
Malam ini Valeria harus menerima perjodohan yang sudah di buat oleh sang kakak, berfikir untuk menikah saja dia tak pernah apalagi di jodohkan seperti ini tak terlintas dari pikiran nya sama sekali. Tapi demi kakak nya dia menerima perjodohan konyol ini, meskipun hati nya menolak, pikiran nya memberontak tapi dia tetap melakukan perjodohan ini, untuk balas budi.
Menjaga adik nya adalah tugas dari seorang kakak, tanpa harus mengharapkan balas budi. Bukan kah tak adil bahwa seorang adik harus mengorbankan diri, mengorbankan kebahagian nya hanya untuk kata kata balas budi?, bukan kah memang tugas seorang kakak adalah menjaga adik nya, mengantikan posisi kedua orang tua nya yang sudah tak ada. Tak adil bukan jika seorang adik harus berkorban. Tapi apalah daya seorang adik yang harus merelakan kebahagian nya hanya untuk membuat kakak nya bahagia. Inilah yang di alami wanita cantik Valeria, dia mengorbankan dirinya malam ini.
" Valeria kamu sudah siap, mereka sudah menunggu mu di bawah..." Teriakan dari kakak nya menyandarkan dari lamunannya yang berada di depan cermin.
Valeria tak menjawab nya melainkan menatap dirinya dari pantulan kaca, kemudian berjalan menuju pintu dan membuka nya.
" Adik kakak yang satu ini cantik sekali..." Laki laki itu memuji sang adik yang memang cantik dari dulu, sang kakak terpesona dengan kecantikan adik nya yang di warisi oleh mendiang ibu nya.
" Jangan mengambil hati ku karena memuji ku kak, aku tetap tak suka di jodohkan seperti ini..." Jawabnya dengan memasang wajah cemberut nya.
__ADS_1
" Valeria kakak hanya ingin yang terbaik untuk mu, apa kakak pernah memberikan yang tak baik untuk mu sayang..." Ujarnya dengan lembut, Valeria hanya menatap kakak nya dengan tatapan datar nya, sang kakak memang dari dulu selalu memberikan yang terbaik untuk nya, menomer satukan segala urusan dirinya dan itu tak dapat di ragukan lagi.
" Ini hanya demi kakak aku menerima nya bukan karena aku menyukai nya..." Sang kakak hanya tersenyum senang bahwa akhir nya wanita yang keras ini mengalah dan menerima perjodohan yang dia atur untuk adik nya.
" Tapi jika dia tak baik untuk ku maka jangan salahkan aku untuk meninggalkan dan membatalkan ini semua kak..." Valeria adalah wanita yang tegas dan keras kepala, apa yang menurutnya tak baik maka dia tak akan melakukan nya dia akan meninggalkan nya. Didikan dari sang kakak membuat nya menjadi tegas.
" Jika dia tak baik atau macam macam dengan mu, kakak sendiri yang akan memutuskan perjodohan ini, kakak janji..." Ucap sang kakak membuat nya tersenyum penuh arti.
Abvi dan Aiden adalah teman sewaktu sekolah hingga masa masa kuliah, pertemanan mereka terjalin sangat lama, tapi Aiden yang tak pernah tahu bahwa teman nya itu memilik adik bagaikan bidadari, karena dari dulu Abvi selaku melarang nya untuk datang ke rumah nya dengan alasan sang ayah tak mengijinkan teman teman nya datang berkunjung.
" Astaga ini calon menantu ku, cantik sekali..." Wanita itu yang sebagai ibu Aiden menghampiri Valeria memeluk nya secara tiba tiba.
__ADS_1
" Selamat malam tante,, saya Valeria..." Dia tak tahu apa yang akan dia katakan kepada orang tua yang datang melamar nya, menjadikan dirinya menantu di rumah nya, jika saya dia saling mencintai atau sudah mengenal keluarga nya dulu mungkin tak akan ada kecanggungan di antara mereka.
" Papa dia sangat sopan sekali, astaga..." Wanita itu tak percaya dengan apa yang di tunjukan Valeria. " Aku tak percaya masih ada wanita yang sopan di jaman sekarang, kau beruntung mendapatkan wanita seperti dia Aiden..." Wanita tua yang bernama Anita Jakson itu menjadi heboh sendiri, mengajak calon menantu nya duduk di sebelah nya seakan dirinya adalah putrinya sendiri.
Sedangkan Aiden masih terpaku dengan wajah cantik calon tunangan nya itu, ini pertama kali nya Aiden menatap langsung wajah wanita itu, selam ini dia hanya melihat kecantikan calon nya itu hanya lewat foto yang di berikan teman nya itu.
" Aiden katakan sesuatu, kenapa kau diam sekali..." Pukulan sang ayah membuatnya tersadar dari rasa terpaku nya.
" Ah.. iya dia memang sangat cantik..." Ucapnya dengan sedikit gagap.
Kini mereka mengobrol dengan sesi perkenalan secara langsung, Aiden mengagumi semua yang ada di tubuh wanita itu, tatapan dari Aiden yang dari tadi membuat nya sangat risih, meskipun semua laki laki akan selalu menatap nya seperti itu tapi kali ini dia secara langsung melihat laki laki di depan nya menatap dirinya secara intens.
__ADS_1