
Sedangkan Zac masih tetap berada di kamarnya dia menenangkan hatinya yang tadi marah kepada istrinya, kejadian ini juga memberikan pengaruh kepada emosinya, dia terlalu emosi karena takut sang istri memilih pergi bersama kakaknya itu.
" Ah... sial.. sial..." Amarahnya dengan memukul dinding itu dengan kuat. Dada nya kembali naik turun dengan emosi yang tak tertahan lagi.
" Harusnya aku bisa mengontrol diri ku..." Sambungnya dengan terduduk di atas kasurnya.
Getaran pada ponsel nya milik istrinya membuatnya melirik sebentar sebelum akhirnya dia menjawabnya dengan cepat.
" Ada apa kau menghubungi istri ku?, kau ingin mengajak nya kabur he, tak akan ku biarkan kau membawa istri ku, meskipun kau suaminya tapi yang lebih berhak adalah aku..." Zac langsung mengatakan apa yang ada di pikirannya setelah dia menjawab itu semua.
" Zac kau bicara apa?, aku tahu kau yang berhak atas adik ku. Aku menghubunginya agar aku tahu bahwa kalian baik baik saja..." Abhi tak kalah menaikan suaranya ketika dia tahu bahwa yang menjawabnya adalah adik iparnya.
Zac menahan emosinya yang dari tadi meluap, dia mencoba menenangkan hati nya dengan bicara baik baik pada kakak iparnya.
" Kau pikir kami akan terluka, tim mu tak ada tandingan nya dengan tim ku..." Ejek nya, memang police tadi kalah banyak dari tim mafia nya. Police yang menyergapnya hanya ada beberapa sedangkan tim nya ada puluhan orang yang di sana, dari itu mereka dengan cepat membantai semuanya dengan muda.
" Aku tahu, tapi aku mendengar kabar bahwa markas itu telah di bakar."
" APA?" Zac terkejut bukan main ketika mendengar kabar bahwa markas itu telah di bakar, Abhi kini menceritakan semuanya yang dia dengar, Zac tak menyela nya sedikit pun dia masih fokus dengan apa yang di katakan oleh kakak iparnya,dia mengepalkan tangan nya ketika Abhi mengatakan siapa di balik ini semua, dan siapa musuhnya.
" Lalu apa yang akan kamu lakukan?"
" Aku meminta beberapa orang untuk ikut bersama ku, aku tahu ini akan sulit tapi jika ada beberapa yang mendampingi ku semua nya akan muda..." Jawabnya.
__ADS_1
" Baiklah aku akan mengatakan pada orang orang itu ikut dalam penyerangan mu. Tapi kau harus hati hati, dia licik dan berbahaya. Kesalahan sedikit saja bisa membuat mu dalam bahaya..." Peringatan seorang adik ipar atau peringatan sebagai ketu Dio Della Morte.
" Sebaiknya kamu harus segera selesai kan ini, kau menghancurkan semua hati, Suhu serta adik mu sama sama hancurnya..." Perkataan Zac membuat laki laki yang ada di sebrang sana terdiam, dia juga hancur karena tatapan kebencian yang di berikan oleh wanita nya sebelum dia berpisah kemarin.
" Jangan katakan apapun pada Monica, aku tak ingin dia berpikir keras tentang aku, biarkan dia membenci ku sementara..." Abhi kini tak ingin misi nya di ketahui banyak orang, yang perlu tahu cukup ketua nya sedangkan yang lain biarkan tetap menuduhnya.
" Jadi kau sudah sedekat itu dengan Monica?" Tanyanya. " Segera bawah dia agar ini tak berlarut larut. Hati ku hancur melihat istri ku hancur karena laki laki lain..." Sambungnya.
" Aku tau, aku akan mengurusnya..." Panggilan itu pun terputus, Zac lega karena kakak iparnya tak terlibat apapun, dia merasa senang kerena dia hanya butuh waktu sehari untuk mencari tahu siapa Dalang dari ini semua.
Sedangkan di tempat lain Suhu cantik itu kini mulai berlatih lagi, dia melampiaskan kesalnya serta amarahnya dengan pukulan serta tendangan yang hanya bisa memukul angin itu. Tendangan keras itu mengambarkan jelas bahwa dia memang sedang terluka karena cinta. Sekuat apapun dia menyembunyikan nya dia tak bisa untuk menutupi rasa sakit hati nya itu. Dia mencoba fokus tapi lagi lagi gagal ketika bayangan Abhi melintas di depan mata nya, bahkan canda tawa yang mereka lalui beberapa hari bersama seakan masih terdengar di telinga nya.
" Jangan terlalu keras pada hati mu, perlahan kau akan lebih muda melupakan, jika kau memaksa maka akan sangat sulit kau lupakan..." Ucapan dari laki laki yang dari belakang nya membuatnya sadar bahwa apa yang di katakan oleh dia benar.
" Aku tahu sakit hati karena cinta memang sulit di lupakan tapi jika kau berusaha dengan pelan dan tak terburu buru aku yakin kau akan segera bisa melupakannya..." Sambungnya dengan duduk di atas rumput itu.
Suhu itu tersenyum getir bahwa dia harus di nasehati oleh banyak orang yang ada di sekelilingnya, sekarang dia tahu kenapa Andre kakak tirinya bersikap seperti itu selama ini, dia menjauhkan dirinya dari rasa kecewa serta rasa sakit yang begitu dalam.
" Sakit tapi tak berdarah..." Gumam nya dengan kecut. " Lebih sakit ini di banding terkena tembakan..." Sambungnya dengan getir.
" Aku yakin lu kuat dan aku tahu lu pasti kuat..." Laki laki itu menyentuh lengan wanita itu, Suhu yang sadar langsung menatapnya dengan tajam.
__ADS_1
" Sorry..." Jawabnya dengan kikuh, dia hanya tersenyum kuda ketika di tatap wanita itu dengan tajam.
" Mau berlatih dengan ku, aku dengan senang hati mengajari mu..." Katanya dengan senyum licik di bibirnya.
" Tentu saja tidak..." Dia tak akan menjadi konyol karena akan di hajar oleh wanita itu.
" Ayolah Albert, bantu aku melampiaskan amarah ku ini..." Nadanya penuh permohonan.
" Tidak..." Tolaknya dengan cepat, laki laki itu adalah Albert sang pengacara yang juga ikut andil di dalam kelompok mafia itu. " Jika kau ingin melampiaskan pelepasan yang lain aku bersedia tapi tidak- auhhh..." Ucapan nya terpotong karena teriakan kesakitan pada lengan nya, Suhu itu yang mendengar ucapan dari pengacara itu langsung memberikan tinju keras kepada lengan kekarnya.
" Kau wanita bar bar Suhu..." Katanya dengan kesal serta menahan rasa sakit pada lengan nya itu.
" Kalau bicara di pikir dulu, untuk aku memukul mu di lengan tidak di alat produksi mu..." Suaranya tegas. Tapi sedetik kemudian wanita itu terdiam lagi, bayangan malam malam dia menghabiskan waktu bersama Abhi yang penuh cinta serta desaha* itu kini muncul lagi di depan matanya, dia hanya mampu berusaha menghapus memory semua itu tapi nyatanya semakin di hapus semakin melekat bahwa laki laki itu yang mengambil sesuatu dan membawa cintanya.
" Jangan terlalu di pikirkan, semua orang pasti melakukannya dan itu hal wajar, kau hanya perlu bersikap tenang dan jangan memaksakan diri untuk melupakan, pelan pelan saja pasti kau bisa. Semuanya butuh proses tak ada yang instan..." Suhu itu menatap ke depan semua perkataan Albert dia cerna dengan baik, semuanya benar semuanya butuh proses, mencintai butuh proses dan melupakan pun juga butuh proses meskipun waktunya sangat lama.
Tapi proses untuk melupakan akan muda jika dirinya tak memaksakan pada hatinya, biarkan secara perlahan dan waktu yang menjawab kapan kita bisa melupakan.
Nah loe siapa yang sulit melupakan mantan pada angkat tangan 🤭 tapi giliran bisa move on kalian malah ogah mengenalnya 🤣
__ADS_1
Siapa juga yang di tinggalin pas lagi sayang sayange 🤣🤣 sini kumpul di kolom komentar 🤣🤣