Wanita Nakal

Wanita Nakal
Sindiran Halus 2


__ADS_3

Jovanka yang berbaring di kursi penumpang dengan menutup matanya, sang asisten memberikan selimut untuk menutupi tubuhnya bagian bawahnya. Alfred menatap kearah jovanka dengan tatapan yang penuh curiga dan tanda tanya.


“ apa kamu begadang semalam?” alfred bertanyala dengan menatap kearah jovanka yang memejamkan matanya.



“ tidak..” jawab jovanka dengan tetap menajamkan matanya.


“ lalu kenapa kau masih ingin tidur..” jovanka membuka matanya menatap kearah alfred yang tengah menatapnya.


“ kau dari tadi sepertinya mengejar pertanyak yang tak penting al..” jovanka bertanya dengan tatapan sinis. “ sebenarnya apa yang ingin kau tanyakan pada ku, jangan berbelit belit..” sambungnya dengan sinis, sedangkan alfred tak berani mengatahkan apapun dia terdiam. “ jika tak ada yang ingin kau tanyakan maka pergilah aku ingin istirahat..” sambungnya dengan mengusir alfred dari depannya.


“ jovanka..” panggilnya dengan pelan.


“ al jika kau ingin mengatahkan sesuatu maka katakan dan aku akan menjawabnya..” jovanka kembali membuka matanya.


“ aku tak suka kau dekat dengan tuan jonathan..” akhirnya apa yang dipikirkan terucap dari bibirnya. 


“ siapa dirimu yang melarang ku dekat dengan laki laki lain..” jovanka menatap tajam kearah alfred.


Alfred mencondongkan tubuhnya kearah jovanka, wajah mereka begitu dekat, hingga hembusan nafas bisa jovanka rasakan. “ kau pura pura bodoh atau memang tak tahu bahwa aku mencintai mu..” alfred bicara dengan begitu lembut.


Jovanka mendorong tubuh jovanka hingga mereka berjauhan. “ dengar al aku tak melarang dirimu untuk mencintai ku tapi kau tak berhak melarang aku untuk dekat dengan siapa pun.”


“ aku tahu tak berhak apapun jovanka, tapi setidaknya hargai perasan ku dan jangan pura pura bodoh tentang hal itu..” jovanka tak tahu harus bicara apalagi, dia berdiri ingin meninggalkan alfred.


Alfred menarik pergelangan tangan jovanka hingga dia terduduk dipangkuan alfred. “ apa yang kau lakukan al..” jovanka tentu saja terkejut, dia mencoba berdiri tapi ditahan  oleh alfred.


“ jangan membuat aku memaksa papa mu untuk menikahkan kita jovanka..” alfred bicara dengan pelan.

__ADS_1


“ jika kau berani melakukan nya maka kau tak akan bisa melihat aku lagi al..” ancam balik jovanka.


“ apa maksud mu?”


“ kau akan tahu nanti maksudku..” jovanka berdiri dengan paksa meninggalkan alfred yang tetap terdiam di sana.



Jovanka masuk kedalam kamar dan di susul oleh sang asisten nya. “ kenapa wajahmu seperti itu..” sang asisten bertanya langsung ketika melihat wajah jovanka yang murung.


“ alfred mengancam ku, emang siapa dia, berani mengancam ku seperti itu.”


“ apa yang dikatakan padamu?”


“ dia akan meminta papa untuk menikahkan aku dengan dia, dia gila..” jawab jovanka dengan mengatur nafasnya yang memburu karena marah.


“ sebenarnya apa hubunganmu dengan tuan jonathan..” bisik sang asisten yang membuat jovanka menatapnya dengan tersenyum tipis dibibirnya.


“ tas dan sebuah mobil keluaran terbaru jika aku bisa menjauh kan dirimu dengan alfred..” ucapnya dengan pelan.


“ dasar licik..” jawab jovanka dengan tersenyum.


“ kau belum menjawab pertanyakan ku sayang..” sang asisten yang kembali penasaran. “ apa semalam kau menghabiskan waktu bersama?”


“ kenapa kau bertanya seperti itu?”


“ karena tuan jonathan menghubungi ku untuk mencegah alfred agar tak mendatangi kamarmu..” jovanka hanya tersenyum menginggat kejadian semalam, dan sang asisten tentu tahu apa yang dimaksud oleh artisnya tanpa harus dijawab oleh jovanka.


****

__ADS_1


Sedangkan di perusahan besar jonathan tengah terduduk dengan wajah yang biasa bahkan luar biasa tak ada kemarahan atau pun wajah dingin nya, seakan semuanya lenyap begitu saja. Jonathan dengan kaca mata putihnya mengerjakan semua di depan laptopnya dengan tenang.



“ kris tolong buatkan aku minuman teh atau kopi..” perintah jonathan kepada sang asisten. Kris yang mendengarnya hanya mengangguk pelan.


“ baik tuan..” dengan segera kris menghilang dari balik pintu dan segera membuatkan bosnya kopi kesukaan nya. kris tak tahu bahwa bosnya sudah bertemu dengan wanita yang selama  ini ia cari.


Kris berjalan membawah secangkir kopi, meletahkan di meja bosnya. “ kenapa kau melamun..” jonathan menyadari bahwa sang asisten hanya terdiam disana.


“maafkan saya bos.”


“ kris singkirkan semua minuman dari ruangan ini..” perkataan jonathan lagi lagi membuat kris terheran. Dia tak menjawab apapun. “ kris kau dengar apa yang aku katakan?” sambungnya.


“ iya bos saya mendengarnya.”


“ aku sudah bertemu kembali dengan ara ku kris, jadi jangan binggung seperti itu. Meskipun hari ini dia harus kembali ke tokyo tapi masalahku dan dia sudah jelas dan kami kembali bersama..” jonathan menceritahkan kepada sang asisten dengan tersenyum dan sang asisten juga tersenyum melihat bos nya bahagia.


“ selamat tuan..” kris berbicara dengan tersenyum. Kris dengan cepat menyingkirkan semua minuman yang ada didalam ruangan bos nya. minuman yang selalu menemani bosnya akhirnya harus dibuang karena wanita pujaan hatinya bos telah kembali.


‘ akhirnya penderitaan bos ku berakhir’ batin kris dengan bernafas lega.


Kris tetap mengamati bos nya dari kejauhan yang dari tadi tersenyum sendiri ketika mengotak atik ponselnya. 


_____


Jangan lupa like dan komen, kasih vote juga yuk, kasih bunga dan kopi nya dong. 


Salam sayang dari author, cium jauh dari author.

__ADS_1


Makasih 


__ADS_2