
" Aku harap kau benar mereka hanya akan meminta imbalan dan tak akan melawan kita Peter. Tapi kita harus menyiapkan semuanya jika hal buruk terjadi..." Jeremi tentu saja harus menyiapkan segala sesuatunya, jika ada hal buruk yang tiba tiba terjadi.
" Jangan membuat ku takut Jeremi. Kau tahu kita sudah lama mempertahankan ini semua dengan cukup lama dan bertahun tahun merahasiakan ini semua, jika suatu saat terbongkar ini semua akan percuma."
" Tak hanya percuma kita berdua akan hancur, dan kita akan masuk penjara. Tapi aku berharap ini semua hanya masalah uang, mereka akan meminta imbalan uang yang besar untuk menyerahkan semua bukti bukti itu..." Jeremi kini kembali menyakinkan dirinya sendiri agar dirinya kembali tenang.
" Aku akan melaporkan mereka kepada police, aku akan melaporkan bahwa kantor dan rumah mu di rampok..." Jeremi yang ingin melaporkan semuanya.
" Kau bodoh, jika kamu melaporkan perampokan ini maka para police akan bertanya kerugian kita apa?, apa kau akan mengatakan bahwa kita kehilangan dokumen yang membuat kita kaya he?, jika masalah unu di ketahui media dan para perampok itu tahu bahwa dokumen itu begitu penting, maka mereka akan bertindak di luar nalar kita..." Jeremi kini membenarkan apa yang di katakan oleh temannya itu.
" Kau benar..." Desisnya dengan pelan dan frustasi karena dirinya tak tahu harus berbuat apalagi. Dia tak bisa bergerak sama sekali, langkahnya seakan buntu.
" Baiklah aku akan menghubungi mu lagi nanti...." Panggilan itu akhirnya terputus begitu saja.
Saat ini Peter dan Jeremi kini tengah cemas, rasa takut seakan memenuhi pikiran dan hatinya. Mereka kini hanya bisa berpura pura tidak terjadi apapun. Meraka hanya bisa pura pura untuk tidak ada dokumen yang penting yang di curi oleh orang orang tak di kenal.
Sebenarnya dokumen apa yang di maksud Ayah dan Paman Jeremi?, dokumen apa yang penting itu?, kenapa Ayah tak pernah mengatakan bahwa di ruang kerjanya ada dokumen penting. Batin dari Anna. Dia yang dari tadi ingin masuk ke dalam ruangan sang Ayah tak jadi karena mendengarkan percakapan sang Ayah yang mengatakan tentang dokumen penting yang hilang.
Anna kini menaruh curiga penuh kepada Ayah nya, tapi dia tak berani untuk menanyakan hal itu, karena dirinya takut. Jika di saat Ayah panik seperti ini jangankan bertanya, mengajaknya bicara akan menjadi malapetaka bagi dirinya. Anna kini akhirnya meninggalkan tempat itu dia lebih memilih untuk memikirkan sendiri tentang dokumen yang hilang itu.
' Perampok tidak mungkin mengambil dokumen yang tidak tahu berharga isi dalam dokumen itu' Batin Anna ketika dia duduk di ruang keluarganya. Pikirannya kini di penuhi dengan tanda tanya dan rasa penasaran tentang isi dokumen tersebut.
Sedangkan di tempat lain, Jonathan kini tengah mengembangkan senyumnya dia merasa kali ini akan menang dengan segera. Rasa senang kini tak dapat di pungkiri dari wajah tampannya. Andre yang tadi memberikan dokumen yang begitu penting untuk mereka saat ini.
__ADS_1
" Kerja kalian memang tak dapat aku ragukan, aku selalu puas dengan kinerja kalian semua..." Senyumnya begitu mengembang ketika dokumen itu dia baca dengan teliti, dokumen yang akan menghancurkan para musuh. Dokumen yang akan menjadi pisau penghancur mereka semua, kini ada di tangan Jonathan, kini ada di depan Jonathan.
" Kalian akan mendapatkan bonus dari kami semua nanti, aku puas dengan hasil kerja kalian semua..." Timpal Alex yang juga berada di sana. Alex yang juga ikut andil dalam balas dendam ini selalu tak mau ketinggalan perkembangan masalah mereka.
Seluruh Tim Andre kini sedikit lega dan tersenyum senang, mereka yang baru kembali dari merampok kantor pengacara yang menyimpan bukti bukti kejahatan dirinya. Kini semua orang yakin kemenangan akan segera mereka raih dan mereka tak sabar melihat kehancuran mereka yang sudah ada di depan mata itu.
Ceklek !! pintu itu di buka dan membuat semua orang yang ada di sana kini menatapnya dengan tersenyum. Zac kini segera masuk ke dalam ruangan tersebut dan melihat Andre beserta tim nya juga ada di sana.
" Kalian menemukan nya?" Zac kini langsung penasaran dia langsung bertanya dengan nada yang cemas, dirinya takut mereka tak menemukan apapun di pengacara itu.
" Kami menemukan nya Bos, dokumennya ada di tangan Bos Jonathan..." Jawab Andre yang sedari tadi juga berada di sana.
" Kau akan hancur sebentar lagi Peter, kau akan hancur di tangan ku. Aku sudah tak sabar melihat kehancuran mu itu. Aku tak sabar melihat kau menangis di bawah kaki ku..." Zac kini menekan kata kata nya. Dendam itu tak bisa di padamkan saat ini. Kobaran dendam kini seakan menyalah di tubuhnya.
" Di mana Albert?"
" Dia sedang membuat laporan, kau tenang saja laporan itu akan masuk besok pagi..." Jawab Alex yang tahu apa yang di lakukan oleh temannya itu.
" Andre lu katakan pada kekasihmu, dia harus siap karena sebentar lagi dia akan muncul untuk menyerang kakak nya."
" Baik Bos..." Andre kini dengan segera keluar dari kamarnya dan berjalan menuju ke kamar nya.
__ADS_1
Sedangkan orang yang masih bertahan di dalam ruangan itu kini kembali menyusun rencana selanjutnya, mereka kini menunggu Albert yang sedang membuat laporan untuk seorang. Hari ini semuanya seakan berpihak kepada mereka, Tuhan seakan mengizinkan balas dendam itu terlaksana, seakan Tuhan juga ingin menyaksikan kehancuran para orang orang itu.
" Paman Yun kita akan mencari keadilan untuk mu, dan kami akan mengambil kembali identitas yang telah mereka curi dari mu. Maka serta langkah kami semua Paman. Kamu akan berjuang demi mu Paman Yun..." Gumam Zac yang begitu membara. Dia tak ingin semuanya gagal karena hari besok adalah hari yang telah dia tunggu bertahun tahun.
Sedangkan Andre kini yang masuk ke dalam kamarnya tak melihat gadis lugu itu, suara gemericik air kini terdengar dan Andre yakin bahwa gadis itu tengah mandi. Andre dengan segara membuka kaos nya yang penuh dengan keringat menampakkan semua tato yang ada di tubuhnya, Andre dengan segera merebahkan tubuh besarnya di ranjang tersebut.
" Kau sudah selesai?" Andre yang mendengar suara pintu kamar mandi terbuka dia langsung terbangun dan menatap ke arah gadis yang hanya memakai handuk melilit di tubuhnya.
" Kau sedang apa di sini?, keluar. Aku ingin berganti pakaian..." Maria kini gugup bukan main. Ini untuk kedua kalinya mata Maria menangkap tubuh indah dari Andre. Tubuh yang di penuh dengan tato.
Andre yang menangkap kegugupan itu kini semakin tersenyum tipis, dengan langkah pelannya dia mendekati kearah Maria. Mata mereka beradu pandang ketika Andre mendekati Maria.
" Apa yang kau lalukan?" Tanyanya dengan gugup ketika tubuh mereka saling menempel, kulit mereka secara tidak langsung hanya bersentuhan tipis.
" Kau bertanya apa yang aku lakukan?, kau tadi menggoda ku di depan banyak orang sayang?, bukan kah kau ingin mencoba adik ku yang bawah?, maka aku siap sekarang sayang..." Bisiknya serta Andre sedikit menyesa* telinga Maria membuat gadis itu merasakan merinding seketika.
" Jangan macam macam Om..." Ancamnya.
" Hanya satu macam sayang."
Andre kini malah menempelkan bibir itu, membuat Maria melotot sempurna.
Nah loe main nyosor aja ini bang Andre 🤣🤣 posisi yang bikin enak ini 😛
__ADS_1
Bersambung 🤣🤣 jangan pada demo 🤫 makasih yang sudah mendoakan mince 🤗🤗 kalian adalah semangat ku 💪💪