu."
Violet mundur dia mencari cara untuk keluar dari kamar itu. Dia segera turun dari kasurnya berlari cepat tapi lagi lagi James bisa menangkapnya dan melemparkan lagi ke kasur dengan kasar.
Plak!! satu pukulan yang di layangkan James dengan sabuk itu mengenai paha Violet dengan kencang.
Violet meringkuk kesakitan dia tak bisa berdiri lagi ketika beberapa kali pukulan sabuk itu terus mengenai paha nya dengan kencang.
Bug!! Violet memberontak dia menendang perut James dengan kencang membuat dia mundur dan limbung kebelakang bahkan punggungnya mengenai tembok.
Violet berusaha untu berdiri dengan sekuat tenaganya, dia berusaha untuk lari dari sana. Dia bangun dengan rasa sakit kepada pahanya yang terkena cambukan sabuk itu.
Violet berjalan dengan pelan merasakan sakit yang tak bisa ditahan oleh dirinya. " Auwhh..." Teriaknya ketika kakinya di tahan oleh James.
James menarik kedua kaki Violet hingga membuat wanita itu tersungkur di lantai dengan cukup keras. Dadanya menghantam lantai cukup keras membuat dia terguling merasakan sesak pada dadanya.
James berdiri dan duduk di atas Violet, senyum Devil dari James kini membuat Violet ketakutan bukan ini. Violet menyentuh dadanya yang terasa sakit.
Plak!! Plak!! plak!! plak!! tamparan yang terus di layangkan oleh James membuat darah segar keluar dari ujung bibir Violet. Rasa panas dan kebas kini memenuhi wajah wanita cantik itu, gambaran jelas tangan James terukir di kedua pipi putih Violet.
" Kau ingin lari maka jangan harap kau bisa lari dari ku! Nyawa mu milik ku, hidup dan mati mu hanya aku yang menentukan nya..." Ujarnya dengan wajah dingin nya.
__ADS_1
" Kau gila James.. kau gila.. dari dulu aku tak pernah mencintai mu karena kau kejam kepada ku! kau mencintai ku tapi kau menyakiti ku seperti ini!" Teriaknya. Violet bahkan masih memiliki tenaga untuk melawannya meskipun semua tenaga miliknya seakan habis.
Wajah kemerahan dari James terlihat jelas di wajah laki laki itu. Plak!! satu tamparan itu melayang lagi cukup keras dia tak memperdulikan apa yang dirasakan wanita itu.
" Kau masih melawan ku heh! harusnya kau meminta ampun untuk nyawa mu! dan pilihan mu hanya bertahan di sini bersama ku atau mati bersama ku?" Tawanya yang tiba tiba membuat Violet merinding seketika.
" Lebih baik aku mati dari pada hidup bersama orang gila seperti mu!"
James tertawa kencang seakan apa yang di katakan oleh wanita itu adalah kelucuan semata. " Kau ingin mati baiklah kita berdua akan mati di sini! aku adalah laki laki yang mencintai mu akan selalu menuruti apa yang kau inginkan!"
James kini dengan kasar menggapai bibir Violet dengan kasar, dia tak peduli dengan kepala Violet yang bertindak sedikit memberontak nya. Tangannya tak bisa bergerak ketika kedua tangan Violet malah di letakan di atas kepalanya dengan satu cengkraman yang kasar.
Violet tak bisa bergerak dia merasakan sakit pada bibirnya yang di cium paksa oleh laki laki itu. Violet mengigit bibir itu dengan kasar dan Violet merasakan ada darah yang segar. Ciuman yang kasar itu menjadi ciuman yang banyak darah.
James tak peduli dia tetap meluma* bibir Violet meskipun darah keluar begitu saja. Violet masih bertahan dengan gigitannya yang begitu kencang.
Plak!! Bugh!! pukulan dan jambakan yang kencang serta hantaman kepalan Violet ke lantai yang cukup keras membuat Violet benar benar tak sadarkan diri. Dia pingsan dia gak bisa berbuat apa apa ketika kepala nya terasa sakit dia kehilangan kesadaran.
" Sayang kau nakal sekali heh!, harusnya kau nikmati cumbuan ku bukan malah membuat aku marah seperti ini!" James menyentuh pipi Violet yang saat ini tak sadarkan dirinya.
Dengan senyumnya yang mengerikan dia turun dari tubuh Violet dia mengendong tubuh Violet dengan segera meletakkan di kasur.
" Vio aku mencintai mu dengan tulus tapi kenapa kau tak memberi ku sedikit saja kesempatan untuk menjadi orang baik! kau selalu berusaha kabur dari ku! tujuh tahun pernikahan kenapa kau tak mau memberi ku kesempatan untuk kita saling mencintai!"
__ADS_1
James memandangi wajah Violet yang tak sadarkan diri. Violet memejamkan matanya rasa sakit di sekujur tubuhnya tak bisa dia tahan yang membuatnya tak sadarkan diri.
Sambung nanti sore lagi 🤭