Wanita Nakal

Wanita Nakal
Wanita Nakal Musim3_ Kemarahan Mereka 7


__ADS_3

Albert yang mendengarkan cerita dari kekasihnya kini merasa geram dia mengepalkan tangan nya dengan kuat. Jika saja laki laki brengse* itu ada di depannya dapat di pastikan bahwa dia akan menghajarnya.


Albert kini dengan sisa mencerna apa yang di katakan oleh Violet kini baru sadar tentang gadis kecil yang tengah terlelap di kamar sebelah mereka. Albert kini kembali mencerna nya dengan senyum yang mengembang.


" Jadi dia bukan putri kandung mu?, dia adalah keponakan mu?" Violet mengangguk dengan cepat.


" Tapi aku sudah menganggap dia seperti putri ku, dari kecil aku menjaganya dan dari kecil dia bersama ku. Jadi yang dia tau aku adalah Ibu kandungnya."


" Violet entah dia adalah sungguh anak kandung mu atau pun bukan, aku akan tetap menerima dia sebagai anak ku juga. Jadi jangan pikirkan hal lain, sekarang kau tidurlah."


Violet kini sedikit bangun menjadikan siku sebagai tumpuan nya. " Al apa aku bisa menggugat cerai dia?"


" Tentu bisa sayang, kenapa tidak bisa?, di tambah dia main kasar. Jadikan alasan bahwa dia memiliki kepribadian ganda yang membuat mu takut, aku jamin hak asuh dari keponakanmu akan jatuh di tangan mu."


" Tapi aku takut melawan dia, aku yakin dia tak akan muda menerima ini semua."


" Jika ada aku tak akan ada yang bisa menyentuh mu dan Angel, oke. Jadi jangan khawatirkan hal itu, biarkan aku yang mengurus semua."


Violet mengangguk dia percaya bahwa kekasihnya ini pasti akan bisa mengatur semuanya, dia menggapai bibi* Albert dengan segera meluma* nya. Mereka saling membalas ciuma* lembut itu.


Mereka kini melepaskan ciuma* itu dengan Violet yang langsung kembali dengan menyandarkan kepalanya di dada bidang laki laki itu. Albert kini kembali mendekapnya dengan erat, memeluknya dengan penuh rasa cinta serta rasa kasihan yang mendalam. Andaikan waktu itu tak ada salah paham hal buruk itu tak perlu di rasakan oleh wanita yang di cintai olehnya.

__ADS_1


Kini tak ada pembicaraan di antara mereka, suara hening di kamar itu, hanya ada nafas Violet yang terdengar tenang di dalam dekapan Albert. Sedangkan Albert hanya menatap langit langit kamarnya dia masih terjaga dengan mata yang belum mau terpejam.


Rasa penyesalan yang amat besar kini menghantui pikirannya, andaikan semuanya tak terjadi tak akan seperti ini nasib cinta mereka. Cinta yang di pisahkan oleh salah paham seakan kini kembali di satukan oleh Takdir yang kuat, meskipun Takdir kini mempertemukan mereka dengan kerumitan yang besar.


Status mereka yang berbeda membuat mereka kini harus berjuang bersama sama untuk kembali menyatukan cinta mereka yang terpisah. Albert kini memandangi wajah cantik dari Violet, menatapnya dengan penuh rasa iba yang begitu sangat besar. Hari ini kesalahan itu tak hanya ada di hati Violet tapi juga ada di hati Albert.


Albert kembali menatap langit langit kamarnya dengan menerawang kejadian delapan tahun yang lalu. Kejadian yang membuat masalah ini ada sampai hari ini, kejadian yang membuat wanitanya terluka saat ini.


Flashback On


" Albert nanti kau datang di part perpisahan kita bukan?" Seorang teman kampus dari Albert kini menghampiri Albert yang berjalan ingin mendatangi kelas dari kekasihnya.


Albert dan Violet adalah satu kampus yang sama dengan jurusan yang sama tapi sayangnya mereka berbeda kelas. Albert dan Violet jatuh cinta di saat mereka tanpa sengaja bertemu di kantin dan terjadilah saling tegur sapa dan Albert yang memiliki jiwa playboy dia muda akrab dengan wanita manapun termasuk dengan Violet.


" Ayolah Al, banyak wanita cantik di sana..." Temannya itu kini seakan memaksa agar Albert datang ke acara tersebut. Tak dapat di pungkiri bahwa pesona dari Albert dari dulu memang tak pernah pudar, laki laki tampan yang begitu di kelilingi wanita cantik.


Tapi semenjak dia memiliki hubungan dengan Violet dia seakan menjaga jarak dengan wanita lain.


" Baiklah nanti aku datang tapi aku nanti datang bersama Violet."


" Baiklah terserah kau mau datang dengan siapa..." Teman nya itu kini meninggalkan Albert yang sedang menunggu kekasihnya.

__ADS_1


Tak berselang lama Violet keluar dari kelasnya dengan senyum yang mengembang. " Sayang maaf kau sudah lama di sini?" Violet yang memiliki sikap yang manja kini dengan segera menghampiri kekasihnya yang sedang di depan kelasnya yang sedang duduk.


" Tidak baru sebentar..." Albert selalu merasakan getaran cinta ketika mereka berdekatan seperti ini. " Baiklah ayo..." Kini mereka sekarang bergandengan tangan meninggalkan kampus mereka.


Semua mata yang melihat pasangan itu merasakan rasa iri yang berlebihan. Wanita yabg mampu bertahan cukup lama dengan Albert hanyalah Violet. Albert yang dulu terkenal begitu playboy kini seakan bertekuk lutut di depan wanita polos seperti Violet.


" Sayang nanti kamu ikut aku ke acara perpisahan ya, satu kelas membuat acara perpisahan di salah satu hotel..." Ajaknya ketika mereka sudah berada di dalam mobil yang sedang di lajukan oleh Albert.


Albert yang waktu itu sudah menjadi orang dari Zac Kozan kini dia kuliah di perguruan tinggi memilih pengacara untuk menjadikan salah satu dari mereka yang bisa membela Tim mereka.


" Jika kamu mengajak ku maka aku dengan senang hati ikut dengan kekasih ku..." Jawabnya dengan tersenyum. " Al kamu gak ingin masuk dulu?, ini masih sore..." Violet yang tak memiliki perasaan yang aneh aneh kini secara tiba tiba mengajak kekasihnya untuk masuk ke dalam tempat tinggal nya.


" Baiklah ayo..." Albert yang waktu itu juga tak memiliki perasaan yang aneh aneh kini mengiyakan apa yang di katakan oleh kekasihnya.


Mereka yang sudah duduk di sofa ruang tamu, dengan Violet yang sudah menyiapkan minuman untuk mereka berdua. Kini mereka hanya bisa menonton film yang ada di depannya.


Violet yang kini merasakan jantungnya tak karuan kini memilih untuk ingin pergi ke dalam kamar mandi untuk menetralkan jantungnya. Violet yang tak sengaja sedikit tersandung kaki kekasihnya malah membuat Violet duduk di pangkuan Albert.


Mata mereka beradu pandang dengan tatapan yang berbeda, jantung mereka kini sudah tak karuan dengan getaran cinta mereka masing masing.


" Al..." Panggilnya ketika Albert bukannya malah menyingkirkan tubuh Violet tapi malah memeluk pinggang wanita itu.

__ADS_1


" Biarkan seperti ini sebentar sayang..." Violet terdiam ketika kekasihnya mengatakan dia ingin seperti ini dan mereka sama sama diam dengan pemikiran mereka masing masing.


Albert dan Violet kini berpandangan dengan getaran cinta yang tak bisa di katakan. Getaran itu begitu nyata di hati mereka berdua seakan membuat mereka tak sadar apa yang akan mereka lakukan sekarang adalah sebuah ujian yang membuat mereka jatuh kepada cinta yang begitu besar.


__ADS_2