
Albert kini menempelkan bibir mereka dengan pelan, secara tiba tiba Albert juga meluma* nya dengan pelan, menyesa* bibi* itu dengan secara bergantian. Violet yang waktu itu hanya bisa diam kini mencoba untuk mencerna apa yang terjadi, tapi dia tak bisa menghindar ketika sebuah ******n kecil kini menggoda dirinya.
Violet kini terbuai oleh permainan lembut yang di berikan oleh Albert, lumata* itu kini membuat Violet memejamkan matanya menikmati setiap sentuhan bibir itu, Violet kini yang juga tiba tiba membalas ciuman itu, kini membuat Albert sedikit tersenyum.
Kini mereka saling berciuma* dengan lembut, saling membalas apa yang mereka berikan satu sama lain. Kini tangan Albert menahan tengkuk Violet untuk memperdalam ciuma* itu.
Violet kini dengan cepat juga mengimbangi ciuma* itu dengan liar, ciuma* itu kini menjadi cumbua* yang begitu liar mereka rasakan. Albert kini menyandarkan punggungnya dengan tubuh Violet yang juga bersandar di tubuhnya.
Kini tangan Violet dengan sengaja menggoda benda* kenya* yang menempel di dada nya, dengan pelan menggodanya dengan lembut. Lenguhan dari bibir Violet kini membuat Albert semakin dengan sengaja menggoda tubuh wanita itu.
Tangan itu kini dengan berani masuk ke dalam baju yang di kenakan oleh Violet melepaskan pengait Br* nya agar tangan itu kini dengan leluasa merema* benda* kenya* itu.
" Ugh...Al..." Desaha* itu tak tertahan ketika tangan itu dengan sengaja menggoda tubuh atasnya. Lenguhan itu kini terdengar ketika sebuah benda asing menyentuh tubuhnya yang pas mengenai area sensitifnya.
Tangan itu kini tak hanya ada di sana kini tangan Albert sudah berada di bagian tubuh Violet sedangkan tubuh Violet kini sudah berbaring di atas kasur miliknya. Mereka yang masih saling berciuman kini seakan lupa akan segalanya.
Godaan yang nyata tak ingin mereka hentikan begitu saja. Meraka kini masih terus saling menggoda saling memancing hasra* yang tertunda sedari dari.
" Vio aku menginginkan dirimu, apa aku boleh menyentuhmu..." Bisiknya tepat di telinga Violet ketika mereka kini sudah tak memakai apapun hanya pandangan saling ingin menyentuh dan pandangan saling menginginkan lebih dari sekedar ini.
Violet dan Albert hanya saling berpandangan dengan rasa gaira* yang begitu tinggi. Violet kini mengangguk pelan ketika sebuah hasra* sudah memenuhi otak mereka. Godaan asing yang tak mungkin mereka tolak ketika mereka sama sama di kuasi oleh gaira*.
Albert yang mendapatkan lampu hijau kini dengan pelan menggapai bibir Violet mencu*bunya dengan mesra. Albert dengan penuh kelembutan kini dengan pelan memasuki tubuh wanita itu. Violet hanya bisa mencengkram lengan dari Albert, dengan beberapa kali akhirnya benda itu kini berhasil membobol apa yang selama ini di jaga.
Albert mencerna apa yang terjadi sedetik kemudian dia sadar bahwa wanita yang sedang di nikmati itu ternyata masih menjaga kehormatannya, darah itu menjadi saksi bahwa Albert lah yang mengambilnya.
" Ugh.. ah.. kau masih perawa* Sayang..." Katanya dengan lembut dengan dirinya yang masih memompa pinggulnya.
" Al,, Argh..." Desaha* yang secara bergantian kini membuktikan bahwa mereka kini bersatu menjadikan dirinya menjadi satu dalam kenikmatan.
__ADS_1
" Vio ini nikmat, Fuc*k..." Umpatnya ketika jepita* itu begitu terasa oleh nya dengan nyata.
" Argh.. Sayang ada yang ingin keluar..." Kini gerakan Albert semakin cepat, dia bergerak begitu liar membuat Violet benar benar terguncang di bawah tubuhnya.
" Tunggu aku sayang, aku juga keluar, Argh...." Desaha* panjang mereka kini membuktikan mereka telah menyemburkan sesuatu yang begitu nikmat mereka rasakan.
Albert kini hanya melakukannya hanya sebentar dia yang masih terkejut dan tak menyangka bahwa wanita itu masih menjaga kehormatannya sebelum dia yang mengambilnya.
" Aku mencintai mu Vio..." Albert kini melepaskan penyatuhan itu dengan ambruk di sisi Violet yang masih mengatur nafasnya yang memburu.
Mereka yang masih bersama kini dengan segera datang ke acara perpisahan yang di laksanakan oleh kelas Albert. Laki laki itu dengan bangga nya mengandeng Violet, meskipun wanita itu berjalan agak kesakitan tapi kini dia tetap berjalan di samping Albert.
Albert yang bercanda dengan mereka kini membuat Violet merasa bosan di sana. Violet yang tak terlalu terkenal oleh teman teman Albert hanya bisa diam.
" Al aku mau ke toilet sebentar..." Bisiknya.
" Tidak perlu aku bisa sendiri..." Albert hanya mengangguk pelan.
Violet yang sudah menghilang dari mereka semua kini salah satu wanita yang tiba tiba datang menghampiri mereka semua.
" Aku rasa teman kita yang satu ini sudah berhasil menjalankan misi nya untuk tidur dengan wanita itu."
" Apa maksud mu?"
" Aku melihat jalan dari kekasihmu yang susah, aku rasa kau sudah menidurinya?"
" Ceritakan bagaimana permainan nya?, apa dia nikmat di nikmati?"
" Omong kosong dengan apa yang kalian katakan?, aku tidak pernah berniat untuk mengatakan kepada kalian tentang apa permainan yang aku lakukan dengan wanita itu..." Albert kini berdiri dari duduknya.
__ADS_1
" Al bukan kah kau sendiri yang mengatakan akan segera meninggalkan wanita itu jika kau sudah berhasil menidurinya?, ayolah Al jangan bertingkah kau laki laki baik di depan kami..." Wanita itu kini sengaja mengatakan apa yang tak pernah di katakan oleh Albert.
" Siapa yang mengatakan kepada mu?, aku tak pernah mengatakan apapun tentang hal seperti itu..." Albert kini di buat bingung oleh wanita yang dulu cintanya dia tolak.
" Astaga dia melupakan apa yang kau katakan sendiri, kau pernah bilang bahwa kau hanya bersandiwara mendekati dia karena kau penasaran dengan dia, kau juga mengatakan kau akan segera meninggalkannya setelah dia berhasil kau tiduri..." Wanita itu kini tersenyum.
" Bukankah kau sendiri yang mengatakan bahwa hanya aku yang paling bisa memberikan kenikmatan di atas ranjang..." Wanita itu kini menempel seperti lintah kepada Albert.
" Kapan kau memberikan sisa mu kepada kita?, bukankah biasanya wanita yang sudah kau tiduri boleh kami dekati kawan?" Timpal mereka yang mulai dengan sandiwara nya.
" Jadi itu niat mu di belakang ku Al?, kau bajinga*..." Suara teriakan dari Violet mengejutkan Albert.
" Vio ini tida-"
Plak !! satu tamparan keras yang di berikan Violet membuat Albert terdiam bukan rasa malu yang di berikan oleh Violet tapi rasa yang penyesalan karena tidak cepat membungkam teman teman nya.
" Violet tunggu..." Violet kini dengan cepat berlari meninggalkan mereka semua dengan rasa kecewa dan rasa sedihnya.
Sedangkan Albert belum mengejar wanita, dia menatap teman nya dengan muka yang marah.
Bug!! satu pukulan yang di layangkan oleh Albert untuk teman nya kini membuat suasana di sana ricuh. " Sekali lagi kau berkata seperti itu ku pastikan aku akan merobek mulut mu..." Ancamnya dengan tegas.
" Dan kau...." Albert kini menunjuk wanita itu dengan sungguh sungguh. " Jika kau berbuat masalah lagi dengan ku, maka kau akan mendapatkan balasan dari ku."
Albert langsung meninggalkan acara tersebut dan mencari keberadaan kekasihnya, tapi sayangnya dia tak menemukan kekasihnya. Albert juga sempat mendatangi orang tua dari Violet tapi sayangnya mereka mengatakan bahwa wanita itu tak ada di sini bersama mereka.
Flashback Of
Kemarin emang double up nya karena dari sore gak lulus jadi mince up lagi, giliran di up lagi lolos semua 🤣🤣🤣
__ADS_1