
Anna kini berteriak histeris ketika pagi tadi dia mendapatkan kabar bahwa rapat yang sudah di sepakati kemarin malam kini di batalkan oleh pimpinan dari agency tempat di mana dia menjadi model nya.
Anna kini menatap nanar ponselnya dia tak tahu kenapa hal ini bisa terjadi di saat pagi ini harus nya dia mendatangani kontrak sebagai bintang utama model di peragaan beberapa Minggu lagi. Anna mengatur nafasnya yang memburu karena amarahnya sedari tadi. Kini dia mencoba tenang sebelum dia menekan nomer milik dari asistennya itu. Dia menghubunginya dengan segera menanyakan kenapa harus mereka membatalkan nya.
" Nona Anna,saya tidak tahu jika anda di batalkan dari semalam, saya akan segera konfirmasi dengan pihak agency ..." Sang Asisten kini dengan segera menjelaskan nya karena memang dirinya tak tahu apapun kenapa anaknya tiba tiba di batalkan dari kesepakatan semalam.
" Kau ingin datang ke sana?"
" Saya sudah di jalan Nona, saya akan memberi kabar nanti kepada anda."
" Tidak aku akan ikut ke sana, kita akan bertemu di sana."
" Nona jangan datang, lebih baik anda tenangkan diri anda..." Sang asisten tentu saja mencegah wanita itu datang karena sang asisten tahu betul seperti apa anak nya itu jika sudah marah.
" Aku akan tetap datang..." Anna langsung mematikan panggilan itu, dia segera menyambar tasnya dan segera keluar dari kamarnya.
Sedangkan Adriano kini hanya bersikap acuh kepada istrinya yang menatapnya dengan nanar dan wajah yang memerah karena amarah yang tak bisa di tahan itu.
" Kau sudah melaporkan perampokan rumah kita kepada police?" Anna kini menanyakan tentang rumahnya yang kebobolan semalam.
__ADS_1
" Sudah dan ayah akan segera datang juga nanti sore..." Jawabnya tanpa melihat kearah istrinya itu.
" Kau mengatakan kepada ayah?" Anna di buat meradang marah lagi karena suaminya kini malah melaporkan kelalaian nya kepada ayahnya.
" Kau pikir aku akan menutupi ini semua dari ayahmu, jangan bodoh..." Ujarnya dengan sinis.
" Baiklah kau siapkan saja hati mu untuk menerima amukan ayah dan kau juga siapkan mentalmu untuk melihat adikmu yang di hukum karena sudah berani mencuri di rumah ini...." Laki laki itu menatap sinis dan tajam kearah Istrinya.
" Tapi jika tidak maka aku akan siap menceraikan mu..." Andriano kini yang tersinggung mengorbankan pernikahannya untuk membela harga diri adiknya.
Anna hanya melihat kepergiaan sang suami yang meninggalkannya begitu saja. Anna kini di buat tambah pusing dengan Masalah ini semua. Masalah yang satunya belum sempat hilang kini masalah yang lain seakan menyerangnya secara tiba tiba.
Sedangkan sang asisten kini sedang menunggu di lobi, dia menunggu anaknya yang katanya ingin menyusul dirinya.
" Nona kau sudah datang?"
" Ayo kita temui mereka, aku tak sabar menunggu jawaban dari mereka semua..." Anna kini dengan rasa tak sabarnya dia langsung berjalan menuju keruangan pimpinan dari agency tersebut.
Sedangkan di ruangan itu kini sudah ada beberapa orang yang sedang melakukan meeting untuk mengantikan Anna yang semalam di jadikan model utama di acara yang begitu penting tapi keputusan CEO di sana kini di tentang oleh pemilik agency itu tersebut.
__ADS_1
" Nyonya saya tidak tahu kenapa anda tiba tiba membatalkan Anna untuk menjadi model utama di acara kita yang sudah tinggal beberapa Minggu ini..." CEO dari agency itu kini merasa ada yang aneh karena biasanya sang pemilik itu akan selalu mengikuti apa yang dia katakan. Tapi semalam dia tiba tiba Menentangnya dengan keras.
" Tentu saja aku akan memaki model kesayangan ku, Valerie. Kau tahu bukan sepak terjang dia, jadi aku tak ingin model acara kita tak memakai dia, karena setiap puncak acara selalu ada Val yang membuat acara kita selalu berhasil jadi Jangan pernah Menganti model utama..." Ucapnya dengan tegas. Jovanka yang kini langsung memimpin acara meeting tersebut.
" Tapi Nyonya bukan kah, Nona Val sedang hamil dan tak boleh kembali ke dunia ini oleh suaminya..." Timpal salah satu dari mereka yang juga ikut dalam meeting.
" Tapi aku sekarang aku ada di sini dan sedang mendatangani kontrak yang sudah di buat Nyonya Jovanka..." Val kini tiba tiba membuka suaranya ketik dia sudah membaca semua poin poin yang ada di depannya.
Bruak!!! Semua orang langsung menoleh kearah suara pintu yang di buka paksa oleh orang, sedangkan Jovanka bahkan tak melihat kearahnya di tahu siapa Pelakunya sedangkan Val kini juga masih menatap berkas berkas itu dan dengan cepat mendatangi surat kontrak itu.
" Aku selesai mendatangani kontrak ini..." Mata Val kini menatap kearah ambang pintu yang ada satu orang yang menatapnya dengan tatapan datarnya itu.
" Jadi kau yang mengantikan posisi ku untuk menjadi bintang utama itu?" Suaranya kini dingin dengan langkah yang mendekati mereka semua yang begitu terkejut melihat kedatangan Anna.
" Hmm.. aku dari dulu akan tetap menjadi puncak acara dan aku akan tetap menjadi model utama di agency ini. Jadi jangan pernah bermimpi untuk mengantikan posisi ku Anna, karena itu tak mungkin terjadi..." Val kini tersenyum mengejek dan penuh kemenangan, dia yang tadi mendengarkan cerita dari suaminya kini dia juga merasa kesal kepada ayah dari wanita yang saat ini tengah menatapnya dengan amarah yang tinggi.
" Kau tak bisa tiba tiba mengambil ini dari ku Val, aku yang harus nya menjadi bintang utama bukan kamu. Kamu sudah berhenti dari dunia ini. Kau mengambil mimpi ku yang dari dulu aku pendam..." Teriaknya dengan begitu lantang, dia sungguh tak terima jika apa yang sudah dia impikan bertahun tahun kini kesempatan itu datang malah di ambil oleh orang yang selalu menjadi nomer satu di agency ini.
" Anda tak bisa membatalkan ini semua secara tiba tiba Nyonya, harusnya aku Sekarang yang mendatangani kontrak itu, bukan dia. Anda tak bisa semudah begitu mengantikan saya dengannya yang sudah tak berkecimpung di dunia model lama..." Anna kini juga berteriak di depan Jovanka yang dari tadi hanya diam tak berkutik.
__ADS_1
" Saya berhak Karena saya adalah pemilik dari agency ini dan kau juga belum mendatangani kontrak jadi aku masih berhak mengantikan nya. Asal kau tahu setiap acara yang saya buat dan Val yang menjadi bintang utama nya acara itu akan sukses, jadi saya tidak ingin coba coba dalam hal lain lagi, saya tidak ingin rugi tentu saja. Kau tahu berapa banyak yang saya harus keluarkan di acara ini bukan?, jadi saya akan memilih Val untuk membuat acara ini sukses..." Jovanka kini menatap Anna yang menatapnya tajam.