
" Tapi berjanjilah untuk tidak membunuh nya ayah.." Cla masih terus memastikan bahwa ayah nya tak akan bertindak kejahatan lagi.
" Dia akan tetap bernafas sayang.." Cla bernafas lega mendengar apa yang di katakan sang ayah nya. " Tapi ayah tak akan janji jika dia tak babak belut, dia tak cacat pun itu sudah baik untuk nya.." Sambung nya dengan tak menatap ke arah putri nya.
" Kami bilang kau tak mencintai diri nya lagi, kenapa kau memohon seperti itu demi keselamatan lagi lagi pecundang seperti dia."
" Hans pernah ada di hati Cla bertahun tahun ayah, kesalahan nya memang fatal dan tak mudah untuk di maafkan, tapi Cla akan merasa bersalah dan berdosa apabila dia terbunu* sia sia. Aku tahu ayah melindungi aku dengan cara ayah sendiri, tapi aku hanya meminta untuk tidak menbunu* nya, karena masa depan nya masih panjang untuk dia buang sia sia.." Perkataan Cla hanya membuat ayah nya terdiam.
Cla yang kemudian memilih untuk keluar dari ruangan nya sang ayah, dia memilih untuk meninggalkan ayah nya dan masuk kedalam kamarnya.
" Bagaimana jika ayah akhir nya membunu* nya.." Cla melemparkan tubuhnya ke bed nya. " Tidak.. tidak.. ayah sudah berjanji tidak akan membunu* nya.." Cla merasakan pusing di campur ketakutan. Ketakutan bahwa ayah nya akan melukai Hans lebih parah dari yang dia bayangkan.
" Lakukan sesuka kalian terhadap laki laki pecundang itu, asal nyawa nya tak melayang.." Sang ayah menyenderkan punggung nya ke kursi, wajah serius nya menggambarkan memang dirinya begitu serius menghukum orang yang benar benar menghancurkan masa depan putri nya.
" Setelah kalian puas main main dengan nya, bahwa dia ke hadapan ku.." Sang ayah kini geram ketika mendengar apa yang di katakan orang nya, bahwa video itu tak hanya satu di file nya, video itu cukup banyak.
" Aku akan mengajari nya tak jadi pecundang lagi.." Kata nya dengan tegas dan sinis. Padahal putri nya memohon untuk laki laki yang dia sekap, tapi apa yang dia dengar bahwa laki laki itu memilih banyak video tentang putri nya. Sang ayah geram dan bertambah marah, dia mengingat bahwa mata putri nya tadi memancarkan kekecewaan dan kekacauan di hidup nya, meskipun putri nya tak mengatakan tapi sang ayah tahu apa yang di rasakan putrinya.
***
" Dari mana dua hari tak pulang.." Suara tak asing di telinga Alex membuat dirinya mengurungkan diri yang akan masuk ke dalam kamar nya.
" Ibu.." Panggilnya ketika melihat ke arah sang ibu yang berdiri dengan menyilangkan tangan nya ke dada, dan Alex segera memeluk ibu nya agar tak marah marah.
" Anak tak sopan, orang tua datang jauh jauh, malah tak ada di rumah.." Ngocehnya kepada sang anak yang baru datang dengan koper yang di tangan nya.
" Ibu tak bilang jika mau datang kesini.." Alex melepaskan pelukan kepada ibu nya.
__ADS_1
" Apa ibu harus bilang dulu jika ingin bertemu putra ibu he, apa ibu tak boleh datang kesini?"
" Bukan seperti itu ibu, jika ibu bilang Alex bisa pulang cepat tadi, dan Alex akan menjemput ibu juga."
" Kau ini banyak sekali bicara, apa menjadi dosen menuntut mu banyak bicara."
" Tentu saja, jika Alex tak banyak bicara maka mahasiswa Alex tak akan mengerti dengan apa yang Alex jelaskan."
" Baiklah apa yang kamu katakan saja, sekarang cepat mandi, lalu makan. Ibu sudah masak tadi."
" Baiklah ibu aku akan mandi dulu, setelah itu kita akan makan.." Alex mencium pipi sang ibu yang kemudian dengan cepat masuk kedalam kamarnya.
' Siapa yang mengembalikan tawamu yang tulus itu nak, apakah Chelsea memang kembali hingga kau kembali ceria lagi atau wanita yang ada di media sosial mu itu ' Batin sang ibu yang berjalan menuju dapurnya untuk menghangatkan masakan nya.
" Ibu melihat nya astaga, apa ibu stalking medsos ku?" Alex megambil kopi yang di letakan ibunya di meja.
" Tentu saja ibu melihat nya, apa kamu pikir ibumu ini sudah tua hingga tak bermain media sosial."
" Oh astaga ibu.." Alex tak menyangka bahwa ibu nya memiliki medsos.
" Katakan siapa wanita cantik itu Alex?"
" Clarissa, mahasiswa Alex, sekaligus kekasih Alex."
__ADS_1
" Benarkah dia kekasih mu nak?" Sang ibu bahagia karena ini pertama kali nya Alex memiliki kekasih lagi setelah patah hati nya dulu.
" Bu, aku dan Cla ingin segera menikah.." Perkataan Alex juga membuat sang ibu terkejut kembali, karena ini juga dadakan.
" Kenapa kalian ingin segera menikah, kau tak menghamili kekasih mu lagi kan?" Mata sang ibu melotot ke arah putra nya, kejadian yang dulu tak ingin di terulang lagi.
" Tentu saja tidak bu, tapi aku harap dia segera hamil anak Alex."
" Kau ini.." Sang ibu memukul lengan putra nya dengan keras hingga membuat dirinya meringis kesakitan.
" Tapi terlepas dari itu aku tak ingin kehilangan seseorang yang aku cintai, jika aku kehilangan orang yang aku cintai lagi, itu akan sangat menyakitkan jika terulang kedua kali nya.." Alex menerawang ke masa lalu nya yang harus kehilangan cinta nya sewaktu itu.
" Bawah dia ke rumah, ibu akan menunggu kalian di rumah utama."
" Ibu merestui kami menikah?"
" Dengan syarat kau harus kembali ke perusahan dan meninggalkan pekerjaan dosen mu. Saham yang kamu taman di sana biarkan orang kepercayaan kita yang mengawasi nya.." Alex berfikir sejenak jika dirinya tetap di kampus pun percuma karena wanita nya sendiri memilih tak melanjutkan kuliah nya.
" Bagaimana kamu menikah dengan wanita pilihan mu dan melanjutkan perusahan keluarga atau kau tetap menjadi dosen dan pernikahan kalian harus di undur."
" Melanjutkan perusahaan keluarga dan menikah dengan Clarissa.." Kata nya dengan tegas.
Sang ibu hanya tersenyum tipis rencana nya membawa putra nya kembali ke perusahaan ternyata tak terlalu sulit. Alex tentu saja sudah membayangkan pernikahan nya dengan wanita yang di cintai.
Like dan vote dulu yuk 😘
Bunga dan kopi nya sudah di kasih belum 🤭🤭
__ADS_1