Wanita Nakal

Wanita Nakal
Wanita Nakal Musim3_ Misi 1


__ADS_3

Abhi yang malam ini harus ada di perbatasan untuk membebaskan rekan nya agar muda untuk melewati perbatasan ini. Para bawahan nya yang di sana terkejut ketika melihat pimpinan nya malam ini tiba tiba di sana dengan pakaian lengkap nya.


" Selamat malam Sir..." Salah satu bawahan nya menghampiri dengan memberikan hormat kepada nya.


" Selamat malam..." Jawabnya dengan biasa.


" Sir ada perlu apa datang kemari?, kami belum menemukan pergerakan apapun dari orang orang yang kita cari..." Abhi hanya mengangguk mengerti, dia berjalan menghampiri para bawahannya yang sedang berdiri juga.


" Aku hanya ingin melihat lihat situasi di sini, aku akan ikut berjaga malam ini. Di rumah aku merasa sangat bosan..." Bawahan nya itu hanya mengangguk mengerti apa yang di katakan pimpinan nya itu.


Kini para orang orang di sana kembali ke aktifitas nya masing masing, ada yang tengah makan, ada yang tengah bermain catur mengisi kebosanan mereka saat sedang berjaga.


" Jika ada yang mengantuk, tidurlah. Aku yang akan berjaga..." Tentu saja para bawahan nya itu senang bukan main, karena ini pertama kalinya pimpinan nya bersikap lembut serta mengijinkan mereka tidur, biasanya jika jaga seperti ini jangan kan tidur menguapnya aja pimpinannya ini akan langsung menyindir mereka.


" Sir anda tak sedang bercanda bukan?"


" Tidak, tidurlah jika kalian mengantuk. Kalian sudah kerja terlalu keras dan sekarang aku yang akan menganti kalian berjaga..." Suara sorak senang dari mereka membuat Abhi hanya geleng geleng, hanya mengijinkan mereka tidur saja sudah membuat para orang orang itu senang bukan main.


" Terima kasih Sir..." Ucapnya dengan senang.


" Kita bagi yang tidur..." Kini para police itu membagi ada tiga kelompok yang akan tidur dan akan berjaga menemani pimpinannya itu.


Mereka tak tahu bahwa Abhi sudah di turunkan dari jabatannya, mereka tak mendengar apapun berita itu. Tapi karena mereka tak mendengar nya membuat Abhi masih bisa mengaturnya.

__ADS_1


Jam sudah menunjukan tengah malam, para bawahannya itu kini sebagian ada yang tidur ada yang masih bermain catur untuk mengusir rasa bosan serta menahan rasa kantuk. Dari kejauhan Abhi melihat sebuah kapal kecil yang mulai mendekati perbatasan itu.


Sebuah pesan singkat yang muncul dari ponselnya membuatnya mulai siap siap bersiap juga.


Pergerakan awal. Pesan singkat itu membuat Abhi berdiri dengan menatap ke arah depan sana.


Abhi tak mengatakan apapun dia hanya mulai berjalan jalan mengitari para bawahannya yang bermain catur di sana.


" Sir ada pergerakan..." Teriakan kencang dari bawahan itu membuat Abhi langsung menatapnya dengan nanar.


Sial. Batin Abhi.


Semua orang yang bertugas kali ini dengan cepat mengambil senjata mereka masing masing dengan posisi mereka yang siap kepada orang orang yang bergerak.


" Sir mereka adalah orang kita cari..." Teriaknya lagi dari atas karena dia mengunakan teropong dari jarak jauh melihatnya.


Teriakan itu membuat para police kini siap ke posisi mereka masing masing, dengan siap senjata mereka masing masing.


Dor!! Satu tembakan ke atas yang di keluarkan oleh Abhi membuat para orang orang yang ada di kapal itu juga siap dan mendapatkan kode dari teman nya yang di sana.


" Bos kode telah di keluarkan..." Orang Andre kini memberitahu pimpinannya.


" Taklukan mereka, aku akan di sini..." Andre bersikap sangat santai, dia tak ingin ikut dalam melumpuhkan pihak police itu. Dia yakin anak buanya saja bisa melumpuhkan mereka.

__ADS_1


Kini pihak Andre juga mulai membalas serangan yang di layangkan tadi, baku tembak tak dapat di hindari dari sana. Suara tembakan serta suara sepatu berlari membuat semua orang tahu bahwa ada penyerangan secara dadakan. Andre hanya menikmati suara tembakan itu, dia tak keluar dari kabin kapal nya, dia duduk dengan santai dengan sesekali melihat jam di tangan nya.


" Kita harus segera keluar..." Suara yang terburu buru membuat Andre langsung menatapnya dengan tak percaya.


" Jadi kau yang akan membawa ku pergi dari sini?" Andre tak tahu bahwa yang akan membawa dia keluar dari sini adalah police yang pernah di hajar waktu di mana dia kabur waktu itu.


" Tak usah banyak bicara, kita harus keluar sebelum orang orang ku tahu aku membantu mu melewati perbatasan ini..." Andre bersikap malas, jika dari awal dia tahu bawa police ini yang akan membantunya maka dia tak akan mengikuti rencana dari teman nya.


Andre sebenarnya meskipun tak melewati perbatasan ini dia bisa saja kabur dari sini dan muncul secara tiba tiba di depan teman nya yang sudah butuh pertolongan itu, tapi dia tahu bawa dia dengan sengaja di jadikan umpan untuk menguji seperti apa police yang ingin meminta bantuan kepada mereka itu.


" Kita bisa bersantai dulu Sir, kenapa harus buru buru..." Andre kembali menyesap minuman beralkohol yang ada di depan nya itu dengan santai.


" Andre aku harus membawa mu pergi dari sini dengan segera..." Abhi tak habis pikir kepada laki laki bertato ini, dia dengan santai tetap menyesap minumannya padahal kondisi di luar sangat genting seperti itu.


" Aku masih menikmati suara tembakan itu."


" Kau..." Tunjuknya dengan nada geram. " Aku akan menghubungi Zac dan mengatakan kau tak ingin pergi dari sini dan masih menikmati minuman alkohol mu itu..." Andre hanya mengangkat bahu nya acuh, dia yakin bawa bos nya itu akan membiarkan nya karena bos nya tahu apa yang sedang dia rencanakan untuk laki laki yang sedang di uji ini.


Abhi dengan cepat menghubungi Zac tapi dua kali dia tak mendapatkan jawaban dia kembali menghubungi siapapun tapi tetap sama tak mendapatkan jawaban apapun dari mereka.


" Tak mendapatkan jawaban?" Andre tersenyum mengejek ketika melihat wajah kesal pada Abhi ini, dia tahu betul bahwa para bos nya akan mendiamkan nya karena ini memang rencana untuk menguji apa dia benar ingin balas dendam atau hanya pura pura untuk menjebak salah satu dari mereka.


Tentu saja mereka tak akan percaya begitu saj, mereka juga butuh bukti agar mereka percaya sepenuhnya. Meskipun Jonathan percaya bahwa laki laki itu tak akan menjebak nya, tapi mereka para asisten harus hati hati untuk melindungi para bos nya masing masing. Keselamatan bos nya yang paling utama bagi mereka saat ini.

__ADS_1


Abhi hanya mengawasi dari luar kapal itu, mengamati para orang orang sedang bertempur di sana, dia takut jika ada salah satu dari mereka masuk ke dalam dan melihat ada dia di dalam dengan laki laki yang menjadi target incaran mereka.


__ADS_2