
Cla dengan berani menjijitkan kaki nya, menggapai bibi* nya alex. ******* nya dengan pelan dan alex tentu saja membalas apa yang dilakukan cla, hans sempat terkejut dan menahan amarahnya karena cla menci*m laki laki asing di depan mata nya.
Alex semakin memeluk pinggang cla dengan erat hingga tubuh mereka begitu intim, saling membelitkan lida*, saling mengikis jarak, mereka berdua benar benar bernafas dalam ciu*an tersebut. Hans meninggalkan tempat tersebut dengan amarah yang memuncak, cla melepaskan ciu*an tersebut, ciu*an tersebut seperti bara api yang tersiram ke tubuh mereka.
“ kamu menikmatinya..” goda alex pada cla ketika mereka berdua terduduk di sofa panjang tabel mereka.
“ dan kamu juga menikmati nya..” jawab cla lalu menyesap minuman nya.
Alex menarik tubuh cla hingga mereka begitu dekat. “ jangan lakukan hal itu pada laki laki lain.”
“ apa maksud kamu?”
“ jika laki laki lain tak akan mudah menahan hasr*t nya ketika kau goda seperti tadi..” bisikan alex membuat tubuh cla merinding seketika. Jambang halus yang memenuhi rahang alex menyentuh tulang selangkah wajah cla, mata mereka benar benar bertabrakan sama sama berpandangan, lagi lagi jantung mereka seakan ingin lompat dari tubuhnya.
Kali ini alex menggapai bibi* cla yang begitu lembut, hanya menempelkan tanpa melakukan apapun, cla tak menghindari nya atau pun marah melainkan hanya memejamkan mata nya, alex semakin melu*at nya dengan lembut, menerobos li*ah nya menari*k li*ah cla, menye*ap nya menikmati aroma alkohol dari bibi* manis mereka. Saling melu*at, saling membalas, serta saling bertukar Slavina nya mereka berci*an cukup lama. Ciu*an itu terlepas ketika mendengar suara sorakan yang begitu keras. Dengan saling menatap dan mereka berdua merasakan ada sesuatu yang hilang ketika ciu*an itu terlepas begitu saja.
“ kamu sungguh cantik dalam keadaan seperti ini, aku sungguh ingin melihat mu di keadaan lampu terang..” alex menyingkirkan anak rambut yang berada di wajah cla.
“ kau bermulut manis..” jawab cla dengan menyipitkan mata nya.
“ kau menikmati mulut manis ku ini..” goda alex dengan mencium pipi cla begitu saja.
Cla menatap jam yang berada di pergelangan tangan nya. hari sudah hampir pagi, cla beranjak dari duduknya. “ aku harus pulang alex.”
“ biarkan aku mengantar mu.”
“ tak perlu, aku bukan anak kecil yang harus kau antar.”
__ADS_1
“ ini sudah hampir pagi cla, tak baik untuk wanita pulang sendiri.”
“ tak usah alex, aku bukan anak kemarin sore yang baru pulang hampir pagi..” lagi lagi alex di bantah oleh cla.
“ berapa nomer ponsel mu?”
“ jika kita bertemu lagi kau akan mendapatkan nomer ku..” senyum tipis di bibi* nya membuat alex semakin ingin merasakan kembali bibi* tersebut.
“ dan aku pastikan kita akan bergelut di atas ranjang..” cla tak menjawabnya hanya tersenyum menanggapi ucapan alex, cla melangkahkan kaki nya keluar dari club malam tersebut.
Alex hanya menatap punggung cla yang sedikit terlihat, alex tersenyum ketika mengingat ciu*an yang mampu membangkitkan jiwa ke lakian nya.
***
Pagi ini cla terbangun dari tidur nya karena gedoran pintu yang begitu keras, cla mencoba membuka mata nya dan mendengar baik baik suara yang sedari tadi memanggil nama nya, suara tak asing yang menganggu tidur nya. siapa lagi pelakunya jika bukan hans yang ingin mencoba masuk kedalam apartemen milik nya, dan sayang nya hans sudah tak bisa masuk seenak nya. cla menghubungi satpam untuk mengusir hans, karena sudah menganggu kenyamanan dirinya, butuh waktu lama hans pergi dari apartemen cla pagi ini.
“ lu telat lagi..” sapa ariana yang sudah terduduk di sana.
“ dosen kita belum datang sayang jadi aku belum terlambat..” jawab cla dengan santai.
“ lu selalu bisa mencari alasan ketika terlambat..” kedua sahabat itu hanya tertawa, semua mata laki laki tak terkecuali hans juga menatap kearah ariana dan cla yang sedang tertawa.
“ cla kita perlu bicara..” hans menghalangi langkah cla dan ariana yang ingin ke kantin ketika kelas sudah selesai.
“ tak ada yang perlu kita bicarakan..” tolak cla dengan melanjutkan melangkah.
“ tapi kita tetap harus bicara cla, ada hal yang belum selesai di antara kita..” tarikan dari hans membuat dirinya menabrak dada bidang nya dan cla mendorong tubuh hans sangat kuat hingga mereka sedikit berjauhan.
__ADS_1
“ dengar hans hubungan kita sudah berakhir dan sudah tidak ada lagi yang harus kita bicarakan, jadi pergilah dari hadapanku karena aku muak melihat mu..” cla dan ariana pergi meninggalkan hans yang hanya terdiam terkejut mendengar ucapan wanita yang dia cintai.
Padahal dulu cla dan hans adalah pasangan yang sangat romantis dan mesra, banyak mahasiswa yang iri melihat mereka berdua, tapi sekarang hanyalah tinggal kenangan, kini cla selalu menghindari hans jika hans selalu ingin mengajaknya bicara cla akan menolak nya dengan kasar meskipun didepan mahasiswa yang lain.
“ lu kemana semalam, lu sengaja ninggalin aku..” protes cla ketika mereka berdua berada di dalam kantin.
“ aku dibawah.”
“ sialan..” umpatan cla hanya dapat gelak tawa ariana, yang di maksud dibawah adalah kamar hotel karena klub semalam berada di lantai atas hotel ternama.
“ aku melihatmu dengan teman arnold berjoget bersama, aku pikir kamu asik dengan nya jadi aku tinggal.”
“ alex maksudnya..” ariana hanya mengangguk , bayangan semalam tiba tiba terlintas di otak cla begitu saja.
“ apa kau juga berada di bawah semalam?” goda ariana pada cla, meskipun ariana tahu cla tak akan mau tidur dengan laki laki yang baru dia kenal semalam.
“ tentu saja tidak, kami hanya berci*man.”
“ sejak kapan kau mau berci*man dengan laki laki yang baru kau kenal.”
“ sialnya aku dulu yang memulai nya..” ariana hanya tertawa keras mendengar pengakuan teman nya.
“ dia terlalu tampan untuk tidak di nikmati..” cla hanya terdiam tak berani menjawabnya.
__ADS_1
Ariana dan cla telah bersahabat cukup lama semenjak sekolah menengah pertama, dari Negara yang sama, kota yang sama hingga mereka memutuskan kuliah pun di tempat yang sama. Keluarga mereka berdua adalah pebisnis yang cukup terkenal di Negara nya maka tak di ragukan lagi jika kehidupan mereka yang begitu mewah. Keluarga nya hanya membiayai kehidupan nya sehari hari, karena kuliah mereka mendapatkan beasiswa.