Wanita Nakal

Wanita Nakal
Wanita Nakal Musim3_ Pilihan Yang Sulit 4


__ADS_3

Lagi lagi Takdir yang menang,


Takdir seakan mempermainkan kedua insan yang sedang jatuh cinta tapi mereka tak bisa bersatu karena Takdir mereka yang tak mengizinkan mereka bersatu.


Takdir selalu dengan muda membolak-balikan hati mereka, Takdir seakan selalu senang ketika insan saling mencintai tapi lagi lagi harus berpisah karena sebuah keadaan yang memisahkan mereka berdua.


Mereka yang di pertemukan oleh Takdir kini harus terpisah karena Takdir yang tak pernah mengizinkan bersama.


_______


Hari ini semua orang di buat tegang ketika Steve mengatakan sudah menentukan pilihan untuk hubungan asmaranya dengan Jennifer. Pagi pagi tadi Steve yang semalam tak bisa tidur akhirnya memilih untuk meninggalkan kamar itu dan mengambil kopinya untuk menenangkan pikirannya yang begitu kacau. Steve yang baru mengatakan kepada Abhi kini merasa lega karena dadanya terasa sesak dari kemarin. Keputusan yang akan di ambil oleh Jenni pun juga tak bisa dia ganggu, dia tahu wanita itu menginginkan karier nya yang begitu cemerlang, dan sangat di sayangkan jika wanita itu harus mundur dari pekerjaannya.


" Aku yakin lu pasti bisa menghadapi ini bro..." Abhi menyentuh pundak temannya itu, dia tahu temannya itu kini sedang kalut.


Steve hanya mengangguk pelan, dia harus menerima semua keputusan ini, semalam dia sudah berfikir keras tentang semua keputusan ini, meskipun hatinya kini tak tenang tapi dia harus menerima takdir. Seakan takdir saat ini mempermainkan hati kedua insan yang saling mencintai tapi tak saling bisa bersatu.


" Jadi apa keputusan mu?" Andre dan Albert yang dari arah belakang kini tiba tiba bertanya ketika melihat kedua orang temannya sedang duduk di santai di dapurnya.


" Nanti kalian akan tahu apa keputusan kami. Kami akan sepakat untuk mengatakan kepada bos setalah bos bangun..." Jawab Steve dengan menyesap kopinya.


" Kalian dari mana?"


" Baru pulang dari diskotik..." Abhi mengangguk karena setiap malam mereka berdua selalu mengontrol diskotik.


Zac kini berdiri di depan kaca dengan raut wajah yang begitu kisut, dia yang semalam juga tidak bisa tidur. Pikirannya begitu kacau karena memikirkan pertanyaan dari istrinya semalam.


" Hubby kau tak apa?" Valarie memeluk tubuh suaminya dari belakang dan membuat Zac mencoba tersenyum.


" Aku tak apa sayang, aku hanya memikirkan siapa pengganti Steve jika dia yang keluar dari sini."


" Hubby, Steve belum tentu mundur jadi jangan pikirkan hal yang tidak tidak, sebaiknya kita keluar pasti semuanya sudah berkumpul."

__ADS_1


" Berkumpul?, untuk apa?" Zac melepaskan pelukan dari istrinya membalikan tubuhnya menatap istrinya.



Valarie menggenggam tangan suaminya dengan erat seakan memberikan kekuatan kepada suaminya.


" Aku lapar..." Katanya dengan manja, Zac yang sudah tegang kini malah tersenyum.


Valarie kini menarik tangan suaminya agar keluar dari kamarnya, rasa lapar seakan tak bisa di tunda lagi.


" Bos saya ingin memberikan laporan keuangan dari diskotik semalam..." Andre yang tiba tiba berucap ketika Zac dan Valarie tiba di kursi di mana sudah ada makanan yang sudah siap.


Zac menerima kertas itu ketika Andre memberikan laporan itu. Zac kini mengeceknya dengan teliti data data keuangan mereka satu bulan ini. Zac mengangguk ketika melihat laporan itu menunjukan kenaikan pada pemasukan diskotik nya.


" Kau siap bicara dengan Tuan Zac?" Jenni mengangguk pelan.


" Kita harus hadapi ini semua, jika tidak sekarang kapan lagi kita harus menghadapinya. Sampai kapan kita akan berlari dari ini semua."


" Jangan membenci ku please. Kau tahu kenapa kita memilih jalan ini..." Steve tak sanggup dia menarik Jenni mencium bibirnya dengan ciuman liarnya.


Jenni yang mendapatkan serangan kini sedikit terkejut meskipun akhirnya dia bisa mengimbangi ciuma* itu. Mereka saling meluma*, menyesa* penuh dengan kerakusan serta keliaran yang begitu tak tertahankan. Mereka saling membalas ciuman itu dengan penuh mendamba. Mereka melepaskan ciuman itu dan kembali menggapai bibir mereka kembali, kini ciuman yang liar menjadi ciuman yang lembut, ciuman yang penuh dengan ketulusan dan ciuman perpisahan. Mereka saling menempelkan kening mereka dengan memejamkan matanya.


" Ayo kita temui Tuan Zac..." Steve mengangguk.


Kini mereka keluar dari kamarnya dengan wajah lesunya, Steve yang jalan di depan kini tak menatap wajah Jenni yang ada di belakangnya, keputusannya sudah mereka buat dan Steve sudah yakin dengan pilihan mereka, Steve yakin dengan tak menatap wajah wanita itu agar mereka bisa lebih muda melawati ini semua.


" Tuan kami ingin bicara..." Bariton dari Steve membuat Zac menghela nafasnya dengan berat.


" Kalian makan saja dulu nanti kita bicara."


" Maaf Tuan Zac kita harus bicara sekarang, karena saya harus segera datang ke kantor. Saya di tunggu komandan saya..." Timpal Jenni membuat semua orang yang di sana menghentikan makannya dan menatap kearah kedua orang yang berdiri di sana.

__ADS_1


" Kalian sudah menentukan pilihan rupanya?, kalian yakin sudah memikirkan ini dengan sungguh sungguh?, satu malam cukup untuk mengambil keputusan hubungan kalian?"


Mereka hanya menunduk dengan rasa sedihnya, Steve kini hanya membuang nafas besarnya dia menyakinkan dirinya untuk keputusan yang akan dia ambil.


" Kami sudah mengambil keputusan ini Tuan. Maafkan saya jika saya jika memiliki salah kepada anda, tapi jangan membenci saya, karena apapun keputusan saya adalah yang terbaik untuk hubungan kita semua..." Zac hanya tersenyum miring ketika mendengar apa yang di katakan wanita itu, tanpa harus di katakan kini semua orang tahu apa keputusan dari wanita agen CIA itu.


" Katakan kami akan mendengarkan nya..." Jenni menghela nafasnya dengan berat sebelum dia membuka suaranya.


" Apakah satu permintaan yang semalam masih berlaku Tuan?"


" Kapan pun akan tetap berlaku, jika tidak sekarang kau bisa mengambil kapan pun kau mau."


" Sebelumnya saya mengucapkan maaf jika selama ini saya memata-matai perusahan anda, tapi itu semua karena saya menjalankan tugas saya, dan terima kasih karena membuka pintu untuk saya berada di sini dan terima kasih kalian sudah tak membenci ku. Aku memang tak bisa mundur dari kesatuan ku dan Steve juga tak bisa mundur dari pekerjaan ini..." Jenni menghela nafasnya sebelum melanjutkan ucapannya. Steve hanya diam dia tak membuka suaranya, mereka sepakat bawa keputusan ada di tangan Jenni.



" Yang anda ucapkan semalam memang benar kami tak bisa berdiri di antara kedua kubu yang suatu saat aku bertemu di pertempuran, meskipun aku tak tahu sebenarnya apa maksud dari ucapan anda..." Perkataan Jenni malah menusuk ke hati Steve saat ini. Dia tahu hatinya terluka. Mereka berdua menjadi korban dari profesi mereka masing masing yang begitu setia.


" Sekali lagi maafkan saya, karena keputusan saya nanti akan membuat kalian terkejut."


" Katakan apa keputusan kalian..." Zac berserta semua orang yang ada di sana kini menghentikan nafasnya ketika wanita itu ingin berucap.


" Saya akan tetap memilih bersama Steve di sini dan meninggalkan pekerjaan saya demi menjadi istri yang baik untuk suami ku."


Nah loe Jenni sekarang yang ngeprank kita ya kan 🤣🤣 Bersambung ya mak 🤭 lanjutin besok 🤣🤣


Jangan lupa mampir di Serpihan Hati ya di sana ada cerita Bella dan Si Bara 😁


Sudah masuk hari senin jangan lupa untuk kirim Vote kalian ya 🤗 kasih hadiah juga boleh, tinggalkan like dan komentar 🤗 mau kasih hadiah atau vote di sini atau di Serpihan Hati terserah kalian ya mak 😁😁


Bantu Share yuk 🤗

__ADS_1


Makasih 😘😘😘😘


__ADS_2