Wanita Nakal

Wanita Nakal
Wanita Nakal Musim3_ Pengobatan 6


__ADS_3

" Dokter apa yang terjadi kepada adik saya?, apa penyakitnya parah?" Gusman kini menjadi cemas karena dokter hanya bisa melihat apa yang dia tulis untuk mengambil semua kesimpulan dirinya.


Sang dokter membuang nafasnya dengan kasar dia menatap Gusman dengan tatapan iba serta bingung harus memulainya dari mana. Dia tak tega jika mengatakan semua kebenarannya tapi dia harus melakukannya demi kesembuhan pasien dan dukungan pasien tersendiri.


" Tuan saya rasa adik anda mengidap penyakit Parafilia. Penyakit ini sendiri ada 8 golongan tapi sementara saya hanya bisa mengambil kesimpulan dari yang adik anda rasakan."


" Tiga Dokter?" Gusman mengulanginya dengan terkejut, tenggorokannya seakan tercekik ketika mengulanginya.


" ****ual Masochism Disorder atau yang biasa di sebut dengan Gangguan Masokisme Seksual. Dan yang kedua adalah ****ual S*adism Disorder atau di sebut dengan Gangguan Sadis sek*sua*l. Dan mungkin ini adalah penyebab adik anda memiliki trauma yang tinggi dan mengakibatkan adik anda seperti ini, Pedophili*c Disorder atau yang biasa di sebut dengan Gangguan Pedofilik* ."


Seakan seperti di tampar berulang kali oleh kenyataan yang tak bisa di bantah sama sekali oleh dirinya. Tamparan yang kenyataan kini membuat kepala Kartel itu terkejut bukan main, bahkan dia sempat limbung dengan memundurkan kakinya dengan dirinya yang menabrak didik rumahnya.


" Tuan semua penyakit bisa sembuh tapi kita harus tau dulu semua penyebab semuanya ini. Saya tak bisa menyimpulkan apapun lagi selain tiga itu, jika saya sudah mengetahui semuanya saya bisa akan bertanya lagi."


" Dokter apa semua penyakit itu berbahaya untuk adik saya?" Tanyanya dengan gugup.


" Jika di katakan berbahaya mungkin iya Tuan, tapi di katakan tidak berbahaya juga Tidak. Karena sebenarnya penyakit adik anda ada di dalam diri nya sendiri. Tuan James melakukan hal itu karena seperti ada dorongan yang kuat yang tak bisa di lawan olehnya. Tapi sementara saya akan tetap memantau adik anda, besok saya akan datang kemari lagi untuk melanjutkan terapinya."


Gusman masih tak menjawabnya dia masih terkejut mendengar apa yang di katakan oleh dokter yang sedang merawat adiknya.


" Tuan anda harus lebih kuat, jangan biarkan adik anda sendiri. Mungkin hari ini adalah di mana rasa kehancurannya akan timbul lagi di hatinya. Orang yang mengalami rasa trauma tak bisa di biarkan sendiri, jangan tinggalkan dia sendiri, peluk dia agar semuanya masih tetap di sampingnya."


Gusman mengangguk lagi, suaranya tak bisa di keluarkan seakan tenggorokannya tak bisa untuk membuka suaranya dan tamparan tamparan kenyataan membuat laki laki syok bukan main.


" Kalau begitu saya permisi..." Gusman hanya mengangguk dengan pelan.


Gusman hanya terdiam dengan tetap berdiri di depan pintu kamar adiknya. " Ahhh..." Teriaknya dengan kencang.


Bug!


Bug!


Bug!

__ADS_1


Tiga pukulan yang di layangkan di tembok membuat tangannya langsung berdarah. Tapi rasa sakit itu tak ada di tangannya, kini hatinya sakit seakan merasakan kepahitan yang adiknya rasakan selama ini.


" Aku bodoh.. aku bodoh.. kenapa baru sekarang aku sadar jika adik ku menyimpan banyak luka dan sekarang rasa luka itu menumpuk hingga membuat ledakan seperti ini..." Gumamnya dengan pelan.


Gusman kini masuk ke dalam kamarnya dengan cepat menatap adiknya yang tertidur pulas di sana. Gusman hanya menatap dengan penuh kesedihan di hatinya, tapi tak ada yang terlambat dia harus berusaha keras menyembuhkan adiknya itu.


🥀🥀


" Paman Gusman.. Angel datang.. Paman Gusman...." Gadis cantik itu kini berteriak memangil paman nya yang tak ada di mana pun.


Rumah Pribadi Gusman kini menjadi ketat semenjak James berada di sana. Tapi tak ada yang tau jika James berada di dalam rumah pribadi yang mereka tau james sudah di pindahkan di luar kota.


Dua hari setalah kejadian itu membuat semua orang yakin jika bosnya James telah tidak ada di sana, suara teriakan dari James pun sudah tak ada lagi.


" Paman aku merindukan mu..." Angel yang bersama Violet dan Albert mengunjungi Gusman secara tiba tiba membuat semua penjaga yang ada disana sedikit saling menatap penuh ketakutan.


" Angel.. Astaga Paman sangat merindukan mu..." Gusman yang melihat gadis cantik yang masuk ke dalam rumahnya dengan gaya nya yang selalu heboh dan selalu ceria.


" Paman aku merindukan mu..." Ucapnya dengan mereka yang saling berpelukan.


" Baik Paman, Mama dan Paman Al merawat ku dengan baik..." Bisiknya dengan tertawa.


" Violet, Albert ada apa kalian datang kemari?, apa kalian dia suruh Singa lagi?" Ketakutannya seakan bertambah ketika melihat tatapan datar dari Albert. Tak hanya takut Singa yang mengirimnya tapi dia juga takut jika adiknya mengetahui Violet.


Akan bahaya jika Albert bertemu dengan James, pasti akan ada perang dan kebohongan ku pasti akan terbongkar. Batin Gusman.


Gusman yang dari awal mengatakan damai dengan mengirimkan adiknya untuk berobat tapi nyatanya adiknya masih ada di sana dengan pengobatan yang sedikit ada perubahan.


" Tidak ada, Angel hanya ingin bertemu dengan mu..." Ujarnya dengan tersenyum.


" Mama dan Paman pergi saja, aku ingin di sini dulu dengan Paman Gusman, nanti kalian jemput lagi."


Violet dan Albert saling bertatapan dengan tak rela jika meninggalkan putrinya di sini. " Sayang nanti kamu pasti merepotkan Paman mu, sebaiknya kamu ikut kami oke..." Bujuknya.

__ADS_1


Angel cemberut dia yang selalu tak di izinkan oleh Mama nya jika berlama lama di sana, karena lingkungannya mereka yang membawa senjata dan dia tak mau jika anaknya kasar seperti itu.


" Tapi Mama, aku merindukan Paman Gusman..." Bantahnya.


" Angel Paman akan ada meeting sebentar lagi, jika kamu di sini siapa yang akan menjaga mu hem..." Gusman menolak secara halus kehadiran gadis polos itu.


Bukan karena tak menyayanginya tapi kali ini dia harus pergi karena dirinya tak ingin ada yang tau bagaimana kondisi adiknya dan banyak yang tau adiknya ada di dalam rumah itu bukan dia tempat yang telah di sepakati dengan Singa.


" Angel Sayang kau dengar Paman mu akan ada meeting kita tak boleh menghalangi orang lain yang ingin bekerja..." Albert kini menimpalinya dengan pelan.


" Baiklah Paman..." Ucapnya dengan lesu.


" Sayang maafkan Paman oke, nanti kita akan bertemu lagi tapi sebentar lagi Paman harus pergi ada meeting, Paman tak mungkin membatalkan klien penting..." Gusman merayu nya dengan segera sebelum sang dokter itu datang.


" Baiklah kalau begitu kami permisi maafkan kami telah menganggu..." Albert dan mereka kini meninggalkan rumah Gusman dengan cepat dan itu membuat Gusman merasa lega.


Mereka bertiga kini menuju ke sebuah sekolah di mana gadis kecil itu akan berpamitan dengan berpindah sekolah. Angel merasa senang karena bisa bertemu temannya tapi sekaligus sedih karena harus berpamitan kepada teman teman kecilnya.


" Mama aku di sini bersama mereka."


" Baiklah Mama dan Paman akan masuk..." Angel mengangguk dengan pelan dan mereka telah masuk ke dalam sekolah di mana mereka harus menyelesaikan semuanya dengan segera.


Angel yang dari tadi bermain dengan teman temannya kini menjadi sorotan dari orang yang jauh dari tadi menatapnya dengan penuh hati hati. Angel tertawa bersama sama temannya membuat orang itu juga tersenyum.


" Angel..." Orang itu berteriak pelan ketika Angel sedang bermain dengan teman temannya.


Angel kini menatapnya dengan tersenyum dia senang karena bertemu orang itu. Dia segera menghampiri orang itu. Angel yang polos dan lugu tanpa ada kecurigaan sama sekali, mendekat.


" Tante Violet, Angel di culik..." Teriak gadis kecil lainnya.


Deg!!!


Bersambung besok jam 3 sore lagi ya 🤭 sudah di bilangin Mince lagi gak enak badan, perut masih sakit harus istirahat dulu, bukan karena pelit Up 🤭

__ADS_1


Tinggalkan Jejak kalian dulu, Like dan komentar serta tinggalkan Vote serta hadiah karena sudah masuk hari senin kemarin 🥰🤭🤗


__ADS_2